Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Waspada! Akun Bot Ramai Jelang Pilkada, Ini Saran dari Twitter!

WARTAGAS.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), makin banyak bermunculan akun robot atau “bot” di platform Twitter yang dikendalikan secara komputerisasi untuk melakukan tweet (cuitan). Akun tersebut mencoba menciptakan tagar (#) tertentu agar masuk dalam daftar trending topic, sehingga seolah-olah jadi topik yang banyak dibicarakan, atau ingin menandingi tagar lain yang tengah populer.

Ilustrasi: Screenshot Akun Twitter @GAS4Siantar
Ilustrasi: Screenshot Akun Twitter @GAS4Siantar

Country Head Twitter Indonesia, Roy Simangunsong menyampaikan, “bot” memang sudah sejak lama menjadi masalah bagi para pengguna Twitter. Namun ia menjamin kalau tweet yang dihasilkan oleh akun bot tidak akan bertahan lama dalam memainkan sebuah topik. Bila tidak ada respon dari akun-akun asli yang dikendalikan oleh manusia, topik yang berusaha dipopulerkan tersebut akan cepat tenggelam.

“Selama tidak ada engagement, dan engagement itu secara organik, itu (topik) tidak akan bertahan lama. Sudah terbukti kok, bila trending topic tidak direspon oleh manusia sungguhan, lalu manusia itu tidak me-reetweet lagi, maka akan cepat hilang,” kata Roy Simangunsong, di Jakarta, baru-baru ini.

Karenanya, Roy mengingatkan para pengguna Twitter agar tidak mudah terpancing dengan Trending Topic tertentu, yang sebenarnya tidak banyak dibicarakan oleh orang-orang di sekitar kita. “Bot ini sesuatu yang memang terjadi. Agar tidak menjadi hal yang mengganggu, para pengguna Twitter tidak usah merespon dengan kembali menggunakan tagar tersebut,” pesan Roy.

Twitter sendiri sudah memiliki regulasi khusus apabila ada sebuah tweet yang dianggap melanggar regulasi Twitter, misalnya melakukan spamming. Pengguna Twitter juga bisa melaporkan akun tersebut kalau merasa sudah mengganggu kenyamanan. Nantinya pihak Twitter akan melakukan analisa apakah akun tersebut benar-benar melakukan pelanggaran.

“Kalau terjadi spamming, kita akan melakukan suspend. Bukan hanya bot, manusia sungguhan pun akan kita suspend. Ini dilakukan untuk memproteksi pengguna-pengguna Twitter,” pungkasnya.


Laporan: Tim
Sumber: beritasatu


loading...

No comments

Powered by Blogger.