Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Ketika Kuliah Menjadi Milik Orang Kaya (Fenomena: Biaya Kuliah di ITB Rp 4-10 Juta)

WARTAGAS - Miris benar ketika saya membaca di Portal Media Online yang berjudul "Biaya Kuliah di ITB Rp 4-10 Juta". Sudah begitu mahalnya biaya perkualiahan di Republik ini. Atau memang inilah akibat dari Globalisasi Pendidikan, khususnya di tingkat Universitas atau Institut.

Ketika Kuliah Menjadi Milik Orang Kaya (Fenomena: Biaya Kuliah di ITB Rp 4-10 Juta)

Bila kita cermati berita tsb (lihat di bawah ini) tentu kita akan mengatakan, tempat ini (kampus) bukanlah tempat saya untuk menimba ilmu di tingkat perguruan tinggi. Namun begitulah kenyataannya. Alih-alih pihak pengelola kampus akan bertaka "kampus sekarang bukan lagi disubsidi oleh pemerintah alias kampus sudah independen dan harus mencari biaya operasional kampus". Salah satu contohnya yang kena imbasnya akan penghentian subsidi pendidikan dari pemerintah adalah kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Mau tak mau biaya kuliah di ITB pun harus di genjot sedemikian rupa.
Biaya Kuliah di ITB Rp 4-10 Juta
TEMPO.CO, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) menerapkan ketentuan baru atas biaya kuliah mahasiswa 2015 program sarjana. Uang kuliah tunggal (UKT) terbagi menjadi lima tingkatan, yakni Rp 10 juta, Rp 8 juta, Rp 6 juta, Rp 4 juta, serta Rp 0 per semester.

“Sekarang ada uang kuliah baru yang Rp 6 juta dan Rp 0 itu,” kata Wakil Rektor ITB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bermawi Priyatna di ruang kerjanya, Senin, 13 Juli 2015.

Tahun lalu, kata Bermawi, UKT terendah dipatok Rp 400 ribu per semester, kemudian di atasnya Rp 800 ribu, Rp 4 juta, Rp 8 juta, dan tertinggi Rp 10 juta. Penerapan jenjang uang kuliah itu ternyata menghasilkan kesenjangan. “Banyak orang tua yang minta keringanan biaya Rp 8 juta jadi turun ke Rp 4 juta,” ujarnya.

Penetapan angka Rp 6 juta per semester bertujuan mengisi rentang kesenjangan biaya antara Rp 4 juta dan Rp 8 juta. “Ini bukan untuk meningkatkan penghasilan ITB dari uang kuliah mahasiswa, tapi untuk keadilan. Kami juga nolkan uang kuliah yang dulu masih ratusan ribu,” katanya.

Bermawi menyebutkan, pada 2014, ada sekitar 30 persen orang tua mahasiswa baru yang mampu membayar Rp 10 juta per semester. Sebanyak 20 persen membayar tarif terendah. Sedangkan 50 persen hanya sanggup membayar Rp 4 juta per semester.

Sedangkan dari semua peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang telah mendaftar ulang, orang tua yang sanggup membayar uang kuliah maksimal Rp 10 juta per semester lebih banyak dibanding pada 2014. “Meningkat 10 persen, jadi 40 persen yang bersedia membayar penuh,” katanya.

ITB tahun ini meloloskan 3.771 calon mahasiswa baru. Sebanyak 2.221 peserta lulusan jalur SNMPTN telah mendaftar ulang. Sebanyak 1.550 peserta yang lolos dari jalur SBMPTN akan menyusul mendaftar ulang. (Tempo.co, Senin, 13/7/15).

Salah satu alumnus ITB berkata di Media Sosial Facebook Group Anak Siantar (GAS), Darwin Siboro, Selasa (14/7/15) mengatakan bahwa uang kuliah di zamannya tidak mahal, tapi itu pun susah untuk membayar kuliah. Bagaimana dengan sekarang.
"Wow, biaya kuliah makin naik, zaman awaq dulu cuma 250rb....itupun susah payah awaq bayarnya, apalagi skrg 4-10 jt?? Mgkn sebaiknya Rupiah jangan lagi pake gambar gambar pahlawan.... acam harus berjuang terus Rupiah ini", kata Alumnus ITB ini.
Akun Hasim Ahmad juga memberikan komentar mengenai fenomena Uang kuliah yang mahal ini.
"Kalau uang kuliah besar, bagaimana dengan anak2 yg kurang mampu,,,Kuliah di universitas yg bagus seperti UI, UGM,ITB dll sdh banyak diperjual belikan" ungkap Hasim Ahmad di GAS.
Akankah sekolah di Perguruan Tinggi hanya menjadi milik orang yang kaya saja. Mungkinkah orang-orang kecil yang berpenghasilan rendah bisa menikmati indahnya masa-masa kuliah di PTN yang bergengsi. Akankah Rupiah mengalahkan otak pintar mereka-mereka yang miskin dan susah... hmmm.... Sebuah Fenomena... Ketika Kuliah Menjadi Milik Orang Kaya.***

Tim WartaGAS.
loading...

No comments

Powered by Blogger.