Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Ketika PDIP menolak RUU PILKADA dan MD3

WARTAGAS - Postingan kali ini datang dari sdr. Pardamean Benhard Silalahi‎ anggota Group Anak Siantar (GAS) di Facebook, yaitu tuisan tengang ketika PDIP menolak RUU PILKADA dan MD3. Mari kita simak di bawah ini.

Ketika PDIP menolak RUU PILKADA dan MD3

Ketika PDIP menolak RUU PILKADA dan MD3
PDIP yang diidentikkan orang sebagai partai kafir , abangan dan preman ternyata lebih ksatria dan gentle dalam menerima kekalahan.

Sepuluh tahun Megawati Sukarno Putri membawa Gerbong PDIP memilih jalan KSATRIA sebagai OPOSISI terhadap Pemerintahan SBY beserta partai koalisinya. Meskipun terasa berat namun mereka menjalani takdirnya dengan sukacita. Sekalipun berpeluh namun tidak mengeluh, sekalipun susah mereka tidak resah ketika mereka menjalani pilihan politiknya.

Tulus ikhlas tanpa trik, manuver ataupun drama picisan untuk menghambat pemerintahan SBY. Pilihannya adalah OPOSISI titik. Tak ada koalisi tak ada manipulasi. Menjadi penyeimbang tampa bimbang, memilih di luar tanpa tawar tawar.

10 tahun legowo menyerahkan posisi Ketua DPR kepada partai pemenang pemilu tanpa ragu.
Namun sekarang situasi berubah drastis membuat rakyat miris, trik, manuver dan drama picisan dipertontonkan tanpa sungkan. Tindakan yang berpotensi rusuh dilakukan tanpa rikuh.

Teriak demokrasi nyatanya hanya demi ambisi koalisi. Teriak demi rakyat nyatanya rakyat tidak sepakat.
RUU Pilkada dan MD3 adalah produk peraturan yang tak berkualitas, keberadaannya hanyalah merupakan hasil kesewenang wenangan dari diktator mayoritas,akal-akalan partai koalisi untuk memberangus demokrasi, berlandas sakit hati untuk menghambat JOKOWI.

Wahai tuan dan nyonya barisan koalisi sakit hati ,apa lagi yang akan kalian cari ? Model sinetron apa lagi yang akan kalian pertontonkan pada kami ? Melihat kalianpun rasanya enggan tanpa ampun, mendengar suaramu hati kami terasa pilu, melihat kalian tertawa hati kami tambah terluka. Muak dan bosan itulah yang kami pikirkan.
Partai kalian yang senantiasa menjual agama dan ayat membuat hati kami tambah tersayat. Partai kalian yang bangga menyebut sebagai nasionalis membuat hati kami makin menangis. Seribu satu kebaikan yang kalian ucapkan , namun perilaku kalian membuat kami terasa mencemaskan.

Membuat kami tidak habis pikir, partai yang dipercaya rakyat sebagai pemenang PEMILU, nyatanya kalian singkirkan tanpa kedudukan dan jabatan. Kok tidak merasa malu berbuat anarki di negeri demokrasi, berperilaku diktator dengan cara kotor.

Tapi sudahlah, hidup adalah pilihan dan kalian telah memilih untuk berkhianat pada reformasi dan demokrasi. Biarkan kami menentukan jalan dan pandangan politik kami. Hidup lain nafas dan matipun lain kubur, kita jalani garis takdir masing masing. Silakan kalian tertawa melanjutkan pesta pora , biarkan kami ambil jalan berseberangan sesuai garis batas yang kalian inginkan.

Saatnya rakyat menilai, siapa sesungguhnya yang berjiwa NEGARAWAN dan siapa yang berjiwa POLITIKUS MURAHAN.***

Oleh: Pardamean Benhard Silalahi‎ di Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.