Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Fenomena Taksi di Siantar Yang Tak Mau Bertanggungjawab

WARTAGAS.COM - Tulisan ini ulasan tentang Taksi Paradep di Kota Pematangsiantar yang baru saja menjadi buah buah bibir di Group Anak Siantar (GAS). Simak selanjutnya di bawah ini.

Fenomena Taksi di Siantar Yang Tak Mau Bertanggungjawab
Postingan Mengenai Kasus Paradep yang Tak Bertanggungjawab

Taksi Yang Tak bertanggungjawab
Ketika saya membaca postingan kawan-kawan GAS Lovers mengenai fenomena Taksi Paradep yang semena-mena dan sesuka udelnya terhadap konsumen (sewa / penumpang) sudah bukan rahasia umum lagi.

Dari menurunkan penumpang di sembarang tempat, kiriman paket yang tidak tepat waktu sampai di tempat, sopir yang memaksa penumpang meminta tambahan ongkos, dan lain sebagainya.

Dan berita yang baru saja kita dengar yaitu Taksi Paradep tidak mau bertanggungjawab atas musibah kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa penumpang. Dalam berita tsb, sopir Taksi Paradep melarikan diri, sementara pihak manajemen diam seribu bahasa alias cuek bebek. Alias tak mau bertanggungjawab.

Kehadiran Taksi Paradep yang Bukan Taksi
Saya pribadi mengakui senang akan kehadiran taksi Paradep dan sejenisnya di Kota Pematangsiantar. Selain menambah alat transportasi, juga memberikan keistimewaan tersendiri. Karena jenis kendaraan yang dipakai adalah MOBIL PRIBADI yang ber PLAT (BK / No Pol) bukan BK Kuning. Jadi ketika memakai merasa diantar oleh sopir pribadi.

Di awal-awal kehadiran TAKSI ini pun begitu bagus sekali. Pelayanan antar jemput, baik dalam kota maupun luar kota. Selama masih wilayah jangkauan, penumpang tidak akan dikenakan biaya tambahan baik itu dijemput atau diantar. Tapi lama kelamaan fasilitas ini seakan-akan hilang, bahkan si sopir berusaha meminta uang tambahan dengan berbagai macam alasan.

Kehadiran Taksi Paradep ini pun membuat Taksi sejenis bermunculan dimana-mana. Ada yang bertahan sampai sekarang ada juga yang sampai gulung tikar. Bahkan tidak sedikit yang malah bergabung dengan taksi Paradep. (menurut yang saya dengar, mobil yang digunakan oleh Taksi ini tidak semua milik perusahan. pemilik mobil bisa menjadi bagian dari taksi tsb asal menyetorkan dana 2 Juta untuk menjadi anggota. Dengan begitu, pemilik mobil bisa dapat penumpang dari Taksi Paradep). Jenis mobilnya Kijang (Kijang kapsul, Avanza, Inova dll sejenis).

Penggunaan Taksi pada Perusahaan ini memang sangat fenomenal. Karena setahu saya, taksi itu harus memiliki argo meter, dan kenyamanan penumpang dijamin, berpapapun jumlah penumpang (maks 4 org) taksi sudah bisa melaju (berangkat) dan penumpang langsung otomatis dapat asuransi dari pihak perusahaan taksi. Kalau taksi Paradep ini lain ceritanya. KIta tinggal bayar ongkos, dan menunggu sampai banyak penumpang baru taksi berangkat. Jadi selama penumpang blm full (tidak memenuhi kursi mobil) maka taksi tidak berangkat-berangkat. Sampai lebaran kuda pun bila penumpang belum full maka taksi tak berangkat. Ini taksi apa angkot yah....

Taksi Paradep Berubah Ber Plat Kuning
Seiring dengan waktu, Taksi Paradep ini pun menggunakan jenis Mobil Bus. Tapi jenis pelayanannya masih sama. Tidak jauh beda dengan yang sebelumnnya. Ongkosnya pun sama, padahal sudah seperti angkutan umum lainnya. Tidak ada perbedaan yang signifikan.

Tiket Yang Asal-Asalan
Selama saya tinggal di perantauan, apabila kita ingin menggunakan kendaraan umum jenis Travel, maka tiap pembelian tiket harus meyertakan ID Card (KTP). Dengan begitu, nama kita sudah tertera di perusahaan OtoBus tsb. Selama kita sudah membayar ongkos maka kita mendapat fasilitas yang telah disediakan oleh perusahaan tsb, misalnya yang paling utama adalah Asuransi Kecelakaan. Tentu tujuannya adalah kita selaku penumpang dijamin semuanya selama menggunakan angkutan tsb.

Tiket Paradep Taksi yang Asal-asalan
Tiket Paradep Taksi

Beda halnya dengan Taksi Paradep (bahkan rata-rata taksi sejenis di PematangSiantar hampir sama). Kita hanya bayar tarif angkutan, tanpa menyertakan KTP, lalu kita dikasih tiket yang isinya berupa kartu nama taksi tsb, lalu disitu ditulis no Pol (BK) mobil (Bis) yang kita naiki. Besar kemungkinan, apabila terjadi kecelakaan, maka penumpang sama sekali tidak dilindungi oleh apapun. (Terbukti bukan, kemarin sudah ada nyawa melayang, pihak Taksi Paradep, santai saja, tidak mau tahulah...). Meski pengakuan mereka (pihak perusahaan) ada asuransinya, kalo ada asuransinya kok gak bertanggungjawab..... hehehe lucu bukan...

Inilah yang saya katakan Tiket Taksi tsb Asal-asalan.

#TantanganPemko #TantanganDishub
Tantangan Pemda Dan Dinas Perhubungan Untuk Segera Membereskan Ini
Saya tidak tahu sebenarnya apa hubungan yang dijalin oleh Dishub atau Pemda (Pemko Siantar dan Pemda Sumut) dengan Perusahaan Taksi Paradep atau sejenisnya. Kok bisa-bisanya memberikan Lisensi Perjalanan tanpa memperhatikan semuanya.

Oleh karena itu, untuk kedepannya, Dishub atau Pemda (Pemko Siantar dan Pemda Sumut) untuk segera mengaudit seluruh jenis Angkutan Umum, khususnya yang menamakan dirinya TAKSI. Khususnya saat ini TAKSI PARADEP.

Presiden Indonesia Ir. Joko Widodo sudah mencanangkan pembasmian PUNGLI. Kami berharap PUNGLI dilingkungan Perijinan Transportasi segera dihapuskan.

Itu saja yang bisa kami sampaikan. Taksi Paradep hanyalah Contoh besarnya, dan hampir semua Taksi Sejenis sama saja.

Pada Kesempatan ini, Kami Keluarga Besar Group Anak Siantar (KB-GAS) mengucapkan TURUT BERBELASUNGKAWA atas MUSIBAH yang terjadi yang menimpa PENUMPANG TAKSI PARADEP. Kami berharap Pihak Yang Berwajib segera menginvestigasi hal ini.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan berguna. Sekali lagi, itu saja, Kepada Seluruh Kawan-kawan GAS Lovers, Selamat Berakhir pekan bersama keluarga tercinta. Bagi yang berada dalam perjalanan, agar berhati-hati di jalan, ingat di rumah ada keluarga sedang menanti. Bagi yang bekerja, bekerjalah dengan baik, ingat tetap semangat.

Selamat beraktivitas, dan selamat berinteraksi di GAS. Tuhan memberkati. Horas.
Salam GAS, GAS terusss.

Editor: Tim WartaGAS
Sumber Foto: GAS.
loading...

No comments

Powered by Blogger.