Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Hotel Bertaraf Internasional akan Berdiri di Parapat Berlantai 20 Senilai Rp 10 Triliun

WARTAGAS - "Saya Benny Basri. Saya hendak membangun hotel bertaraf internasional di Danau Toba, pak," kata pengusaha properti nasional itu kepada Presiden RI Joko "Jokowi" Widodo ketika bersalaman di Hotel JW Marriott, Senin pekan lalu.

"Wah, bagus. Respon itu yang kami tunggu dari dunia usaha," kata Jokowi.

Hotel Bertaraf Internasional akan Berdiri di Parapat Berlantai 20 Senilai Rp 10 Triliun
Salami Presiden Pengusaha properti nasional Benny Basri menyalami Presiden Joko Widodo saat pertemuan di Hotel JW Marriott, Medan, Senin, pekan lalu. Dalam rangka menyongsong Danau Toba sebagai Monaco of Asia, Benny bersama mitranya, seorang investor dari Tiongkok Daratan, akan membangun hotel bertaraf internasional di Danau Toba. (medanbisnis/ist)

Presiden lalu meminta Benny berbicara dengan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan. Kemudian, setelah berbicara panjang lebar esok harinya dengan sang Menko, Luhut berkata, "pemerintah akan mendukung Anda 100%."

Bersama mitranya, seorang investor dari Tiongkok Daratan, Benny akan membangun hotel bintang 5 berlantai 20 dengan biaya Rp 10 triliun. Hotel itu akan dilengkapi dengan taman bermain Disney Land, lapangan golf, villa, golf resort, dermaga kapal laut sekaligus dermaga bagi pesawat amfibi, downhill track, area pendukung dan area tanaman dan tanaman langka.

Sebetulnya, Benny dan mitranya sudah mengajukan permohonan sejak Februari 2015 silam. Soalnya, mereka melihat sektor pariwisata sangat menjanjikan. Benny berkata bahwa saban tahun ada 10 juta turis yang datang ke Indonesia dan sebagian besar berkunjung ke Pulau Bali. Padahal Danau Toba itu sangat indah. Hanya belum dikembangkan secara maksimal. "Jika 30% saja berkunjung ke Danau Toba, sudah 3 juta orang," katanya. Kini wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara baru sekitar 200.000-an orang. "Padahal Danau Toba terbesar di Asia, lanjut Benny.

Benny pernah membawa seorang rekan bisnisnya dari Tiongkok berkunjung ke Danau Toba. "Ini laut atau apa," kata rekannya. Maklum, luas Danau Toba meliputi 1.130 km2. "He-he, ini bukan laut, tapi danau," kata Benny.

Dia yakin para wisatawan asing akan betah berkunjung ke Danau Toba. Apalagi ada kesenian Batak berupa tortor dan tarian tumba yang penuh gairah, dinamis dan indah. "Orang yang bersuku Batak pun terkenal ramah karena sejak lahir hingga meninggal selalu dipenuhi dengan upacara orasi yang komunikatif," kata Benny.

Mereka semakin tertarik karena pemerintah berencana akan menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia. Bahkan, dari cerita Luhut Binsar Panjaitan, akan dikucurkan dana sekitar Rp 21 triliun pada 2016. Menaik menjadi Rp 80 triliun pada 2017 dan Rp 110 triliun pada 2018. Semua itu untuk membangun berbagai infrastruktur. "Itu isyarat bahwa pemerintah tidak main-main," ujar Benny.

1000-an Tenaga Kerja
Investor joint venture ini sudah mengincar lahan seluas 787 hektare di kawasan Sileutu di Desa Girsang dan Desa Sibaganding Kecamatan Girsang Simpangan Bolon, Simalungun Sumatera Utara. Namun setelah survey di lapangan ternyata kawasan itu sebagian masuk hutan lindung, maka mereka memohon kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk memberikan pinjam pakai lahan atau Hak Pengelolaan Lahan (HPL) agar kawasan pariwisata tesebut dapat dibangun.

Permohonan kepada menteri sudah diajukan pada 10 Agustus 2015 silam. Mereka pun sudah melengkapinya dengan rekomendasi dan dukungan dari Bupati Simalungun tertanggal 19 Mei 2015. Intinya, Bupati Simalungun tidak keberatan dan mendukung rencana tersebut.

Bahkan Benny dan mitranya sudah memegang rekomendasi dari Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Utara Ir Halen Purba tertanggal 2 Maret 2016 - lengkap dengan petanya -- yang ditujukan kepada Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup. "Tinggal menunggu izin dari menteri," kata Benny.

Bupati Simalungun mendukungnya karena akan membuka lapangan kerja bagi penduduknya, selain juga dapat menambah pendapatan daerah. Menurut Benny, jika kelak hotel telah berdiri akan menampung 1000-an tenaga kerja. Maklum, hotel itu akan terdiri dari 1.800 kamar yang dilengkapi dengan restoran China, Jepang dan western (barat).

Benny optimistis bahwa Danau Toba akan ramai dikunjungi oleh wisatawan asing. Termasuk dari daratan Tiongkok yang menganjurkan warganya berwisata minimal sekali dalam setahun. Dia teringat bahwa waktu Imlek terakhir, wisatawan Tiongkok bahkan mencarter pesawat langsung dari negerinya ke Pulau Bali. "Mudah-mudahan, Danau Toba akan dapat giliran," katanya. (Bersihar Lubis)

Sumber: medanbisnisdaily.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.