Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Daripada aku bayar samamu, lebih baik ke Negara

WARTAGAS.COM - Hari ke tiga aku dampingi istriku, setiap pagi saya bonceng dia naik speda motor ke pelosok kampung disekitaran Dolok Panribuan (Tiga Dolok) untuk mengawasi/monitoring lapangan pelaksanaan ujian nasional (UN) sekolah Dasar.

Daripada aku bayar samamu, lebih baik ke Negara - Foto: Ilustrasi Razia Polisi
Foto: Ilustrasi Razia Kendaraan oleh Polisi (google)

Hampir seluruhnya sekolah yang kami jalani jalanya rusak, sehingga lebih baik naik speda motor.
Setelah kami perjalanan pulang menuju Siantar, di pos polisi Tiga Balata ada Razia, dengan tenang saja kami tetap berjalan karena surat-surat lengkap dan kelengkapan lainnya, sementara banyak orang-orang berhenti tidak berani melewati mungkin surat-surat kenderaan mereka tidak lengkap.

Begitu kami melintas, pak polisi menyetop dan menyebutkan selamat siang pak, mana SIM nya pak, dalam benak saya agar tidak berlama lama langsung saya tunjukkan SIM berikut STNK walaupun STNK tidak disebutkan, kemudian pak polisi mengajak saya ke pos kecil mereka,lalu saya bertanya, ada apa yang salah pak? pak polisi menjawab, lampu utama bapak tdk dinyalakan.

Sambil berjalan seingat saya lampu sepeda motor kami tidak pernah dimatikan, kenapa sekarang jadi mati.

Begitu sampai di pos kecil mereka pak polisi menyatakan :

Bapak harus ditilang....
lalu saya bilang... pak mohon maaf jgn ditilanglah....
pak polisi menjawab : mohon maafnya kek mana....
lalu saya menjawab... yaah mohon maaf lah pak, lain kali ga terulang lagi.
pak polisi menjawab : jadi kek mana mohon maafnya..
lalu saya bilang..... okelah pak maaf saya, saya kasih Rp. 20 ribu...npak polisi diam saja ntah apa yg didalam hatinya saya tdk tau...
kemudian saya minta maaf lagi untuk yg ke tiga kalinya... pak polisi bilang... kek mana minta maafnya...
lalu saya sebutkan lagi 20 ribu.
pak polisi kemudian melanjutkan tulisan kertas tilangnya... dan menanyakan ke saya... apa pak yg saya tahan, SIM atau STNK..., saya jawab STNK saja.....

Mungkin kalau saya kasih Rp.50 ribu pasti saya dibebaskan.

Akhirnya saya pun kesal, lalu saya bilang ke pak polisi....
pak tolong kertas tilangnya saya minta warna biru saja.
(bila warna biru, kita langsung bisa bayar denda tilang ke BRI dan setelah dibayar kita bisa langsung ambil kembali surat-surat yang ditahan pada hari itu juga).

Surat Tilang Warna Biru yang harus diminta dari polisi bila kena razia
Surat Tilang (Foto: ist)

Setelah kertas Tilang dikasihkan kami pun pulang... dan sambil berkendara kami sedikit agak berdebat, istriku bilang sama saya : kenapa tadi nggak bapa kasih aja Rp. 50 ribu..., saya jawab : kan sdh saya bilang tadi mohon maaf kita Rp,20 ribu, pak polisinya ga mau.... iya tapi kan jadi repot kita lagi nanti pak.

Sambil melaju dijalan menuju siantar persis di kebun sawit lewat bah sampuran, saya bilang sama istri :#Uttagondo_tuNegara_leanon_daripada_tuBegu.

Oooohhhhh inilah potret Bangsaku......

Oleh: Jadiaman Damanik
Sumber: Akun Facebook Jadiaman Damanik
loading...

No comments

Powered by Blogger.