Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Jokowi Minta Importasi Ilegal Dibabat Habis

WARTAGAS - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proses perdagangan dan importasi ilegal yang masih kerap terjadi di Tanah Air segera dibabat habis. Karena, importasi ilegal tersebut bisa mematikan produsen dalam negeri.

Jokowi Minta Importasi Ilegal Dibabat Habis
Presiden Joko Widodo (Foto: Google.image)

Jokowi mengatakan, matinya produsen dalam negeri disebabkan karena tidak bisa bersaing dengan produk-produk ilegal tersebut. Saat ini, beberapa barang yang masih banyak diselundupkan tersebut antara lain kosmetik, elektronik hingga produk pangan seperti beras.

"Karena, pertama ini bisa merusak industri kita, melemahkan industri kita," katanya dalam rapat terbatas (ratas) perdagangan dan impor ilegal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Menurutnya, jika penyelundupan barang secara ilegal ini tidak segera dihilangkan maka orang akan malas berproduksi, hingga pada akhirnya akan mengganggu pasar dalam negeri dan keuangan Indonesia.

‎"Sebab itu pada kesempatan yang baik ini ‎saya ingin agar ada langkah konkret. Ini akan memperbaiki neraca perdagangan kita kalau bisa dikerjakan dengan baik‎," kata Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, ada 13 perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) di Tanah Air diambang kebangkrutan, lantaran banyaknya produk tekstil bekas ilegal yang beredar di Indonesia.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan setidaknya ada 17 perusahaan yang bergerak di bidang TPT mengalami kesulitan. Delapan di antaranya telah menurunkan volume, lima perusahaan menyatakan akan ditutup dan empat perusahaan telah tutup.

Artinya, lanjut dia, saat ini ada 13 perusahaan TPT diambang kebangkrutan. Untuk itu, pihaknya akan fokus mencari solusi untuk 13 perusahaan tersebut agar tidak benar-benar bangkrut.

"Kita akan fokuskan‎ ke 13 perusahaan itu dulu, nanti tanggal 15 (Oktorber 2015) setelah kita ketemu di Semarang, selama satu minggu kita akan panggil mereka," katanya di gedung BKPM, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Adapun 17 perusahaan yang telah melaporkan kesulitannya tersebut mayoritas di Pulau Jawa seperti di Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Selain maraknya produk tekstil ilegal, sambung Franky, terancamnya 13 perusahaan tekstil tersebut lantaran bahan baku dari impor. Sementara, daya beli masyarakat kini tengah mengalami penurunan.

"‎Mereka kesulitan bahan baku impor, market dalam negeri turun, ekspor turun, banyak produk ilegal. Lebih banyak yang saya ketemu dari Bandung," imbuh dia.

Sumber: Sindonews.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.