Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Hot News - Mengungkap Fakta Teror BOM BEKASI dan Ketangguhan Densus 88

WARTAGAS.COM - Densus 88 menggerebek sebuah rumah di Jalan Bintara Jaya VIII, RT 04 RW 09 Bintara Jaya, Bekasi, Sabtu (10/12). Di lokasi, polisi menemukan benda diduga bom. Tiga orang sudah diamankan. Radius 200 meter di sekitar lokasi diamankan dengan garis polisi.

Hot News Mengungkap Fakta Teror BOM BEKASI dan Ketangguhan Densus 88
Hot News Mengungkap Fakta Teror BOM BEKASI dan Ketangguhan Densus 88 (Foto: Kompas)

"Ada pengamanan TKP diduga bom. Jalan tak bisa dilewati," kata Andi, anggota polres Bekasi yang berada di sekitar TKP. Ia mengatakan pihak Densus 88 berkoordinasi dengan polres Bekasi untuk mengamankan lokasi.

Suhada, Ketua RT 04 RW 09 menuturkan, sekitar pukul 15.30 ada seseorang yang mendatanginya. "Saya dari Densus 88. Sudah begitu saja," kata Suhada menirukan ucapan orang tersebut.

Ia mengaku tak tahu orang yang menempati rumah bertingkat tiga yang diamankan tersebut. Menurut Suhada, orang yang diamankan itu baru tiga malam menempati rumah tersebut.

Suhada mengatakan pemilik rumah tinggal di Rawamangun. "Tapi, kami jarang bertemu," ujar Suhada.

Ia menyebutkan sejak Jumat (9/12) malam memang sudah ada pihak kepolisian yang mengintai. Ia mengaku diberi tahu pihak keamanannya.

Bom Bekasi Rencananya akan Diledakkan di Istana
Bom yang ditemukan di Bekasi rencananya akan diledakkan di Istana Negara saat serah terima jaga Paspampres. Tiga pelaku berinisial NS, AS, dan DYN saat ini sudah diamankan Densus 88, Sabtu (10/12).

"Mereka diamankan di sebuah kontrakan di Bekasi tadi siang," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Kombes Rikwanto melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu (10/12).

Rikwanto menjelaskan, pada Sabtu (10/12) siang tadi sekitar pukul 14.00 WIB rencana tersebut berhasil digagalkan dengan tertangkapnya tiga terduga pelaku teror. Kekuatan bom, lanjutnya, diduga miliki daya ledak tinggi melebihi trinitrotoluene (TNT) yang pernah digunakan saat tragedi bom Bali satu pada 2002 lalu.

"Info dari Densus 88 diperkirakan daya ledak tinggi melebihi TNT," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya situasi di dekat kontrakan pelaku, seluruh warga sudah disterilkan oleh Densus 88. Hal tersebut dilakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sambil menunggu tim melakukan kembali TKP. "Apabila tidak memungkinkan dievakuasi, maka bom akan didisposal di tempat," kata dia menerangkan.

Terduga Teroris Bekasi Masuk Jaringan Bahrun Naim
Kapolres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Polisi Umar Surya Fana, menyatakan, ketiga terduga teroris yang ditangkap di sebuah kontrakan di Jalan Bintara Jaya VIII No 16 RT 04/RW 09 Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi termasuk jaringan teroris Bahrun Naim. Umar enggan menerangkan siapa-siapa yang terlibat dan berhubungan dengan ketiga terduga teroris ini. “Yang jelas ini adalah kelompok Bahrun Naim,” kata Umar, di lokasi kejadian, Sabtu (10/12).

Menurut Umar, hubungan ketiga terduga teroris di Bekasi dengan jaringan Bahrun Naim dikenali dari teknologi peracikan bom yang digunakan. Ketiga terduga teroris yang ditangkap terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan, berinisial NS, AS, dan DYN. Seluruh terduga sudah diamankan di Markas Komando (Mako) Densus 88 Antiteror Jakarta. Warga sekitar, khususnya yang menghuni kontrakan dua lantai tersebut, tidak diperbolehkan masuk ke lokasi.

