Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Si Topi ni Dayok: Edisi aku, kau, kita dan GAS.

WARTAGAS - Perjalanan yang singkat menghasilkan 8.500 an members, membuat group ini dipertanyakan berbagai kalangan, menjadi buah bibir, dan laris manis.

Si Topi ni Dayok: Edisi aku, kau, kita dan GAS.
Ilustrasi: Pelangi (Foto: Facebook/GAS)

Group yang mulanya mencari, kini menjadi di cari. Suasana persaudaraan yang kental membuat dianya jadi terkenal dan tak heran juga jika ada yang "merasa" ditinggalkan.

GAS menjadi warna tersendiri di Sosial Media (Sosmed) ala Siantar, SUMUT dan bahkan di Republik ini. Asli anak Siantar, atau hanya sekedar mengenal Siantar, namun itu tak menjadi persoalan. Karena disini bukan itu di nomor satukan.

Berbagai macam suku bangsa ada di sini, berbagai anak daerah yang berada di luar ada di sini, berbagai Agama ada di sini, dan berbagai kelompok juga ada disini.

GAS menjadi "Cair" saat berbagai generasi ada di dalamnya.

Tak pandang usia, muda dan tua, bahkan yang tua juga menjadi muda di sini, dan tak jarang yang muda juga menjadi "Tua". Hehehe...

Saat politik menjadi komsumsi publik saat ini, mau tak mau GAS juga harus ikut "memakannya".

Tentunya, ada rasa manis, asam, pedas, hambar dan sebagainya, namun koki-koki di GAS, berhasil meramunya kembali untuk menjadi "santapan" yang layak dan terasa di lidah kita semua.

Persaingan pastinya semakin lebih tinggi, diantara yang suka maupun tak suka, diantara kekuatan dan kekuasaan yang ada.

GAS tetap berjalan. Karena kami tau koki-koki di GAS juga members-nya, punya perbedaan pilihan. Mulai dari yang malu-malu, mencoba netral, atau yang berani blak-blakan menentukan pilihan.

Persaingan Group lainnya yang tak suka terhadap GAS semakin jelas, mungkin karena tak sepaham. Fitnah, Sindiran, Kritik pesanan, Petuah perorangan, sampai pada ancaman. Menjadi sarapan harian. Aksi cibiran. Protes postingan dan koment di luar nalar pun berhampiran.

Ada yg menanggapi dengan suka, canda, dan tawa. Ttak sedikit yang menanggapinya dengan bahasa, "ise roha, inilah anak Siantar, jangan dipancing, nanti bergetar seperti rasa Andaliman..."

Namun pastinya tak ada Gading yang tak retak, itu peribahasa, kita sebagai keluarga di group ini, harus bisa saling mengasihi, mengingatkan. Dan membahasakan ‪#‎Damai‬ kita spanjang hari.

Semoga kedepan GAS bisa tetap menjaga slogannya untuk kebersamaan dan kekeluargaan. Akhir kata penulis ingin memberi sebuah kata kata yang di tulis sendiri:

"Jadilah Pelangi yang datang setelah berkahnya Hujan. Indah, dan selalu dirindukan orang, karrna pelangi tak pernah hilang".

Salam, Horas.

Penulis: Si Topi ni Dayok
loading...

No comments

Powered by Blogger.