Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Siantarku... Oh... Siantarku - Tulisan Anak Siantar dari Tanah Rantau

WARTAGAS.COM - Sebagai seorang perantau yang lahir dari bumi Siantar, kita harus bangga meskipun kita harus angkat kaki dan meraih mimpi ke Tanah Jawa (Pulau Jawa), Tanah Rempang atau Tanah Papua serta Borneo, tidak akan lupa akan kota ini.

Siantarku... Oh... Siantarku - Tulisan Anak Siantar dari Tanah Rantau
Kota Pematangsiantar

Kota ini penuh magic, klo bukan magic tidak mungkin misteri, klo dibilang kita misteri berarti banyak dong penampakan, ahhh ngeri lah..... ssst ttt hanya sebatas canda. Magic dalam hal pendidikan, manusia berkarakter, memiliki alam demokrasi yang harmonis, dan toleransi yang dikenal nusantara.

Banyak Putra/Putri Siantar yang mampu unjuk gigi di Republik ini (baca Indonesia), ini bukan hanya kebetulan tapi inilah ekstensitas hasil pendidikan di Kota Siantar. Dulunya Siantar adalah barometer pendidikan di Sumuatera Utara (Sumut), kawan-kawan dari kampung berdatangan menuntut ilmu di kota ini. Rumah kost tiap lorong berjibun yang menambah pendapatan keluarga. Warung-warung makan rame karena menyediakan katering dan yang paling bahenol (baca lucu), kita serumah sama kandang Babi (hehehehe), karena di zaman itu, pemilik Kost memeliha / beternak Babi di belakang rumahnya. Mungkin sampai sekarang masih ada, semoga kebudayaan memelihara ternak Babi ini tetap terjaga dan DPRD SIANTAR TIDAK SEGILA PEMKO MEDAN, MELARANG BETERNAK BABI DI PEMUKIMAN.
Sedikit cerita tentang beternak Babi, banyak orang tua sukses mengatakan bahwa kesuksesan anak-anaknya meraih kesuksesan berasal dari ternak Babi, why not? Babi ini diternakkan, lalu besar selanjutnya dijual, hasil penjualan ternak Babi tsb dibuatlah untuk menyekolahkan anaknya... jadi... selamatlah uang kuliah... hehheeh. (itu kamsudnya ehh maksudnya).

Sekolah Mencari Profit Bukan Menciptakan Bibit
Sekarang kota Siantar ini sudah berubah, tidak seperti waktu dulu. Sepertinya sudah membuang tradisi, sekolah-sekolah sudah beralih profesi, bukan lagi menciptakan bibit-bibit anak bangsa yang terbaik, tujuan sekolah sudah menjadi mencari keuntungan sebesar besarnya, bukan lagi kualitas anak didiknya.

Selaku anak Siantar di tanah rantau, kami berharap Kota Siantar kembali seperti dulu (menciptakan bibit unggul dari Siantar). Kembali menjadi Kota Siantar yang berlabel Kota Pendidikan.
Kabarnya, pemerintah pusat akan melakukan moratorium pendidikan, dan yang di-moratorium-kan adalah Universitas Simalungun (USI) di Kota Pematangsiantar. Dimana USI akan menjadi Universitas Negeri. Ayo kita dorong hal itu akan terjadi. Coba bayangkan, Kota Siantar memiliki Jumlah Penduduk No 2 terbesar di Provinsi Sumut, tapi tidak memiliki Perguruan Tinggi Negeri, ironis sekali.

Gedung Olah Raga (GOR) Macam Kandang Ayam
Dulu, apabila ada kompetisi Olah raga, seperti pertandingan sepakbola dll, juga kompetisi antar sekolah seperti Cerdas Cermat, selalu bertempat di GOR ini. Bahkan, apabila Anak Siantar bisa bertanding di GOR ini maka akan ada rasa bangga. Sehingga anak-anak sekolah akan semakin giat belajar agar kelak bisa mengikuti cerdas cermat di GOR ini. Sekarang apa yang terjadi....

GOR Siantar Bangunan Usang Tak Terawat "Siang Sepi Malam Pun Jadi Tempat Maksiat"
GOR Siantar Bangunan Usang Tak Terawat "Siang Sepi Malam Pun Jadi Tempat Maksiat" (Foto: beritasimalungun.com)

Kabar terbaru yang kami terima, GOR bukan lagi tempat ajang kompetisi dalam Belajar atau Olah Raga. GOR sudah berubah menjadi Kanang Ayam, bahkan kek seperti Kandang Babi. Apa yang sebenarnya terjadi....

Lapangan Adam Malik (Simarito) Yang Tidak Terurus
Ironis sekali kawan, di Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Siantar yang ke 145 tahun, saya melihat sebuah pemandangan yang tidak menarik. Saya memang tidak melihat langsung, tapi saya melihat sebuah foto yang diposting di Facabook yang bernama Group Anak Siantar (GAS). Dimana di dalam foto tsb, Wanita Cantik sedang Menari Tarian Khas Simalungun di Lapangan Adam Malik.

Persembahan Tarian Simalungun dari yayasan Museum Simalungun pada HUT kota Pematangsiantar ke 145 tahun di lapangan H.Adam Malik, Sabtu 24 April 2016.
Persembahan Tarian Simalungun dari yayasan Museum Simalungun pada HUT kota Pematangsiantar ke 145 tahun di lapangan H.Adam Malik, Sabtu 24 April 2016. (Foto: LintasPublik.Com)

Tarian Simalungun dari Universitas Simalungun pada HUT Kota Pematangsiantar ke 145 tahun di lapangan H. Adam Malik
Tarian Simalungun dari Universitas Simalungun pada HUT Kota Pematangsiantar ke 145 tahun di lapangan H. Adam Malik (Foto: LintasPublik.Com)

Ngeri kali rumput yang ada di Lapangan Adam Malik tsb. Tanahnya pun Gersang, sungguh fasilitas umum kebanggaan Anak Siantar tidak terurus sama sekali.

Dalam hati saya bertanya, "Apakah pemimpin Kota Siantar (Walikota) beserta jajarannya menutup mata? Dimana nalurinya? Selama ini apa yang dikerjakannya?".

Ah... la terkataken (Tak Terkatakan) lagi bah... Sungguh sedih dan miris rasanya hati ini melihat kotaku yang sudah berumur 145 tahun disia-siakan begitu saja. Apa yang kami bangga-banggakan selama ini, sirna begitu saja.

Hanya satu harapan kami selalu Anak Siantar di Tanah Rantau. Semoga kelak terpilih Walikota yang bermutu, siap berkompetisi dengan kota lain dan lebih bersinergi terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya Siantar. Semoga lahir kembali Siantarman-Siantarman yang mebawa nama harum kota Siantar. Salam.


Editor: Hans Ringo
Penulis: Sdra. Hendra Zulfikar Damanik dalam ‎Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.