Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Napi LP Pematangsiantar yang Otaki Penipuan Pernah 'Mengerjai' Djan Faridz

WARTAGAS.COM - Sindikat penipuan yang diotaki oleh Robby Anggara, seorang napi LP Pematangsiantar digulung tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Para pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi narkoba itu ternyata pernah menipu politikus PPP Djan Faridz.

Napi LP Pematangsiantar yang Otaki Penipuan Pernah 'Mengerjai' Djan Faridz
Sumber Foto: detikcom

"Iya korbannya Pak Djan Faridz PPP itu. Pelaku mengatakan keluarga beliau ditangkap terkait narkoba, kemudian diminta menyetor uang Rp 40 juta ke pelaku," ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (8/10/2016).

Budi mengatakan, Djan Faridz melalui kuasa hukumnya Ervin Isdriyanto melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya pada tanggal 3 September 2016 lalu. Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya menangkap sindikat penipuan tersebut.

"Dari hasil penyelidikan kami, ternyata pelakunya ini diotaki oleh seorang napi di LP Pematangsiantar, Simalungun, Sumut yang bernama Roby Anggara," imbuh Budi.

Budi menjelaskan, para pelaku awalnya menghubungi korban melalui handphone pribadinya. Kepada korban, para pelaku mengaku sebagai anggota narkoba Polda Metro Jaya yang telah menangkap anaknya atas kasus narkoba.

"Kemudian korban diminta transfer uang ke rekening pelaku biar anaknya bebas," lanjutnya.

Hingga akhirnya, korban mentransfer Rp 40 juta ke rekening pelaku. Belakangan baru diketahui bahwa anaknya tidak pernah ditangkap polisi atas kasus narkoba atau kasus apapun.

Sebelum terungkap otak penipuan ini, tim Resmob Polda Metro Jaya menangkap tersangka SDJ alias A (50). SDJ adalah salah satu anggota sindikat yang bertugas mengambil uang hasil kejahatan di ATM yang ditransfer korban ke rekening penampungannya.

"Kemudian, uang yang telah ditarik tersangka SGJ ini disetor tunai ke rekening tersangka dan ditransfer kembali ke rekening tujuan milik Roby yang ada di Lapas," terangnya.

SDJ ditangkap pada tanggal 30 September lalu. Dari dia, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti kartu ATM, KTP, SIM dan handphone serta sejumlah uang tunai. Polisi juga menyita sandal jepit dan celana pendek yang digunakan oleh SDJ saat menarik uang hasil kejahatan di ATM.

"Tersangka kami jerat dengan Pasal 378 KUHP dan UU TPPU karena bukan sekali ini melakukan kejahatan serupa, tapi sudah berulang-ulang. Tersangka Roby bahkan residivis kasus serupa," pungkas Budi. ***


Sumber: detikcom
loading...

No comments

Powered by Blogger.