Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

GUBSU H T Erry Nuradi: Kalau Saya Bilang Ahok, Kalian Bilang Tangkap!

WARTAGAS.COM - Aksi damai 2 Desember yang berlangsung di Mesjid Agung Medan berjalan dengan aman dan lancar. 20 ribuan umat muslim yang hadir dari berbagai elemen bertekad untuk terus mengawal proses hukum Ahok, sampai Gubernur DKI non aktif itu dipenjara.

GUBSU H T Erry Nuradi: Kalau Saya Bilang Ahok, Kalian Bilang Tangkap!
Gubernur Sumatera Utara (GUBSU) H T Erry Nuradi: Kalau Saya Bilang Ahok, Kalian Bilang Tangkap!

Ketua Gerakan Anti Penistaan Agama Islam (GAPAI) Sumut Rabualam mengatakan, ini sudah kali keenam aksi digelar. GAPAI Sumut adalah gabungan 50 Ormas Islam yang ada di Sumut.

"Harapan kita cuma satu. Agar penista agama, dan penista Al Quran ditangkap dan ditahan," kata Rabu dalam orasinya yang langsung disambut teriakan takbir dari massa, Jumat (2/12).

Rabu mengatakan, penista agama tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena itu, ia menuntut agar penista agama diusir dari Indonesia. Namun karena Indonesia negara hukum, maka proses hukum harus tetap diikuti dan dihormati.

"Kita khawatir, apabila penista agama tidak dihukum, umat Islam bisa marah semuanya. Dan sampai sekarang kita hormati proses hukum, dan kita harus mengawalnya," katanya.

Massa mengancam aksi akan digelar secara terus menerus apabila kepolisian tidak menahan Ahok.

"Kita sepakat, dari GAPAI Sumut, sebelum ahok ditangkap kita akan melakukan aksi terus," pungkasnya.

Sementara itu, ustad Zulkarnaen yang menyampaikan tausiahnya mengatakan, walaupun aksi damai bela Islam ini diwarnai hujan, namun bukan menjadi penghalang bagi umat Muslim untuk membela Al Quran.

"Siapa yang menghina Al Quran maka ia akan terhinakan. Islam cinta damai bisa hidup dengan siapa saja. Namun jangan coba-coba menghina Islam dan Al Quran. Saat ini tuntutan kita hanya satu, yaitu hukum Ahok," kata Zulkarnaen.

Ustad Zulkarnaen menambahkan, saat ini bola panas sudah di tangan Kejaksaan, karena itu harus tetap dikawal. Jangan sampai, Kejaksaan Agung yang identik dengan Partai Nasdem, yang notabene juga menjadi salah satu partai pengusung Ahok maju dalam Pilkada DKI, membuat proses hukum Ahok berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan umat Muslim.

Gubsu H T Erry Nuradi yang merupakan Ketua Nasdem Sumut, baru hadir jelang sholat Jumat dilaksanakan.

Usai sholat Jumat, Erry menyatakan gelaran aksi ini berjalan damai dan aman sesuai yang diharapkan semua pihak. Ia berharap, ke depannya situasi kondusif di Sumatera Utara terjaga dengan baik.

Erry yang kemudian menyampaikan pernyataannya di atas truk para peserta aksi, sebelum melepas para peserta aksi ke Kantor Kejatisu, mengatakan persoalan Ahok saat ini sudah ditangani oleh aparat hukum. Karena itu Erry meminta semua pihak untuk bersabar selama proses hukum berlangsung.

"Kalau saya bilang Ahok, semuanya bilang tangkap ya!" kata Erry dihadapan puluhan ribu peserta aksi yang disambut dengan takbir.

Sebelumnya, Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dihadapan para peserta aksi menyatakan, pihaknya siap mengawal perjuangan umat Muslim di Sumut dalam membela Islam. Ia menambahkan, aksi yang sama juga berlangsung di 13 kabupaten kota di Sumut. "Polisi siap terus mengawal perjuangan saudara-saudara sekalian," tukasnya.

Usai melaksanakan sholat Jumat di Mesjid Agung, massa kemudian mendatangi Kejatisu untuk menuntut agar Ahok segera ditahan.




Laporan: Tim WartaGAS
Sumber: reporter88.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.