Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Sengkarut Pendaftaran Calon Walikota di KPUD Siantar

WARTAGAS - Agar mudah dicerna pembaca, ilustrasinya seperti ini. Seorang pria berusaha menjadi pacar seorang wanita. Si wanita tentu mempunyai kriteria pria pilihannya. Si wanitapun menerima si pria untuk pacaran. Pertemuan demi pertemuan berlangsung dengan baik layaknya sejoli yang memadu kasih.

Sengkarut Pendaftaran Calon Walikota di KPUD Siantar - Foto: Lintas Publik
Ilustrasi - Foto: lintaspublik.com

Hari berganti bulan, tahun juga sudah terlewati waktunya untuk meminang sudah dirasakan tepat. Si priapun mengajukan permohonan untuk meminang kepada orangtua si wanita. Nasib kurang baik si pria mengetahui orang tuanya sedang proses perceraian. Si pria hanya mendapat restu dari ibunya sedang bapaknya tak kunjung didapat restunya.

Dua sejoli inipun sepakat untuk segera ke penghulu untuk mendaftarkan pernikahan. Namun karena tak kunjung dapat restu dari si bapak, si pria merencanakan orangtua si wanita hanya sebagai saksi biasa dalam pernikahan tersebut. Si pria sudah mendapatkan saksi utama tapi bukan orang tua si wanita.

Mengetahui hal ini murkalah kedua orang tua si wanita tersebut. Si wanitapun akhirnya kecewa dengan sifat si pria yang tidak menghargai orangtuanya dan memutuskan untuk tidak menikah dengan si pria ini.

Alih-alih mengoreksi kesalahannya si pria dengan sifatnya yang santun namun sangat ambisiuspun tetap datang ke penghulu dan mengancam penghulu untuk tidakenikahkan si wanita dengan siapapun.

Akhirnya si wanita yang memang cantik jelita inipun sampai sekarang tak jadi menikah walau sebenarnya dia sudah mendapatkan pria lain dan kedua orang tuanyapun menyetujuinya.

Apakah sifat si pria seperti ini bisa menjadikan Siantat Lebih Baik.

Mari kita tanya hati nurani kita. Akankah kita datang kepesta pernikahan si pria yang seperti itu?

Oleh: Sudin Maurid Sitindaon dalam Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.