Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Inilah Momen Penting Debat Cagub-Cawagub DKI 2017 Ronde Kedua

WARTAGAS.COM - Debat Cagub-Cawagub DKI 2017 ronde kedua berlangsung malam ini. Agus-Sylvi, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi akan beradu gagasan dengan isu reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan penataan kota.

Inilah Momen Penting Debat Cagub-Cawagub DKI 2017 Ronde Kedua
Momen Penting Debat Cagub-Cawagub DKI 2017 Ronde Kedua - Foto: detikcom


Anies-Sandi Tiba di Hotel Bidakara
Cagub-Cawagub DKI Jajarta Anies Rasyid Baswedan - Sandiaga Salahudin Uno telah tiba di Hotel Bidakara untuk mengikuti debat Cagub-Cawagub. Keduanya bertemu di salah satu ruangan hotel bernama Nakula.

Sandiaga tiba pukul 17.50 WIB bersama Ketua Tim Relawan Anies-Sandi, Boy Sadikin. Anies sudah lebih dahulu berada di Bidakara.

Pasangan nomor urut 3 itu kemudian bertemu di salah satu ruangan. Sebelum menyalami Sandiaga, Anies lebih dahulu menemui Boy dan sedikit berbincang bersamanya.


Berjaket, Agus dan Sylviana Tiba di Arena Debat
Pasangan calon nomor urut 1, Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni tiba di Hotel Bidakara yang menjadi arena debat kedua. Keduanya kompak berjaket.

Agus dan Sylviana tiba pukul 18.15 WIB. Agus datang bersama dengan istrinya, Anisa Pohan. Keduanya kompak mengenakan baju tacticool yang menjadi ciri khasnya berbalut dengan jaket. Sementara Sylvi datang dengan mengenakan baju tacticool dan kerudung hitam.

Agus mengatakan dirinya sudah mempersiapkan semua hal yang kemungkinan akan ditanyakan oleh panelis dan calon lainnya. Agus juga mengaku mendapat pesan khusus dari ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Semua disiapkan. Semua materi yang akan dibahas malam hari ini terkait reformasi birokrasi, pelayanan publik dan penataan kawasan kota. Saya kira semua udah tahu dan tentunya kita siapkan semua yg kemungkinan akan ditanyakan panelis lewat moderator maupun paslon lain," kata Agus kepada wartawan.

"Iya dong (ada pesan dari SBY). Tentunya mendoakan saya supaya lancar. Bisa tampil dengan baik," lanjutnya.


Antasari Hadiri Debat Pilgub DKI, Duduk di Kursi Pendukung Ahok
Mantan Pimpinan KPK, Antasari Azhar menghadiri debat kedua Pilgub DKI. Antasari, yang baru mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo tersebut, duduk di kursi VIP.

Antasari Azhar datang di debat kedua cagub DKI
Antasari Azhar datang di debat kedua cagub DKI - Foto: detikcom

Mengenakan batik, Antasari duduk bersama-sama pendukung Ahok-Djarot. Dia duduk di samping politikus Golkar, Theo Sambuaga.

Pendukung Ahok bersorak menyambut kedatangan Antasari. Dia kemudian memberi pernyataan singkat ke wartawan.


Moderator Tina Talisa dan Eko Prasojo Buka Debat Kedua
Debat kedua Pilgub DKI 2017 dimulai. Debat mengambil tema 'Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik dan Penataan Kota'

Moderator Tina Talisa dan Eko Prasojo Buka Debat Kedua
Moderator Tina Talisa dan Eko Prasojo Buka Debat Kedua - Foto: detikcom

Dua moderator yaitu Eko Prasojo dan Tina Talisa naik ke panggung debat. Tina lalu memperkenalkan para panelis.

"Pertanyaan untuk pasangan calon sudah disusun oleh para panelis. Salah satunya adalah Eko Prasojo," kata Tina.

Selain Eko, tiga panelis lainnya adalah Siti Zuhro, Tulus Abadi, Gunawan Tjahjono.


Agus Paparkan Visi-Misi: Birokrasi yang Berintegritas
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Yudhoyono mendapat giliran pertama untuk menyampaikan visi-misi sesuai tema. Dia menegaskan akan tetap humanis dalam memimpin Jakarta.

Agus Paparkan Visi-Misi: Birokrasi yang Berintegritas
Foto: detikcom

"Visi saya adalah mewujudkan Jakarta sebagai kota yang maju, unggul, modern, dan tetap humanis, dan mengakar pada jati diri bangsa Indonesia," kata Agus.

