Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Pasangan No 2 Manis Masih Uratan Pertama Diikuti No 4 Westo Menuju Pilkada 2015 Siantar

WARTAGAS - Pilkada Kota Siantar bermacam ragam strategi diluncurkan tapi tidak ada 1 pun yang bisa melawan strategi petahana. Hingga saat ini petahana masih memegang juara 1 dilaut dan di udara. 
Calon Walikota Wesly Silalahi diperkirakan lawan terberat Calon Walikota Hulman Sitorus - Pasangan No 2 Manis Masih Uratan Pertama Diikuti No 4 Westo Menuju Pilkada 2015 Siantar
Calon Walikota Wesly Silalahi diperkirakan lawan terberat Calon Walikota Hulman Sitorus

Hasil dari survey kita dengan populasi penyebaran 1200 samplle di 8 kecamatan dan 53 kelurahan, saat ini pasangan calon no.2 manis masih memegang lapangan udara dan laut, artinya posisi jendral kota Siantar masih ditangan si Manis pasangan calon (paslon) No. 2 (Hulman Sitorus dan Hefriansyah).

Menurut saya wajar saja, dengan gerakan-gerakannya saat ini mampu mengambil simpati masyarakat dan melupakan yang masa lalu. Tim TPS yang di handle para RT mampu mengendalikan suara sang penerima bansos, sedangkan tim independent di tiap TPS mampu melakukan rekrutan dengan suara pasti.

Selanjutnya posisi Westo paslon No.4 (Wesly Silalahi dan Sailanto), walau ketinggalan jauh dengan petahana itu sah-sah saja, karena petahana lebih dikenal masyarakat siantar, strategi blusukan westo sudah baik, gerakan pendekatan langsung masyarakat maksimal sehingga memberi simpati kepercayaan masyarakat kepada paslon, akan tetapi disisi lain, tim Westo melakukan pengerucutan tim sampai tingkat TPS berjumlah 1. Akibat perubahan ini, banyak terbentuk barisan sakit hati sehingga mengakibatkan menurunkan kredibilitas Westo sebagai petarung Pilkada. Merebaknya isu lapangan tentang Tim centre ring 1 sehingga menghilangkan rasa simpati ke Westo. Hal ini Westo menang di blusukan tapi kalah di gerakan tim sehingga timbul isu miring.

Diurutan ke 3 disusul tim paslon No. 3 TRS (Teddy Robinson Siahaan dan Zainal) dengan strategi blusukannya. Sempat beberapa kali survey dipegang TRS akan tetapi lambat laun hilang ditelan air dikarenakan turunnya tingkat kepercayaan publik. Posisi ketiga mungkin sama dengan nomor urut 3 yang dipegang beliau. Akan tetapi kelemahan kembali dialami pasangan ini sama seperti pasangan sebelumnya, terjadi perubahan tim dan banyaknya tim yang keluar. Adanya riak-riak pada tim sukses khususnya di posisi centre sehingga muncul barisan barisan sakit hati selanjutnya menjadi lawan politik di akar rumpun, hal ini menyebabka pelemahan suara paslon dengan nomor urut 3 tersebut. Janji-janji yang berlebihan membuat perubahan pola pikir masyarakat berubah dalam hal dukungan. Dari segi simpati masyarakat pun berkurang. Sehingga pasangan ini harus kerja extra untuk membuat strategi baru dan melakukan pembenahan dari segala lini.

Diurutan ke empat berada pada pasangan No. 1 Sujud, mungkin saat ini pasangan Sujud adalah salah satu pasangan yang perlu diperhitungkan dengan gerakan bawah tanahnya dan tim yang siap dilapangan untuk memenangkannya. Gerakan sunyi senyap tapi terasa itu membuat Sujud tidak tampak populer dibandingkan ke 3 pasangan lainnya akan tetapi perlu di ingat, Sujud berhasil meraih suara independent sebanyak 24.049 orang. Walau suara itu kita ragukan tapi kita beri apresiasi dengan kata "SALUT". Artinya bisa saja moment pilkada dari pasangan ini tidak main gerak untuk mencari popularitas tapi gerak di serangan lain. Siapa yang tau, jika dilihat dari cara Tim sujud maka gerakan tim sujud ini akan tampak pada 1 minggu sebelum hari H.

Petarung tambahan

Petarung yang baru ini masuk atau dipaksa masuk inipun disegani lawan lawan nya dilapangan apabila terjadi penetapan paslon Survenof Sirait dan Parlin Sinaga (SSPS) untuk No. 5. Ini disebabkan karena calon tunggal dari segi statuta agama. Kalau bahasa politiknya sering dibilang berkedok agama. Untuk meraih suara, akan tetapi walaupun begitu tidak memberi jaminan kemenangan pada saat pilkada.

Analisa ini simple. Kita asumsi saja masyarakat agama muslim di Siantar 50%. Kondisi lapangan kita tau, bahwa semua paslon memiliki wakil nya umat muslim. asumsi 50% ini, kita asumsikan untuk paslon no.5 mendapatkan 15% suara umat muslim, nah 35% di ke empat kandidat lainnya yang sudah menjadi tim sukses dan keluarga mereka. Jika total dari 15% yang diasumsikan maka belum tentu menang. Karena kemunculan pasangan baru ini akan membentuk peta-peta baru dalam pilkada. Dan risiko yang diterima adalah tim Sujud memiliki peluang menang tanpa pecahan suara.

Tapi kawan kawan semua, survey dan analisa ini masih dapat berubah. Intinya adakah yang mampu melawan petahana atau tidak. Saya menulis ini hanya sekedar memberi nasehat dan peringatan. Bukan maksud agar ormas barisan relawan Jokowi yang di Siantar digandeng. Karena kami punya analisa tersendiri dalam menentukan sikap, dan punya strategi tersendiri untuk memenangkan pilkada ini.

Selamat bertarung kawan-kawan semua. Membara.

Hormat saya
Andrew T. Panjaitan.ST.
Ketua DPC BARA JP Kota P.Siantar.
loading...

No comments

Powered by Blogger.