Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Si Licik Ternyata Seorang Pengecut

WARTAGAS - Horas, Syalom, As. Wr. Wb., Ni Hao Ma, Sugeng Rawuh. Salam GAS. Sebuah catatan datang dari Anggota (Member / GAS Lovers) Group Anak Siantar (GAS) Media Sosial Anak Siantar dari Seluruh Penjuru Dunia di Facebook bernama Pardamean Benhard Silalahi. Adapun tulisannya adalah berjudul "Si Licik Ternyata Seorang Pengecut". Seperti apa kisahnya, simak dibawah ini.

Si Licik Ternyata Seorang Pengecut

Si Licik Ternyata Seorang Pengecut
Karena panas yang menyengat... saya sempatkan mampir ke sebuah warung di pinggir jalan.... selepas parkir... teh botol menjadi pesanan saya pada pemilik warung....

Saat itu... bukan hanya saya.. tapi ada beberapa orang lain yang juga sedang menghindari teriknya matahari.... seperti biasa.. selain melepas dahaga.. mereka sering kali melepas obrolan pada temannya mengenai pekerjaan yang dilakoni.... entah itu sekedar cerita tentang bosnya yang pelit atau mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi...

Setengah menguping, saya mendengar, “pinter juga, luh.... kalo tau caranya kaya gini.. kenapa ngga kasih tau dari dulu!”... sambil tersenyum, orang yang satunya membalas dengan nada berbangga... “kalo ngga gini, dari mana dapet tambahan!”..

Setengah melirik... saya pun melihat ada beberapa berkas yang sepertinya sedang mereka manipulasi.... entah itu nilainya atau peruntukkannya... mereka mengutak-atik sampai hasilnya terbilang masuk akal dan bisa membanggakan atasannya... plus.. bisa mengantongi sedikit “uang panas”.

Akh, mendapat “uang panas” di tengah matahari yang sedang panas... menyebut pintar orang yang memanipulasi data... ?? harusnya.. orang itu bukan disebut pintar.. tapi licik... bedanya memang tipis.. sama-sama terbilang pandai.. tapi orang licik menggunakan kepandaiannya untuk memutarbalikkan fakta... berbuat curang... dan berlaku culas....

Samarnya interpretasi.. membuat orang menisbikan arti dari kedua kata tersebut.... bahkan.. sering tak tahu bedanya... padahal.. artikulasinya jelas berbeda arah dan sisi... si Pintar dan si Licik.. sama-sama pandai dalam mencari solusi dari masalah yang dialaminya... tapi, si pintar mencari jalan keluar dengan cara yang positif.. sedangkan si licik pandai menemukan jalan keluar melalui cara yang negatif... si pintar menguntungkan orang lain, sedang si licik merugikan orang lain...

Kembali pada drama warung kopi di atas.... mendengar obrolan mereka, saya sendiri tidak heran... karena sekarang ini memang banyak orang yang merasa pandai padahal mereka itu licik... mereka saja yang merasa pandai.. tapi sebenarnya mereka itu adalah orang yang mudah menyerah, penakut.. dan gampang kalah... mudah menyerah mencari jalan dengan cara yang positif... penakut mencari uang yang halal.. gampang kalah mencari solusi sesuai aturan berlaku...

Mereka-mereka inilah yang senang “menggerogoti”, mencari jalan pintas, dan menghalalkan segala cara... bangga dengan hasil kerjanya yang terlihat bagus, padahal kropos tanpa tulang... senang “menjilat” orang lain di atas data yang mereka manipulasi sendiri, padahal itu artinya mereka berbohong pada diri sendiri.... berbohong sering kali menjadi kendaraan si licik dalam mengubah makna tersurat....

Oleh: Pardamean Benhard Silalahi dalam Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.