Agus berjanji mewujudkan birokrasi yang capable, transparan, dan responsif. Dia juga akan menjadikan rakyat Jakarta sebagai subjek.

"Sekali lagi kita hadirkan birokrasi berintegritas sehingga saya menjalankan pemerintahan yang baik dan efektif dan melayani publik Jakarta berkualitas," ucapnya.


Pemaparan Visi-Misi, Ahok Jelaskan Badan Pelayanan Satu Pintu
Dalam sesi pemaparan visi-misi, Ahok-Djarot bercerita tentang pengalamannya pada tahun 2013. Dia saat itu membuat BPTSP atau Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Pemaparan Visi-Misi, Ahok Jelaskan Badan Pelayanan Satu Pintu
Ahok-Djarot - Foto: detikcom

"Mengapa Badan Pelayanan, kan itu Perizinan. Kalau perizinan, warga datang ke kami, kalau bicara pelayanan, warga datang adalah atasan kami," ucap Ahok.

Ahok menegaskan dia sudah menaikkan tunjangan daerah, kinerja indikator. Dia juga memaparkan kerja yang sudah dilakukan selama ini.

"Kita bangun trotoar harus ramah disabilitas, RS dekat dengan warga," jelasnya.


Anies Ungkap 'Rapor Merah' Pemprov DKI
Di awal pemaparan visi dan misi, Anies mengucapkan "Gong Xi Fa Cai' kepada Ahok yang merayakan Imlek. Dia lalu bicara soal penataan kota.

Anies Ungkap 'Rapor Merah' Pemprov DKI
Anies-Sandi - Foto: detikcom

"Menata kota lebih dari sekadar menata gedung, karena kita bicara agar warga di kota merasakan kesejahteraan sehingga mendapat kebahagiaan," ucap Anies.

Dia lalu mengeluarkan 'rapor merah' Pemprov DKI selama dipimpin Ahok. Di antaranya adalah hasil pemeriksaan BPK.

"Audit BPK tidak mencapai WTP. Laporan ombudsman rangking 16 dari 33 provinsi. Sebelum pak Basuki menjabat, skornya 100 lalu menjadi 56," paparnya.


Wujudkan Birokrasi Bebas Intervensi Politik, Agus Adopsi Cara di Militer
Moderator Eko Prasojo bertanya tentang kuatnya intervensi kekuatan politik di birokrasi termasuk soal pengisian jabatan, pengadaan barang, dan pencopotan jabatan. Apa jawaban Agus?

"Saya akan saya adopsi modal di militer, bagaimana menata organisasi degani profesional, terbuka, dan terukur," jawab Agus.

Dia akan menerapkan KPI yang terukur. Dengan demikian, tiap birokrat bekerja sesuai kemampuannya.

"The right man on the right place," tegas Agus.


Djarot Jelaskan Pengaruh Tunjangan Terhadap Kinerja Birokrasi
Moderator bertanya soal pengaruh kenaikan tunjangan kepada kinerja birokrasi. Djarot yang mengambil kesempatan untuk menjawab.

"Mereka harus dipastikan bisa bekerja maksimal. Oleh sebab itu, diperlukan indikator kinerja yang akan mengukur bagaimana dia melakukan tugas," jelas Djarot.

Ukuran ini dilakukan tiap bulan karena terkait tunjangan. Dengan demikian, ukurannya jelas.

"Artinya mereka tidak perlu korupsi sehingga pelayanan di Jakarta bebas pungli," ucap Djarot.

"Kami mengedepankan bagaimana rakyat terpuaskan terhadap pelayanan birokrasi," pungkasnya.


Anies: Pemimpin Harus merangkul, Bukan Memukul
Anies-Sandi mendapat perntanyaan soal cara meningkatkan potensi birokrasi yang masih rendah. Anies lalu menjelaskan bahwa perlu pendekatan khusus ke aparatur negara.

Anies: Pemimpin Harus merangkul, Bukan Memukul
Anies: Pemimpin Harus merangkul, Bukan Memukul - Foto: detikcom

"Tidak hanya iming iming tunjangan kinerja, tapi budaya kinerja. Pemimpin harus merangkul, bukan memukul," ucap Anies.

Anies mengatakan pemimpin seharusnya memberi motivasi. Pelatihan juga perlu disiapkan.

"Di manapun harus ada pengembangan dan sesuai bidang," jelasnya.

membereskan kompetensi,



Inilah Momen Penting Debat Cagub-Cawagub DKI 2017 Ronde Kedua - Halaman :
  

loading...

No comments

Powered by Blogger.