Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Siantar Menuju Kota Pendidikan

WARTAGAS - Sebagai kota pendidikan maka akan datang ribuan mahasiswa dan pelajar dari luar daerah. Mereka datang sebagai pelajar/mahasiswa, tentu saja membawa uang untuk dibelanjakan di kota tempat mereka belajar.

Siantar Menuju Kota Pendidikan - Ilustrasi Anak Sekolah Pulang Sekolah
Ilustrasi Anak Sekolah (Pelajar) Pulang Sekolah (Google)

Siantar jadi kota pendidikan maka sektor riil ekonomi akan menggeliat, contohnya usaha rumah kost, warung makan, fotocopy, bengkel sepeda motor, gerai pulsa dan hp, warnet, toko buku-alat tulis dan masih banyak lainnya.

Seandainya 10.000 pelajar/mahasiswa datang dari berbagai kota lain, itu berarti kota-kota tersebut berpartisipasi mendongkrak kota pendidikan. Perlu diketahui bersama, sebuah Kota Pendidikan sulit dilanda resesi/krisis ekonomi, karena pelajar/mahasiswa akan tetap mendapatkan kiriman uang dari orang tuanya yang tinggal di kota lainnya.

Kota Siantar dahulu menjadi kota pelajar yang terkenal untuk daerah sekitarnya. Namun dengan berdirinya sekolah yang bagus seperti SMAN 2 Soposorung terlihat penurunan kualitas pendidikan kota Siantar walau demikian Siantar sebagai kota pelajar masih mempunyai daya yang cukup untuk daerah lainnya. Kualitas pendidikan yang menurun bukan disebabkan oleh mutu yang diberikan oleh sekolah tetapi lebih disebabkan seleksi pelajar terbaik telah diterima ditempat lain.

Konsep Pendidikan yang dibuat di kota Siantar harus bisa menumbuhkan ide dan kreatifitas masyarakat sehingga imajinasi dan idealisme budaya dibangkitkan dengan demikian karakter lokal yang kurang baik juga dapat diperbaharui. Bangun dan kembangkan budaya lokal dalam ranah pendidikan. Pemerintah juga harus secara optimal menhilangkan komersial dari institusi pendidikan.

Institusi pendidikan dan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan harus berani berargumen terhadap standarisasi pendidikan nasional agar terjaga kreatifitas dan kemerdekaan institusi pendidikan lokal. Bila memang diperlukan konsep pendidikan diberikan payung dalam bentuk Perda.

Berikut ini salah satu contoh kemerdekaan institusi pendidikan lokal yang dulu sering bertentangan dengan standarisasi pendidikan nasional bahkan ditentang pemerintah daerah melalui dinas pendidikan, yakni

Ujian hanya berisi 1-3 soalan setiap mata pelajaran dimulai dan berlangsung hanya dalam 5 menit. Untuk pelajaran Matematika biasanya nilainya hanya 0 dan 10, jawaban benar cara pengerjaan tidak sesuai dengan yang diajarkan tetap bernilai 0.

Bagi mata pelajaran tertentu dibuat ujian yang menghafal 1 halaman berikut dengan tanda baca dan tata Bahasa dan penulisan kata yang tepat. Mata pelajaran wajib menghafal golongan unsur kimia. Pelajaran bahasa asing dipelajari dengan menggunakan bahasa asing saat proses belajar.

Selain itu, sekolah tersebut memunculkan kompetisi murid untuk menjadi yang terbaik. Setiap kelas diperhatikan tingkat kecerdasan siswanya semasa mendaftar menjadi siswa. Siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan tinggi tidak ditempatkan sekelas dengan siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan yang sedang atau rendah.

Dengan demikian metode pendidikan yang diberikan juga sesuai dengan kapasitas kecepatan siswa dalam menangkap mata pelajaran yang diajarkan. Pendidikan olahraga dan seni menjadi bagian dari mata pelajaran sekolah namun siswa juga diberikan insentive untuk mengikuti ekstrakurikuleh olah raga dan seni.

Peralatan olah raga dan seni juga difasilitasi oleh sekolah. Fasilitas sekolah tersebut sangat lengkap mulai dari Laboratorium, Komputer, Lapangan Bola, Lapangan Basket, Lapangan Volly dll. Prestasi sekolah tersebut baik dari segi pendidikan, seni maupun olah raga selalu terdepan. Merindukan kemerdekaan institusi pendidikan yang seperti ini.

Saat ini menurut data statistic jumlah sekolah menurut tingkatannya 2013 yaitu, SD negeri 119 sekolah dan swasta 49 sekolah, SLTP negeri 14 dan swasta 36 sekolah, SLTA negeri 10 dan swasta 60, Perguruan Tinggi negeri 0 dan swasta 18. Dari 70 sekolah SLTA sekarang ini hanya SMAN 4 Siantar yang masih termasuk dalam 10 sekolah terbaik di Sumatera Utara. Dan hanya SMAN 1 Medan termasuk dalam 10 kandidat sekolah terbaik di Indonesia.

Adanya keinginan masyarakat Siantar untuk memiliki Universitar Negeri juga menjadi suatu tantangan bagi walikota. Menilik kepada ruang yang tersedia di Siantar Marihat adalah tempat yang sesuai menjadi tempat pendidikan.***

Oleh: Sudin Maurid Sitindaon‎ dalam Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.