Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Ketika Universitas Tidak Bisa Menampung Gejolak Kecerdasan

WARTAGAS - Ketika Universitas Tidak Bisa Menampung Gejolak Kecerdasan. Dengan adanya internet yang berisi wikipedia, project guttenberg, sampai google books, dan banyak saluran informasi lainnya seperti Khan Academy, Big Think, dsb, sebenarnya untuk menjadi cerdas anda tidak perlu kuliah, tapi perlu bisa bahasa Inggris fasih, belajar keras, tekun, dan semangat baja menjadi cerdas.

Mark Zuckerberg Pendiri Facebook Keluar dari Harvard
Mark Zuckerberg Pendiri Facebook Keluar dari Harvard

Namun kelemahan hampir semua manusia adalah kurangnya niat kuat, makanya hampir semua manusia sebenarnya butuh kuliah. Kuliah itu penting untuk networking, agar kenal dengan jaringan pertemanan dan karir yang jauh lebih luas. Agar sadar di awal bahwa kita itu bodoh, perlu belajar banyak hal. Setelah mendapatkan networking dan kesadaran akan kebodohan itu, dan timbul niat baja untuk cerdas dan berkreasi maka keluar kuliah pun sebenarnya juga tidak masalah.

75% konglomerat Amerika Serikat di bawah umur 40 tahun semuanya kuliah, namun drop out (DO), meninggalkan kuliahnya sebelum selesai untuk berbisnis dan mengejar cita-citanya. Yang jauh lebih penting dari kuliah adalah menggali sisi kreatif diri sendiri, entah itu dengan menulis, bermain musik, berbisnis, atau berkreasi dengan sains dan teknologi. Jadi kuliahlah, buktikan bahwa universitas dan ilmu-ilmunya bisa anda taklukkan, namun ketika universitas tidak bisa menampung gejolak kecerdasan anda, maka keluarlah dan tunjukkan pada dunia bahwa anda lebih cerdas dari institusionaliasi ilmu yang bernama universitas.

Ilustrasi: Mark Zuckerberg Pendiri Facebook Keluar dari Harvard
Disadur dari Wikipedia.org

Mark Elliot Zuckerberg, lahir 14 Mei 1984 adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet. Ia dikenal karena menciptakan situs jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat eksekutif dan presiden. Facebook didirikan sebagai perusahaan swasta pada tahun 2004 oleh Zuckerberg dan teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes ketika menjadi mahasiswa di Universitas Harvard. Pada tahun 2010, Zuckerberg terpilih sebagai Person of the Year versi majalah Time. Pada 2011, kekayaan pribadinya ditaksir mencapai $17,55 miliar

Zuckerberg adalah anggota Alpha Epsilon Pi. Pada awalnya Mark Zuckerberg hanyalah seorang mahasiswa dari Universitas Harvard. Zuckerberg lalu membuat suatu sistem jejaring sosial untuk kelasnya. Tetapi setelah ia membuat sistem tersebut, ternyata semakin banyak saja orang yang tergabung didalamnya. Sistem itu lama-kelamaan telah menjaring universitas terdekat dari tempatnya kuliah, dan inilah awal dari Facebook yang kita kenal saat ini.

Dari situasi inilah, Zuckerberg berinisiatif untuk mengembangkan sistem jejaring tersebut. Mula-mula Zuckerberg mengembangkan sistem ini dan memberi nama Facebook. Zuckerberg dan kawan-kawannya lalu menyewa tempat di Palo Alto, California sebagai tempat untuk mengembangkan Facebook. Karena keasyikan untuk mengembangkan proyek Facebook, maka Zuckerberg lupa akan kuliahnya. Zuckerberg dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit antara memilih pendidikannya atau bisnis proyek yang sedang dia kembangkan. Dengan sikap yang optimis Zuckerberg dan kawan-kawannya memilih untuk meninggalkan kuliah mereka, dan memfokuskan diri pada proyek Facebook tersebut.***

Catatan: Pardamean Benhard Silalahi dalam Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.