Ini Kronologi Terbongkarnya Upaya Peledakan Istana Negara
Tiga terduga teroris pada Sabtu (10/12), ditangkap di Jalan Bintara Jaya VIII RT 04/RW 09, Bekasi Barat. TIga terduga teroris itu terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan, berinisial NS, AS, dan DYN. Seluruh terduga sudah diamankan di Markas Komando (Mako) Densus 88 Antiteror Jakarta. Warga sekitar, khususnya yang menghuni kontrakan dua lantai tersebut, tidak diperbolehkan masuk ke lokasi.

Menurut keterangan polisi, awalnya anggota Densus 88 Antiteror memang sudah melakukan pembuntutan dari Solo ke Jakarta terhadap salah satu kendaraan yang dikemudikan pelaku. Rencananya, bom akan diledakkan di Istana Negara saat serah terima jaga pasukan pengaman presiden (paspampres) pada Ahad (11/12).

Pada Sabtu (10/12) sekitar pukul 15.40 WIB, dilakukan penangkapan terhadap NS dan AS di bawah flyover Kalimalang. Selang berapa lama, pukul 15.50 dilakukan penangkapan terhadap DYN di kos-kosanan Jl. Bintara Jaya VIII dan ditemukan bom di kamar 104 yang tersimpan di dalam tas ransel warna hitam.

Di lokasi, polisi menemukan bom seberat tiga kilogram dengan tipe high explosive (berdaya ledak tinggi) hingga mencapai radius 300 meter persegi. Hingga kini, polisi masih berjaga-jaga. Olah TKP lanjutan akan diadakan pada Ahad (11/12) pukul 08.00 WIB.

Kapolda Jateng Pastikan Rumah Presiden di Solo Aman
Kapolda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono mengungkapkan, penangkapan tiga terduga teroris di Bekasi pada Sabtu (10/12) siang ada kaitannya dengan jaringan teroris di Solo Raya. Dia pun memastikan, keamanan di rumah pribadi Presiden Joko Widodo yang memiliki standar pengamanan khusus. “Kalau di tempat beliau (rumah presiden) sudah ada standar pengamanan dari paspamres, sudah ada,” kata Condro, Sabtu (10/12).

Condro pun telah mengintruksikan seluruh jajarannya untuk waspada terlebih jelang perayaan Natal dan tahun baru. Diketahui, Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris berinisial NS, AS dan DYN. Selain itu polisi juga menemukan bom di sebuah rumah kontrakan yang berada di Jalan Bintara Jaya 8, Bekasi. Rencananya bom tersebut akan diledakkan di Istana Negara pada Ahad (11/12) pagi saat serah terima Paspamres.

Menurut Condro, Polri tengah melakukan penyelidikan identitas pelaku. “Terkait informasi pengembangan yang di Bekasi, untuk di Solo memang belum dilakukan penangkapan, tapi memang sedang dilakukan deteksi alamatnya, untuk penangkapannya belum, alamatnya ada kaitannya tapi di Solo belum ada penangkapan,” tambahnya.

Terduga Pelaku Teror Bom Bekasi Pernah Jadi TKI ke Taiwan
DYN, seorang perempuan yang ditangkap di Bekasi karena menyimpan dan diduga akan meledakkan bom pernah menjadi seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Taiwan.

Kepala Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Watma menjelaskan, DYN berangkat menjadi TKI ke Taiwan pada 2012 silam. Itu dilakukan untuk membantu perekonomian keluarganya.

''(DYN) sebelumnya tinggal di Bandung. (DYN) datang ke Bakung belum lama, sejak bapaknya sakit, lumpuh,'' kata Watma, saat ditemui di Balai Desa Bakung Lor, Sabtu (10/12) malam.

