Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Tak Tertarik Lawan Ahok, Bupati Yoyok Pilih Berbagi Ilmu

WARTAGAS - Calon Gubernur DKI Jakarta bermunculan dalam sebulan terakhir. Tapi Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo tak tertarik maju dalam pemilihan Gubernur DKI 2017. "Biarkan kami berkonsentrasi dari sisa waktu yang ada ini untuk menyelesaikan sumpah dan janji saya di Batang, Jawa Tengah," kata Yoyok dalam launching Festival Anggaran 2016 di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad, 6 Maret 2016.

Tak Tertarik Lawan Ahok, Bupati Yoyok Pilih Berbagi Ilmu
Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo (kiri), Putri wakilpresiden pertama RI, Meutia Hatta (tengah) dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (kanan) berbincang pada malam penganugrahan Penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) 2015 di Jakarta, 5 Nopember 2015. (Foto: tempo.co)

Yoyok sejauh ini belum menerima tawaran ikut meramaikan bursa calon Gubernur DKI. "Kalau ada ajakan, itu bukan ajakan pribadi ke saya. Kalau ada ajakan ke kami untuk ke Jakarta atau ke mana pun, ini menjadi ajakan kepada semua rakyat saya dan menjadi kebanggaan rakyat saya," ucapnya.

Yoyok memilih tetap berkomitmen menyelesaikan janji dan kewajibannya sebagai bupati. Ia enggan membeberkan rencana masa depannya, akankah kembali berkarier di dunia politik atau tidak. "Biar saja ngalir nanti, saya lanjut di politik atau kembali berdagang," ujar pria yang akrab dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tersebut.

Yoyok saat ini berfokus menggelar Festival Anggaran 2016 pada 13-15 April 2016. Festival anggaran ini menjadi semacam laporan pertanggungjawabannya kepada rakyat dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Rakyat sebagai pemegang kedudukan tertinggi berhak mendapat laporan penggunaan anggaran setiap tahun.

Bupati yang mendapat penghargaan Bung Hatta Anticorruption Award 2015 itu menuturkan festival itu sebagai inspirasi bagi kepala daerah lain, khususnya kepala daerah baru, agar lebih memperhatikan pengelolaan anggaran. Dia bercermin pada pengalamannya ketika baru menjabat bupati pada 2013. "Saya merasa sangat limbung soal anggaran sewaktu baru menjabat," katanya. Karena itu, dia ingin membagikan pengalamannya kepada kepala daerah lain.

Sumber: tempo.co
loading...

No comments

Powered by Blogger.