Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Antara Film The Conjuring dengan Politik di Pematangsiantar

WARTAGAS.COM - Sudah nonton Film The Conjuring 2 belum...??? Kalau belum silahkan nonton deh, jangan sampai ketinggalan kisahnya. Tapi, kalo gak ada bioskop di kota anda, kayak (seperti) kami yang tinggal di Kota Pematangsiantar ini, terpaksa deh menontonnya lewat portal-portal media online, paling tidak banyak link untuk mendownloud film-film gratis... hahahaha. Termasuk nanti Film The Conjuring 2.

Antara Film Conjuring dengan Politik di Pematangsiantar
Cover Film Conjuring 2

Film The Conjuring 2 ini merupakan jenis film yang ber-gengre horor, so... persiapkan diri Anda bila ingin menonton film tsb. Oh iya, film jenis ini kalo di Indonesia sendiri biasa kita kategorikan GONDORUWO, meski saya sendri tidak tahu apa itu Gondoruwo Hahahaha, cuma sekedar ngikut aja bilanginnya, karena jenis film gendoruwo ini sering tampil di bioskop-bioskop di Indonesia.

Bicara Gondoruwo itu bagaikan membicarakan seorang selebritis yang gak habis-habis kalo dikupas. Tapi tahukah Anda, hanya politiklah yang bisa mengimbangi rating si-gendoruwo, karna politik dan gendoruwo punya persamaan yang hampir tak bisa dipisahkan.

Demokrasi / Politik dan gendoruwo sama-sama pintu untuk membuka pasar. Bedanya genderuwo membuka pasar setan, kalau demokrasi digunakan untuk membuka pasar bebas. Berkat demokrasi peran negara jadi terbatas sehingga pasar bisa bergerak dengan leluasa, dan tentu saja pemenangnya adalah kaum kaya yang lebih punya banyak modal, dan terutama lagi perusahaan asing yang ingin menguasai alam kita serta menjadikan rakyat kita jadi bangsa konsumen kelas babu.

Saya jadi ingat peristiwa tahun 1998, dimana para mahasiswa ditahun tsb berjuang keras untuk melawan (menjatuhkan) pemerintahan Soeharto. Para mahasiswa dan masyarakat pada waktu itu berhasil menggulingkan pemerintah otoriter yang menbutnya sebagai zaman Orde Baru, Soeharto. Sayangnya, mereka (para demonstran) tidak menyadari bahwa mereka hanya sekedar pion dan peluru serta jadi tumbal oleh para kapitalis global yang berkepentingan. Tentu tujuannya adalah agar pintu ekonomi liberal di republik ini terbuka. Lihat saja, meski Shoeharti telah digulingkan dari kursi kepresidenan, sampe akhir hidupnya sang bapak pembangunan tsb tidak berhasil diadili. So... Anda tahu maksud saya bukan.

Nah... Hubungannya dengan genderuwo itu ya sama-sama tidak menyukai zaman Orde Baru.

Sekedar tidak naïf, biar tidak mudah diprovokasi para aktivis heroik dan Gendoruwo yang ingin jadiin Gendoruwo sebagai tumbal dari agenda politiknya, apalagi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Siantar masih terkatung-katung dan tidak jelas, banyak aktivis bak Genderuwo yang wara wiri. Hihihi serem deh...

Itu saja dulu catatan saya mengenai topik ini.... Tidak apa-apa hanya coret-coret ngawur... maklum, ini efek tim sepakbola negara Spanyol kalah dari negara Kroasia di Piala Euro 2016... Maklum saja yah. Semoga Genderuwo tsb bisa hilang dari hadapan kita.

Btw, kalo sudah nonton Film The Conjuring 2, jangan lupa nanti cerita yah.... hehehe... maklum... di Kota Kami Tak Ada Bioskop. Salam.***

Oleh: Anton Hutajulu
Editor: Tim WartaGAS.Com
loading...

No comments

Powered by Blogger.