Watma pun mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas yang dilakukan DYN. Selama tinggal di Desa Bakung Lor, DYN lebih banyak mengurus orang tuanya yang sakit sehingga kurang bergaul dan cenderung tertutup.

Watma menambahkan, sejak keberangkatan ke Taiwan itu, DYN tidak diketahui lagi kabar beritanya. Pihak aparat desa baru menerima kabar lagi bahwa DYN telah ditangkap aparat di Bekasi.

Watma menyatakan, sudah ada petugas kepolisian yang datang ke desanyĆ  terkait kasus yang menimpa DYN tersebut. Namun, hingga kini penggeledahan terhadap rumah orang tua DYN belum dilakukan.

Tim Densus 88 telah menangkap DYN, seorang perempuan yang diduga akan melakukan aksi teror bom, di Bintara Jaya VIII RT 04 RW 09 Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi Barat. Tim Densus 88 pun akan melaksanakan pengembangan lebih lanjut dengan melakukan penggeledahan di rumahnya di Kabupaten Cirebon.

''Terduga (DYN) mengirimkan paket ke rumah orang tuanya di Cirebon,'' ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, Sabtu (10/12).

Rumah orang tua DYN terletak di Blok Jati Waluya, Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. DYN diduga akan meledakkan diri dengan bom atau dikenal dengan istilah 'calon pengantin'.

DYN Direncanakan Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan bahwa DYN, salah satu terduga teroris yang ditangkap di Jalan Bintara Jaya 8, Bekasi, direncanakan untuk menjadi pelaku bom bunuh diri.

Menurut Boy, di beberapa negara di mana aksi teror berkembang, banyak wanita menjadi pelaku bom bunuh diri. Bisa jadi keinginan DYN untuk menjadi pelaku bom bunuh diri terinsipirasi dari negara-negara tersebut.

"DYN ini kelahiran 1989 (berusia 27 tahun), dia terdeteksi masih baru dalam jaringan teroris," kata Boy melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu malam.

Polisi melakukan penangkapan terhadap tiga terduga teroris, dua laki-laki dan satu perempuan, di rumah kontrakan di Jalan Bintara Jaya 8 Bekasi, Jawa Barat, Sabtu sore.

Polisi menemukan barang bukti berupa bom rakitan berbentuk penanak nasi elektronik (rice cooker) di kamar 104 kontrakan tiga lantai itu.

Tim Gegana Polda Metro Jaya meledakkan satu dari tiga bom aktif yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu malam.

Bom tersebut diledakkan pukul 19.20 WIB dengan menggunakan sebuah tabung pengaman yang terpasang di mobil Tim Gegana.

Tiga orang yang ditangkap itu antara lain berinisial NS, AS dan DYN, diduga merupakan jaringan Bahrun Naim, petempur ISIS asal Indonesia.

Bom Bekasi akan Diledakkan Saat Pergantian Paspampres
Bom berdaya ledak tinggi yang ditemukan polisi di Bintara Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu sore, rencananya akan diledakkan di Istana Merdeka saat serah terima jaga Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres).

"Bom itu sedang dipersiapkan oleh tiga orang terduga teroris bernama Nur Solihin, Agus Supriyadi dan seorang perempuan Dian Yulia Novi," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota AKP Erna Ruswing di Bekasi, Sabtu (10/12).

Menurut AKP Erna Ruswing, keterangan itu diperoleh dari para tersangka usai ditangkap petugas di sejumlah lokasi berbeda, Sabtu sore.

Dian Yulia Novi (26) warga Jatimulya RT18 RW06 Desa Bakung Lor, Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditangkap polisi di lokasi persembunyiannya sebuah kontrakan bertempat di Jalan Raya Bintarajaya 8 RT4 RW9, Kelurahan Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pukul 16.00 WIB.

“Dian tinggal di kontrakan milik Opung Mangun dan yang bersangkutan baru mengontrak selama lima hari," katanya.

