Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Menyingkap Misteri Jam 12 Malam di KPUD Kota Pematangsiantar

WARTAGAS - Peristiwa yang terjadi di KPUD Siantar, Selasa dini hari (28 July 2015.00.00 WIB), dengan ditolaknya Pendaftaran “Paslon” Surfenov Sirait – Parlin Sinaga, mendapat tanggapan dan perhatian dari berbagai kalangan.tidak hanya dari warga pematangsiantar setempat, tapi juga dari warga Siantar yang berdomisili di luar kota siantar bahkan juga para Netizen yang di “Sosmed” khususnya Facebook, banyak yang membicarakan dan mendiskusikan mengenai keputusan penolakan pendaftaran “PASLON” Surfenov Sirait – Parlin Sinaga yang dilakukan oleh KPUD Kota Pematangsiantar.

Menyingkap Misteri Jam 12 Malam di KPUD Kota Pematangsiantar.
Ilustrasi oleh Ian Simatupang

Berbagai tanggapan dan analisapun bermunculan. Ada yang pro dan ada yang kontra. Tentu itu adalah hal yang biasa dalam pembahasan/pembicaraan satu satu masalah yang terjadi di tengah tengah masyarakat luas.

PRO
Bahwa Keputusan penolakan yang dilakukan oleh KPUD Kota Pematangsiantar sudah benar dan sudah sesuai dengan mengacu pada PKPU Nomor 9 dan PKPU Nomor 12 tahun 2015.

KONTRA
Seharusnya KPUD Kota Pematangsiantar ,tidaklah begitu kaku dengan PKPU Nomor 9 dan PKPU Nomor 12 tahun 2015. Dan juga Surat KPU RI Nomor 402 yang ada. Bukankah Surfenov Sirait telah memiliki Surat Rekomendasi dari Partai Golkar kubu “ARB” tertanggal 25 juli 2015 serta Surat Kesepakatan Bersama Tim 10 antara kubu “ARB” dan kubu “AL” yg ditandatangi oleh MS. Hidayat sebagai Ketua dan Yoris Raweyai sebagai Wakil Ketua yg dimana surat tersebut merupakan hasil dari finalisasi Tim 10 tentang nama nama Calon Kepala Daerah yang diusung oleh Partai Golkar untuk diserahkan kepada KPU pusat dan dalam surat kesepakatan tersebut jelas tertulis mendukung Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar adalah Surfenov Sirait dan Parlindungan Sinaga.

Warga Rantau/Netizen
Setidaknya KPUD Kota Pematangsiantar, bisa memberikan angin segar dan warna yang berbeda dengan tidak mengesampingkan maksud dan tujuan diadakannya PILKADA SERENTAK THN 2015 INI.KPUD Kota Pematangsiantar harusnya bisa berfikir Objektif dan fleksibel dalam menentukan sikap dalam mengambil suatu Keputusan. Jangan asal main tolak dan cut saja.Sebab apa yang telah dilakukan oleh KPUD Kota Siantar, dengan menolak Paslon Surfenov Sirait – Parlin Sinaga sudah merupakan refeleksi “pembunuhan” baik itu pembunuhan Karir maupun Harkat dan Martabat.Apalagi dari pihak Pengurus Partai pengusung Paslon yang bersangkutan, sudah meminta dan memohon agar diberi kelonggaran sekali lagi pengunduran waktu kurang lebih 30 menit dari jam 00.00 yang disepakati mengingat Surat Rekom yang dimintakan oleh KPUD tersebut sedang dalam pengiriman/ proses pencetakan.

Lantas apakah dalam hal ini pihak KPUD Kota Pematangsiantar memang benar benar tidak dapat lagi mentolelir apa sebenarnya yang terjadi di lapangan? Harus segitunyakah…? Atau memang ada udang dibalik Rempeyek..? Ach..sangat disayangkan kalau memang masih saja kita tetap tidak bisa membedakan antara "Ketegasan dan Kekakuan". Sementara balon dari jalur independent yang sudah pasti banyak ditemukan kekurangannya terlebih mengenai data-data yang mendukung masih diberi kesempatan untuk mengikuti proses sampai tanggal yang ditentukan untuk melengkapi kekurangan-data-datanya. Sebenarnya ada apa…? Apakah ada Mafia mafia berdasi yang sedang bermain dibelakang ini semua..?

Tapi kalau pengamatan saya..sepertinya ada upaya upaya untuk mengikat Sang Kuda Hitam agar tidak keluar dari Kandangnya. Mengingat sepak terjang si Kuda Hitam memang sangat diperhitungkan bilamana dilepas di Arena Bebas lepas.

Tulungagung, 30 July 2015 at.14.15 PM
Oleh: Ian Simatupang
loading...

No comments

Powered by Blogger.