Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Kehidupan SBY yang Terbolak-balik, Sebuah Fenomena Perilaku

WARTAGAS - Hampir 1,5 tahun SBY lengser dari kursi Presiden. Selama itu pula saya menunggu, gerakan apa konon atau hasil karya apa gerangan yang bakal dihasilkannya mengingat banyak talentanya di luar urusan kepemimpinan.

Kehidupan SBY yang Terbolak-balik, Sebuah Fenomena Perilaku
Sumber: redaksiindonesia.com)

Satu yang paling saya tunggu tentunya adalah apakah SBY akan mengeluarkan album, mengingat SBY selama menjadi Presiden sangat produktif mengeluarkan album, hasil karyanya sendiri. Bahkan setiap tanggal 17 agustus, lagu karangannya wajib diperdengarkan. Tetapi sampai hari ini, saya belum mendengar sekalipun, SBY akan mengeluarkan album, atau bahkan sedang rekaman

Memperhatikan aktifitas SBY, menimbang berbagai pemberitaan yang mengabarkan tentang aktifitas SBY, maka saya terhenyak sejenak, mengetahui aktifitasnya yang menurut saya, perilaku SBY adalah sebuah fenomena.

Mengapa?

Pertama, Saat SBY sebagai Presiden, SBY sangat produktif menghasilkan karya seni, lewat mengarang lagu, hingga mengeluarkan beberapa album selama dia menjadi Presiden. Pertanyaan mendasar adalah apakah pekerjaan sebagai Presiden begitu santai sehingga SBY sangat produktif menghasilkan album?

Jika kita membandingkan dengan aktifitas Jokowi sebagai Presiden, maka kita melihat, hampir tiada waktu tersisa untuk hal-hal yang lain, selain bekerja untuk bangsa dan negara siang malam, hampir 24 jam Jokowi beraktifitas, kita bahkan bertanya dalam hati, kapan Jokowi istirahat? Lah SBY, masih sempat rekaman segala rupa.

Saat SBY sudah memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan powerfull, kok malah kepingin jadi artis? Ini sebuah fenomena perilaku...perlu diadakan penelitian mendalam bagi para mahasiswa.

Kedua, Saat SBY sudah lengser dari jabatan sebagai Presiden, di saat itulah kita berpikir bahwa SBY akan mengeluarkan album dengan karya yang spektakuler...Tetapi tunggu tinggal tunggu...ternyata tiada album yang keluar.

Yang justru aneh adalah saat SBY sudah tidak Presiden lagi, SBY berperilaku ingin sebagai Presiden lagi. Itu dapat terkonfirmasi dari perilakunya yang sering galau, mengajari Jokowi bagaimana menangani ekonomi, bagaimana membangun insfrastuktur, bagaimana menangani konflik politik, sosial dan ekonomi, yang justru menurut saya tidak dia lakukan sebagai Presiden selama 10 tahun.

Terakhir, SBY mengundang netizen kopi darat mau menampung aspirasi dari bawah...Lah...selama 10 tahun ngapain? Lalu jika sudah ditampung aspirasi netizen, apakah dia punya kuasa lagi untuk mengeksekusi? Ini kan hanya mimpi dan bersandiwara.

Perilaku ini adalah sebuah fenomena. Saat anda sebagai Presiden, tetapi anda tidak melakukan pekerjaan sebagai Presiden, yang ada ngartissss...

Saat anda sudah tidak lagi sebagai Presiden, kok malah bertindak sebagai seorang Presiden? Terbalik terus kehidupan anda!

Oleh sebab itu, perilaku yang fenomenal ini menggambarkan kepada kita antara lain :

Pertama, SBY bukanlah pemimpin yang fokus pada tugas dan tanggung jawab yang sedang diemban. Akibatnya hasil kerjanya tidak produktif, menjadi pahamlah kita, mengapa tidak ada pembangunan insfrastuktur. Menjadi pahamlah kita, mengapa hasil karyanya mengeluarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) setiap tahun, karena ingin mengentertaint saja pikirannya...ngartisss... Menjadi pahamlah kita, mengapa anak buahnya di partai pada banyak terjerat kasus korupsi, gegara gak ada pengawasan, sibuk ngartisss... Menjadi pahamlah kita mengapa tumbuh subur para makelar proyek, sebab segala rupa di entertaint, sebab yang penting semua happyyyyy... Menjadi sadarlah kita, mengapa tidak ada jejak pembangunan yang utuh selama 10 tahun ini.

Kedua, Dari perilaku ini jelas-jelas SBY menggambarkan kedudukannya sebagai Presiden saat itu lebih diutamakan untuk kepentingannya sendiri, terkonfirmasi misalnya dari massifnya dia mengeluarkan album...apa manfaatnya untuk rakyat? Selain hanya untuk kesenangannya sendiri? (Dipuja dan diagung-agungkan bawahan?...Jangan-jangan anak buah terpaksa membeli dan memasarkannya? Mengapa kini dia tidak berkarya? Menurut saya, ada abuse of power dalam aspek kehidupan yang lain.

Maka tak heranlah kita melihat, jika saat ini banyak netizen yang mengatakan SBY mengidap post power syndrome. Ternyata jabatan sebagai Presiden itu terlalu asyik dan terlalu enak bagi seorang SBY.

Tulisan ini, bukan untuk menyudutkan SBY, tetapi saya ingin menggugah hati para peneliti, apakah ini fenomena sebuah perilaku atau ini normal saja?


Oleh : Thomson Cyrus
Sumber : Kompasiana
loading...

No comments

Powered by Blogger.