Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Danau Toba Jadi Monaco atau Macao

WARTAGAS - Tulisan ini merupakan hasil postingan Akun Facebook yang berinisial Bung Joss yang sudah tersebar diberbagai Group Facebook. Kebenaran postingan ini dibagikan di Group Anak Siantar (GAS) dan menjadi bahan diskusi menarik.

Wisatawan dimintai Rp. 100.000,- Untuk Masuk Wisata Danau Toba - Di Pelabuhan Ferry Ajibata.
Foto: Kendaraan Antri Di Pelabuhan Ferry Ajibata - Wisata Danau Toba (Facebook).

Postingan ini dipublikasikan ulang salah satu member GAS, Selasa (9/2/16) dan sampai detik ini, sudah dikomentari sebanyak 22 koentatator. Seperti apa postingan akun Bung Joss, Sabtu (6/2/16), simak di bawah ini.

Wisatawan dimintai Rp. 100.000,- Untuk Masuk Wisata Danau Toba - Di Pelabuhan Ferry Ajibata.
Foto: Kendaraan Antri Di Pelabuhan Ferry Ajibata - Wisata Danau Toba (Facebook).
MONACO ATAU MACAO
Barangkali karena mau jadi Monaco Indonesia...maka di sini..di Ajibata, hanya mau ngambil posisi antrian, kita dimintai Rp.100.000; per mobil. Timku 2 mobil jadi Rp.200.000; Setelah nego sama PS (pemuda setempat) jadi semuanya kena Rp. 120.000 untuk 2 mobil, agar bisa masuk dalam antrian masuk komplek dermaga ferry penyebrangan Ajibata (Parapat) menuju Tomok (Samosir). Inilah biaya "hantu blau" yang lahir dari warga yang melakukan pungli secara tenang, terang dan terbuka. Ini belum termasuk biaya ferry penyebrangan yang resmi. Tampaknya suasana liburan/akhir pekan ini menjadi ruang bisnis baru.

Jadi sadarlah saya, beda tipis rupanya antara Monaco dan Macao.

Ehm..! Kalau sudah begini, tampaknya jelas harus ada intervensi untuk penertiban, pembenahan dan pengaturan antrian naik ferry yang lebih baik, demi ketenangan, keamanan dan kenyamanan para tetamu di Danau Toba.

Tapi gimana ya...tadi waktu kami nego, kata PS itu ada juganya mereka nyetor ke aparat tertentu. Jadi kayaknya udah sistemik, masif dan terstruktur. Orang dijebak dalam pilihan terbatas, wajib nyetor ke PS dan PS wajib nyetor ke oknum aparat. Satu mata rantai. Kami antri dijalan, disuruh masuk ke sebuah lapangan kecil dekat jembatan sebelum dermaga ferry, kami masuk sudah tidak ada ruang, kami diam..disuruh jalan...saat jalan dan masuk antrian datanglah PS tadi beraksi. Kalo di hypnosis, teknik ini disebut bind teknik. Jago juga PS-nya bah! Untunglah sumbuku udah panjang sekarang.

Tapi sudahlah...semoga menjadi berkah buat yang bersangkutan. Hehehe...selamat sore...mari antri dengan tertib dan sabar. Horas...! Salam Joss..!

Ajibata, 06 Februari 2016
Komentar Nitizen di Group Facebook GAS
Dan inilah beberapa komentar para nitizen di Group Facebook GAS yang behasil kami rangkum:

Hotben Turnip: Mengalami sy belum pernah...karena lebih baik antri... Tapi memang...keramahan dalam pelayanan fery perlu itu dibenahi.. Juga kebersihan area sekitar...sangat kurang Terlalu berlebihan kita mengharapkan wisata danau toba akan sekelas monaco...kalau pelayanan dan prasarana masih seperti itu.... Padahal potensi alamnya memungkinkan

Antoh Tanali: Itulah salah 1 sebab knapa danau toba wisatawannya makin merosot

Oppu Louis Doli: Yang memberi dan yang diberi sama kesalahannya....gak ada yg harus disalahkan... yg penting semuanya harus tertib dan mengedepankan pelayanan yg prima - ingat...knp Bali "dirindukan" orang..? Karena masyarakat Bali nenganggap tamu itu adalah raja yg harus diladeni dan disambut dgn 1000 senyum dan diberi kesan2 baik dan indah...semiga saudara2 ku di Ajibata atau dimanapun diseputar Danau Toba bisa bersikap lbh profesional dan penuh keramahan terhadap siapapun tamu yg berkunjung tanpa nembeda bedakan pelayanan hanya karena di iming2i imbalan atau "something for you". .asa maju Danau Toba i....

Hotben Turnip: Moga aja...kritik dan saran seperti ini didengar oleh Pemkab setempat....

Estomihid Estomihidpribadi: Aku pikir ya bagi pengurus yg ada disana kalaupun ada orang yg pengen cepat nyeberang , kecuali ambulace, kendaraan militer, pejabat negara, maka jangan dilayani walaupun mereka menawarkan imbalan uang yg cukup besar. Kalo bisa dilakukan maka antrian akan tertib. Kalo yg ngurus juga memang mau disogok jangan disalahkan yg nawar dong. Awal dari biang kerok itu kan kalo yg ngurus sudah bisa disuap atau disogok. Jadi introspeksi dirilah kalo mau daerah kita itu maju bila kita lihat seperti di Bali atau daerah2 lain. Horas ma tao toba.

Raymond Tambunan: kalau keq gini berarti pemimpin daerahnya cq gubernur sumut beserta peran aktif masyarakat perlu di satu padukan utk menekan pungli...mau satu marga keq, mau marga tulangnya keq, kalau salah ya salah...tapi keq nya lebih baik sodara makan meski harus menanggung malu dibandingkan miskin tapi punya harga diri...hehehehehehe

Benny Aritonang: Semua pd ngeluh kalau uda mau masuk ajibata. Semoga ada perbaikan kedepan

Herben Tobing: Monaco indonesia hanya angan2 saja atau mimpi disiang bolong kalau SDM dan Etika masyarakatnya tdk di Benahi.Baik Sopan santunya,pengelola Parkirnya, Pedagang2nya, Penataan dan kebersihan pantai maupun Danaunya,terlebih kenyamanan Wisatawan.seringkali wisatawan merasa tidak nyaman krn disetiap Lapo dipinggir danau kota Prapat ada yg mabuk2an dan nyanyi teriak2.

Itulah sebagian Komentar yang bisa kami sadur dan paparkan disini. Apapun yang telah diposting oleh sdra Bung Joss beserta komentar-komentar tsb, semoga bisa menjadi bahan acuan kedepannya agar Wisata Danau Toba bersih dari pungutan liar demi majunya Wisata Danau Toba yang digadang-gadang menjadi Monaco Asia dan bukan Macao Indonesia. Salam.***

Editor: Tim WartaGAS
Sumber: Group Anak Siantar (GAS) Medsos Anak Siantar Sedunia.
loading...

No comments

Powered by Blogger.