Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Lulus Kuliah, Cari Kerja Pertama di Korporat atau Startup?

WARTAGAS - Mencari pekerjaan pertama bagi lulusan perguruan tinggi adalah satu tahap hidup yang menimbulkan kegalauan. Korporat mungkin menjanjikan kemapanan, tapi startup menawarkan tantangan bagi mereka yang berjiwa muda.

Lulus Kuliah, Cari Kerja Pertama di Korporat atau Startup?
Ilustrasi (google.com)

Tesong Kim, pendiri sekaligus Chief Executif Officer VIP Plaza memulai di Rakuten, sebuah portal belanja online asal Jepang yang kini juga telah berekspansi ke Indonesia. Saat ditanya kenapa ia memilih untuk bekerja di korporat lebih dulu daripada membangun startup-nya sendiri? "Awalnya saya tak tahu apa yang harus dilakukan," katanya di sela Tech in Asia di Balai Kartini, Jakarta, Kamis 12 November 2015.

Bagaimanapun, Kim banyak belajar dari pekerjaannya di Rakuten. Ilmu itu jadi modal besar saat akhirnya dia membangun startup sendiri. Kini, Kim telah memiliki 200 karyawan di VIP Plaza.

Sementara Faustine Tan yang mendirikan HotelQuickly mengatakan bahwa startup memungkinkan orang untuk mencoba berbagai hal. Di startup, karyawan lebih dimungkinkan untuk bereksperimen dengan berbagai posisi.

Hal ini berbeda dengan bekerja di korporat. Karyawan dibatasi untuk mengerjakan hal yang berhubungan dengan divisinya saja. "Startup akan membantu menemukan apa yang menjadi passion kita," ujarnya.

Bagaimanapun, Kim dan Tan menyatakan bahwa kedua jalan tersebut pada dasarnya adalah pilihan yang baik. Bekerja di startup memberikan kamu kesempatan untuk berkembang dengan leluasa dan mendapatkan akses langsung kepada manajemen puncak. Sedangkan korporat memiliki jenjang karier yang lebih pasti, namun kamu akan sulit untuk berhubungan langsung dengan manajemen teratas.

Dari segi intensitas kerja, keduanya sepakat bahwa startup bukan tempat untuk santai-santai. Di sebuah startup, setiap anggota merupakan bagian penting maka "kemalasan" seseorang akan dirasakan seluruh tubuh startup. "Ini bukan berarti orang bisa bersantai-santai di korporat, tetapi pengaruh kinerja di startup memiliki dampak yang besar terhadap tim, positif maupun negatif," kata Tan.

Tan sendiri memiliki pengalaman bekerja sejak di bangku kuliah. Pengalaman itu penting, sebab apa yang didapat di bangku kuliah belum tentu bisa sepenuhnya diterapkan di dunia kerja. "Saya tidak melihat indeks prestasi seseorang ketika melamar," kata Tan. Kim pun setuju, "Banyak faktor selain nilai yang baik."

Bagaimana, apakah kamu akan terjun ke dunia startup atau "mencuri ilmu" di korporat terlebih dahulu?** (PingitAria/Tempo.co)
loading...

No comments

Powered by Blogger.