Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Paten Kali Bah, Sumatera Utara Targetkan 1 Juta Wisman pada 2019

WARTAGAS.COM - Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural, Hari Untoro Dradjat, mengatakan, harus ada upaya peningkatan atau target wisatawan yang berkunjung ke wilayah Indonesia.

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana (kedua dan ketiga dari sebelah kanan) saat menghadiri perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Soposurung, Balige, Toba Samosir, pada hari Minggu (21/8).
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana (kedua dan ketiga dari sebelah kanan) saat menghadiri perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 dengan tajuk Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Soposurung, Balige, Toba Samosir, pada hari Minggu (21/8). (Foto-foto: Dok. BPMI)

Pada 2019, target wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia diharapkan mencapai 20 juta wisatawan. Sementara untuk Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pariwisata menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara pada 2019.

"Untuk Sumatera Utara targetnya adalah wisatawan mancanegara, 1 juta wisatawan," ujar Hari di Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (9/9/2016).

Untuk mencapai target tersebut, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan, harus banyak destinasi baru yang dibuka menuju Sumatera Utara.

"Misalnya dari China, kita ketahui wisatawan dari China cukup banyak, kita harapkan ini direct paling tidak ke Kualanamu. Sehingga, mereka transit di Kualanamu dan bisa langsung ke Silangit," kata Erry.

Selain itu, Erry juga berharap Bandara Silangit bisa menjadi bandara internasional sehingga wisman bisa langsung datang ke Bandara Silangit tanpa harus transit untuk dapat berwisata ke kawasan Danau Toba.

Saat ini, Bandara Internasional Kualanamu baru melayani penerbangan langsung dari dan ke Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Menurut Erry, saat ini infrastruktur di Sumatera Utara sudah cukup baik. Di kawasan Danau Toba, jalan lingkar luar dan lingkarnya terus dibenahi. Erry menyebut pembangunan lingkar dalam dan lingkar luar akan dibangun dalam tiga tahun hingga 2019.

Namun, selain pembangunan infrastruktur, Erry menyebut yang terpenting yakni sumber daya dari masyarakat sendiri.

"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat kita bisa menyambut tamu-tamu kita, menjadikan wisatawan sebagai raja. Ini bagian tugas kita semuanya. Selain infrastruktur yang baik, kita juga harus bisa jadi tuan rumah yang baik juga," ucapnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata juga perlu terus dikembangkan. "Itu harus dibikin sarana juga. Hotel-hotel di Taput (Tapanuli Utara) ini kan tentunya harus dibuat yang baik. Dari sisi alamnya sudah cukup memadai. Oleh karena itu, kerja sama juga dengan investor, pengusaha, untuk bisa membangun tempat-tempat infrastruktur penunjang pariwisata," tutur Erry.(*)


Laporan: Tim
Sumber: Tribunnews
loading...

No comments

Powered by Blogger.