Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Tersedu-sedu di Depan Hakim, Ahok Cerita Pesan Ibu Angkatnya yang Muslimah

WARTAGAS.COM - Gubernur nonaktif Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menangis tersedu-sedu di depan hakim. Dalam nota pembelaannya, tersangka kasus dugaan penistaan agama ini mengingat orang tua angkatnya yang muslim.

Tersedu-sedu di Depan Hakim, Ahok Cerita Pesan Ibu Angkatnya yang Muslimah
Ahok Menangis di Sidang Dugaan Penistaan Agama


BACA JUGA: Ini Nota Keberatan Lengkap Ahok yang Dibacakan Sambil Menangis


"Saya sangat sedih saya dituduh menista agama Islam. Karena tuduhan itu sama saja dengan mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan sangat sayang kepada saya," kata Ahok di persidangan di gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gajah Mada, Selasa (13/12/2016).

Dia menceritakan, orang tua angkatnya adalah nuslim yang taat, berasal dari Bugis. Ayah angkat Ahok adalah Andi Baso Amir, Bupati Bone tahun 1967-1970. Ibu angkatnya adalah Misribu Andi Baso Amier binti Acca. Ahok ingat saat mereka memberi uang untuk pertama masuk kuliah S2 di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

"Sangat berbekas pada diri saya sampai dengan hari ini," kata Ahok tersedu-sedu.

Kemudian, Ahok ingat pada ibu angkatnya yang telah meninggal dunia. Dia menceritakan masih sering berziarah dengan melepas alas kaki di tempat pemakaman umum Karet Bivak, Jakarta Pusat. "Bahkan saya tidak mengenakan sepatu atau sandal saat berziarah untuk menghargai keyakinan dan tradisi orang tua dan saudara-saudara angkat saya itu," kata Ahok.

Saat hari pencoblosan pilgub DKI 2012, Misribu menyempatkan diri datang ke tempat pemungutan suara untuk memilih Ahok, meski kondisi kesehatan Misribu terganggu.

"Ibu angkat saya sengaja mendatangi tempat pemungutan untuk memilih saya, padahal kondisinya sudah begitu kritis. Barulah kemudian langsung menuju rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut di ICU," kisah Ahok, masih sesenggukan dan sesekali menyeka air mata.

Kadang Ahok tercekat saat membacakan eksepsi karena dia harus menahan tangis. Dia melanjutkan cerita soal ibu angkatnya yang muslimah itu. Ada pesan yang sangat diingat Ahok dari Misribu.

"Setelah dirawat selama 6 (enam) hari, Ibu berdoa dan berkata kepada saya dan masih terus saya ingat dan masih akan saya ingat. Kata beliau, 'Saya tidak rela mati sebelum kamu menjadi gubernur. Anakku, jadilah gubernur yang melayani rakyat kecil,'" kata Ahok menceritakan pesan Misribu.

Misribu wafat pada 16 Oktober 2014. Akhirnya Ahok benar-benar menjadi Gubernur DKI setelah Jokowi menjadi Presiden RI tahun 2012. Ahok mengatakan akan selalu memegang pesan Misribu. Ahok juga mengantarkan jenazah Misribu sampai liang lahat.




Laporan: Tim WartaGAS
Sumber: detikcom
loading...

No comments

Powered by Blogger.