Dian diketahui akan berperan sebagai pelaku peledakan bom di Istana berdasarkan "surat wasiat" yang dititipkannya kepada keluarga. "Bom aktif yang terdapat di lokasi itu merupakan bom yang akan diledakkan oleh seorang pengantin perempuan," katanya.

Dikatakan AKP Erna, kronologis kejadian itu bermula saat polisi melakukan pengintaian terhadap aktivitas terduga teroris itu dari daerah Solo ke Jakarta terhadap kendaraan B - 1578-GFX yang ditumpangi oleh Nur Solihin.

Setibanya di Jakarta, kendaraan itu menjemput Dian Yulia Novi di daerah Pondok Kopi yang membawa sebuah kardus.

Selanjutnya Dian Yulia Novi diantar ke kantor pos sekitar daerah Bintara Kota Bekasi untuk mengirim kardus tersebut ke keluarganya di Cirebon. Kemudian polisi menyita paket tersebut yang diketahui isinya adalah barang-barang berupa pakaian dan surat wasiat Dian Yuli Novi kepada kedua orang tuanya.

"Ada pun isi surat wasiat tersebut menyatakan kesiapan Dian Yuli Novi ingin melakukan 'amaliyah'," katanya.

Usai ke kantor pos, Nur Solihin, Agus Supriyadi dan Dian Yuli Novi menuju ke kontrakan di Jalan Bintarajaya 8 Kota Bekasi. Di lokasi itu, Dian turun dengan membawa sebuah tas ransel warna hitam, masuk ke kamar 104.

"Nur Solihin dan Agus Supriyadi pergi meninggalkan rumah kos tersebut dan dilakukan pembuntutan terhadap mobil yang mereka tumpangi," katanya.

Sekitar pukul 15.40 WIB, kata Erna, dilakukan penangkapan terhadap Nur Solihin dan Agus Supriyadi di bawah Jembatan Layang Kalimalang Kota Bekasi.

"Sekitar pukul 15.50 WIB, dilakukan penangkapan terhadap Dian Yuli Novi dan ditemukan bom aktif di dalam kamar 104 yang tersimpan di dalam tas warna hitam," katanya.

Bom Bekasi, Empat Tersangka Ditangkap dan 2 DPO Masih Diburu
Mabes Polri masih memburu dua pelaku yang diduga terkait penemuan bom di Bintara Jaya, Bekasi pada Sabtu (10/12) kemarin. Setidaknya sudah ada empat orang yang dijadikan tersangka pasca penangkapan di beberapa titik kemarin.

"Ada empat tersangka yang dilakukan penangkapan, dan dua orang yang masih DPO," ujar Kabag Mitra Ropenmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Ahad (11/12).

Awi pun mengatakan, tim terus memburu para pelaku lain. Ia pun tidak menutup kemungkinan bertambahnya para pelaku seiring dengan perkembangan tim di lapangan.

Adapun empat tersangka yang telah diamankan tim Densus 88, yakni pria berinisial MNS dan AS yang diamankan di flyover Kalimalang, Bekasi, lalu perempuan berinisial DYN yang diduga akan menjadi pengantin peledakan bom, ditangkap di sebuah kontrakan di Bintara, Bekasi. Serta satu orang laki-laki berinisial S yang ditangkap di Karanganyar, Jawa Tengah.

Awi mengungkap, rencananya para pelaku hendak meledakkan bom yang dirakit dalam sebuah panci itu ke Istana Negara, pada Ahad (11/12) hari. "Rencananya memang akan diledakkan hari ini dan diledakkan di obyek vital nasional, namun kenapa dipilih hari minggu kita sedang dalami," ungkap Awi.

Adapun, dalam penemuan bom kemarin, tim Gegana Polda Metro telah meledakkan satu dari tiga bom aktif yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu malam. Bom tersebut diledakkan pukul 19.20 WIB dengan menggunakan sebuah tabung pengaman yang terpasang di mobil Tim Gegana.


Laporan: Tim
Sumber: Republika.co.id dan Antaranews.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.