Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Baharuddin Lopa, Singa Pemangsa Para Koruptor

WARTAGAS - Di Istana Negara, beberapa saat sebelum Pak Baharuddin Lopa wafat, Gus Dur terhenyak, lalu Gus Dur masuk kamar dan mengurung diri, kemudian Gus Dur keluar dengan bersimbah air mata. Lalu Gus Dur berkata: "Malam ini, salah satu tiang langit bumi Indonesia telah runtuh."

Baharuddin Lopa, Singa Pemangsa Para Koruptor
Baharuddin Lopa

Tidak ada yang paham ucapan Gus Dur. Baru sekitar pukul 11 malam, akhirnya semua paham bahwa yang dimaksud Gus Dur "tiang langit" itu adalah Pak Baharuddin Lopa. Kejernihan hati Gus Dur mampu menangkap sebuah kejadiaan luar biasa yang belum terjadi, padahal itu 3 jam sebelum berita wafatnya Pak Baharuddin Lopa sampai ke Istana.

Indonesia begitu kehilangan sosok yang teramat jujur yang begitu berani menegakkan keadilan. Seorang mantan Jaksa Agung dan Menkumham yang tinggal di rumah sederhana dan hanya memiliki kendaraan mobil kijang satu-satunya yang beliau beli secara kredit.

Menteri yang melarang istrinya menggunakan mobil dinas untuk belanja ke pasar. Menteri yang melarang anak buahnya menggunakan motor dinas untuk kepentingan pribadi. Menteri yang membuat pegawai kasir terheran-heran karena membelikan mainan untuk cucunya hanya yang seharga Rp. 7.500. Menteri yang menolak cek pemberian senilai puluhan ribu bahkan ratusan ribu dollar dari siapapun.

Keberaniannya dalam menegakkan keadilan di negeri ini TIDAK bisa dibeli. Teramat sulit menemukan sosok yang serupa dengan Pak Baharuddin Lopa. Dihadapan para koruptor beliau adalah singa yang sangat buas yang siap memangsa mereka, tidak pernah takut berhadapan dengan siapapun pejabat yang korup. Itulah mengapa beliau begitu dimusuhi oleh para durjana perampok uang rakyat di negeri ini.

Kematian beliau seperti kematian Pak Munir yang begitu banyak menyimpan misteri. Beliau divonis meninggal karena serangan jantung padahal catatan medis beliau tidak menyebutkan bahwa beliau memiliki bahkan gejala penyakit tersebut.

Bagiku beliau MATI SYAHID karena prinsipnya: "Jangan pernah takut dalam menegakkan keadilan dan jangan takut MATI demi menegakkan keadilan" (Baharuddin Lopa)


Oleh: Ali Valentino
Sumber: Facebook Ali Valentino
loading...

No comments

Powered by Blogger.