Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Acara Ritual Masihutu Hutuan - Catatan Tentang Indahnya Kebersamaan

WARTAGAS - Seperti biasanya ke tiga sahabat ini Op Si Marnakkok boru, Op Si Pelo boru, dan Nai Goje kebayakan menghabiskan waktunya dengan acara cuap-cuap dan 2 kali seminggu mereka melakukan ritual masihutu-hutuan di tangga rumahnya Op Si Marnakkok. Harap maklum ketiga sahabat ini sudah lama menjadi anggota PARMASI (Par Masak Sandiri) karena anak2nya semua sudah merantau.

Ritual Masihutu-hutuan "mencari kutu rambut" - ini yang sering terliahat di kampung-kampung, disaat para ibu-ibu mengisi waktu luang sambil ngerumpi
Ilustrasi: Ritual Masihutu-hutuan "mencari kutu rambut" - ini yang sering terliahat di kampung-kampung, disaat para ibu-ibu mengisi waktu luang sambil ngerumpi. (Foto: google.com)

Dalam sebuah ritual masihutu-hutuan terjadilah acara cuap-cuap tentang para calon walikota di kampung mereka (disini mereka ini tdk mengenal istilah balon), layaknya hiruk pikuk cerita balon di salah satu Grup ternama dari kota mereka itu.

Demikianlah isi acara cuap-cuap nya...

Engggg... Ingggg... Enggggg

Op Marnakkok: Nai Goje, jadinya kau ke rumah nya orang Si Pita waktu datang calon walikota itu? apalah katanya?

Nai Goje: Jadi lah namboru, kata si calon itu, katanya semua parlapo tuak dan peminum tuak dan keluarganya akan diberi kemudahan dalam pelayanan kesehatan, dan kita tanam bagot di belakang rumah kita, biar bisa kita jual ke paragat, makanya kalok lah Bapak si Goje ini masih hidup mau ku buka lagi lah kode tuak kami itu.

Op Marnakkok: Tak usah tok ulu mu disitu Nai Goje, jadi peminum tuak ajalah kita.

Nai Goje: Betul kali katamu itu namboru , hasil penjualan bagot yang kita tanam kita beli 1 gelas tusornya pak Bondol sudah jadi anggota kita. (sambil meletakkan kutunya Op Pelo diantara kuku jempolnya,, terdengar suara krekkk...)

Op Pelo: Eda Oppung Ni Marnakkok, 4 hari lalu juga aku di undang edaku Op Si Pultak, ada katanya pertemuan di rumah itonya, calon walikota itu bilang kita akan mendapat bibit ayam kappung, karena sekarang kota ini kekukarangan ayam kappung dan telor ayam kappung. Kurasa cocoklah ini, biar hasil penjualan manuk dan tolor itu bisa kita pake beli tusor kita.

Op Marnakkok: Aku pun 2 hari yang lewat, di panggil ito Si Palakka ke rumahnya, ada katanya calon yang mau berkenalan. Katanya kita perlu tanam cabe, tommat, terong di depan atau di belakang rumah kita, kurasa cocok lah itu, kalau kita nanti minum tuak sudah ada tambul ayam dan bumbu nya, jadi tak usah kita beli, uang kiriman anak kita itu bisa kita tabung.

Langsung Op Pelo dan Nai Goje,,, setuju dengan kata si Op Marnakok itu bah,, sambil berkata: itulah kita buat...

Acara ritual masihutu-hutuan tetap jalan... dan secara tiba-tiba Nai Goje nyeletuk...

Nai Goje: Tapi namboru, aku jadi bingung lah, soalnya 2 hari yang lalu datanglah telepon paramanku si David Smara yang par Sipinggol-pingol itu, sekarang dia sudah di Jakarta , paramanku itu bilang : Namboru kalau mau pilih walikota : lihat dulu apa pisi missi nya.... tak ngerti aku apa atcutnya paramanku itu.. padahal tak pernah di katakan si Walikota Tuak itu pisi misi waktu kami bertemu.

Op Pelo: Bah kok serupalah kita nai Goje, itoku si Tagor Sidabutar juga bilang gitu, lihat pisi misi si balon itu.. bingung lah aku. Gitu juganya si Walikota yang cerita manuk itu, tak pernah kudengar apa pisi misinya...

Op Marnakkok: Bah, asing pulak sama yang dibilang berekku si Gorga Lagit, dia bilang, yang penting lihat apa yang mau diperbuat balon itu ke masyarakat, apakah masyarakat akan lebih sejahtera dengan perbuatannya. Kurasa bereku ininya yang betul, terbukti kan tak pernah kalian dengar pisi misi dari calon-calon itu..dan akupun tak kudengar dari si wallikota tommat itu apa pisi misinya, yang kutau cuman yang mau dibuatnya.

Serentak Op Pelo dan Nai Goje menyahut: Ia lah namboru, tak tau kita apa pisi misi itu, pas lah yang dibilang si Gorga Langit itu bah : “Akan Lebih baikkah kita kalau dia sudah walikota???”

Sekarang ke tiga sahabat ini sedang bingung... soalnya ketiga calon walikota yang mereka kenal itu sama2 membawa kebaikan ke pribadi mereka bertiga, karena setelah mereka pikir pikir gabungan ketiga calon itu kalau dipadu akan seperti ini...

Hasil tanam bagot, uangnya beli tuak 1 gelas dapat pelayanan kesehatan yang baik, ditambah lagi ada tambul ayam kampung dan telornya.. ditambah lagi ada cabe tommat sebagai bumbu, dan uang kiriman anak2nya dari perantauan bisa menambah tabungan mereka.

Engg..ing..enggg.

WARNINGGG..
Dilarang meniru selain kedan ni WalMan, WakTu,WaGel dan Gatotkaca, sotung mallapak.

Oleh: Ungkap Bhs dalam Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.