Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Siantar, ada apa denganmu?

WARTAGAS.COM - Siantar, ada apa denganmu? Fenomena Penggusuran Warga dibantaran sungai dijalan Nias Pematangsiantar.

Pembongkaran Rumah di Jalan Nias Gunakan Alat Berat Escavator
Pembongkaran Rumah di Jalan Nias Gunakan Alat Berat (Foto: www.lintaspublik.com)

Di Jakarta; waktu proses relokasi penduduk pasar ikan berlangsung, banyak yg mengadakan perlawanan , mulai dari cagub, anggota DPR sampe LSM. Bahkan setelah bangunan dibongkar, ada pihak pihak yg sengaja menyediakan tenda tenda sehingga Penduduk yg tadinya sudah di relokasi ke rumah susun pun ada yg kembali ke lokasi. Persoalannya masih panjang. Proyek revitasasi dan penanggulan pantai nampaknya terhenti sementara.

Relokasi yg dilakukan pemda DKI sudah mengikuti prosedur hukum dan tidak melanggar HAM. Pemda DKI memindahkan penduduk dari tanah pemerintah ( garapan) ke rumah susun yg berpasilitas lengkap; air bersih, listrik, KJS,KJP, gratis naik trans Jakarta, dll. Pindah dibantuin pulak, ngak usah pusing pusing.

Berat jadi gubernur DKI...
Perabotan rumah tangga warga bantaran sungai Toge dijalan Nias Pematangsiantar berserahkan ketika 22 rumah yang dihuni 22  kepala keluarga dirobohkan Satpol PP Siantar.
Perabotan rumah tangga warga bantaran sungai Toge dijalan Nias Pematangsiantar berserahkan ketika 22 rumah yang dihuni 22 kepala keluarga dirobohkan Satpol PP Siantar. (Foto: www.lintaspublik.com)

Perabotan rumah tangga warga bantaran sungai Toge dijalan Nias Pematangsiantar berserahkan ketika 22 rumah yang dihuni 22 kepala keluarga dirobohkan Satpol PP Siantar.

Beda jauh dengan Siantar. Siantar menggusur bukan relokasi, sukses tanpa ada hambatan yg berarti.

Padahal Penggarapan tanah itu terjadi karena; kondisi ekonomi rakyat yg lemah sehingga tak mampu mencari lokasi pemukiman yg lebih baik, juga akibat pemda yg tak mampu menyediakan pemukiman yg terjangkau rakyat, dan pemda selama ini sengaja membiarkan penggaran terjadi. Mestinya pemda harus bertanggung jawab terhadap rakyat penggarap. Ini bukan sekedar persoalan ketertiban. Ini persoalan hak azasi sebagai mana dicantumkan pada UUD 45. Kok tidak ada yg bergerak menghentikan penggusuran ini?

H br Rumapea (24) menangis sejadi-jadinya saat rumahnya dibongkardi Jalan Nias Kelurahan Toba Kecamatan Siantar Selatan,Kamis (26/5/2016).
H br Rumapea (24) menangis sejadi-jadinya saat rumahnya dibongkardi Jalan Nias Kelurahan Toba Kecamatan Siantar Selatan,Kamis (26/5/2016). (Foto: www.lintaspublik.com)

Enak benar itu Plt walikota bertindak semaunya aja. Memangnya itu termasuk wewenang plt???

Ada apa denganmu DPRD Siantar?? Ada apa denganmu wahai rakyat Siantar?. Enak ya menonton penggusuran?


Penulis: Leonard Gomgom Sitompul
Sumber: Group Anak Siantar (GAS)
loading...

No comments

Powered by Blogger.