Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Siapakah Sesamaku? - Sebuah Bahan Renungan

WARTAGAS - Siapakah Sesamaku? Kata-kata ini sering di sampaikan dari mimbar, baik oleh kaum awam, pengurus rumah ibadah dan bahkan pemuka agama alias si boto surat.

Siapakah Sesamaku? - Sebuah Bahan Renungan - Bantulah Orang Yang Kesusahan dan Jangan Pernah Bosan berbuat Kebaikan
Sebuah Ilustrasi

Peristawa tanggal 25 Agustus lalu saat menghadiri pesta pernikahan bere (ponakan) kami di Juma Teguh, Sidikalang Dairi. Saat pihak suhut (tuan rumah) mangulosi boru nasida alias Penganten. Ada dua orang yang menyawer uang 100ribu dan 50ribu. Semua rombongan berusaha mendekat kepada si penyawer untuk mendapatkan lembaran uang tersebut dan saling berebut.

Saya jadi teringat cerita di Kitap Injil pada masa pelayanan Yesus (Isa Almasih) tentang keberadaan kolam Bethesda yang pada masa itu dipercayai dapat memberikan kesembuhan segala penyakit bagi siapa saja yang terlebih dahulu menjatuhkan dirinya kedalam air kolam tersebut. Namun mungkin karena miskin jadi tidak ada yang mau menemani dan menolong untuk menceburkan dia ke kolam saat air itu bergonjang.

Saat orang banyak bergelut untuk mendapatkan lembaran uang yang di bagi bagikan, ada seorang ibu muda yang cacat kakinya serta penampilan yang kumal mencoba mendekati si ibu yang membagikan uang 100ribuan itu dan menyentuh punggung ibu itu untuk mendapatkan perhatian agar diberikan lembaran uang itu. Namun si ibu pemberi uang tersebut hanya menoleh sejenak dan kemudian bergerak maju menghindari si peminta belas kasihan tersebut. Dan temannya datang menghampirinya dengan mempertontonkan uang 100ribu dan 50ribu yang di dapatkannya namun tidak bersedia untuk berbagi.

Saya memperhatikan wajah si ibu sangat sedih dan kecewa. Kemudian saya bergegas menembus keruman orang dan menyatakan kepada ibu si pemberi uang tsb bahwa dia sudah mengecewakan hati orang yang sangat berharap akan bantuan. Kemudian dengan rasa berat hati si ibu tersebut menyerahkan 1 lembar uang 100rb kepada pamoruannya (menantu atau orang yang menikahi anak perempuan yang semarga dengan suaminya) dan mengikuti saya untuk bertemu serta menyerahkan uang itu kepada si ibu yang kurang beruntung tadi.

Setelah menerima uang tsb, ibu tadi tersenyum bahagia dan memandang kepada saya serta raut wajahnya seakan menyampaikan rasa terimakasih kepada saya yang memperhatikan dirinya. Dan saat hendak pulang kami berpapasan di jalan lalu dia menceritakan kepada keluarganya tentang apa yang telah saya perbuat.

Demikianlah kasih manusia saat ini. Sering melihat objek, tidak tulus untuk menolong. Mari kita peka kepada sekeliling kita, bukan hanya hadir di suatu tempat, tapi ikut berperan dalam setiap kegiatan serta menolong orang yang berkesusahan atau kecewa. Semoga kita bisa jadi berkat bagi siapapun di sekitar kita. Amin.

Apakah ada yang ingin bersamaku? Siapakah Sesamaku? Semoga itu Anda. Salam.***

Penulis: Hulman Sitorus dalam Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.