Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Yusril Ihza Mahendra : Seharusnya Grasi Demi Hukum

WARTAGAS.COM - Sudah sewajarnya grasi itu diberikan kepada beliau, walau sekarang Pak Antasari sudah berstatus bebas bersyarat.

Yusril Ihza Mahendra : Seharusnya Grasi Demi Hukum
Yusril Ihza Mahendra, Pakar Hukum Tata Negara

Seharusnya Presiden memberikan 'grasi demi hukum' kepada beliau, bukan grasi biasa karena permohonan beliau.

Semasa dalam tahanan, Pak Antasari pernah mendiskusikan grasi itu dengan saya.

Walau perasaan saya berat untuk menyetujuinya, karena khawatir masyarakat mengira bahwa Pak Antasari mengakui apa yang didakwakan jaksa sehingga memohon grasi, padahal beliau tidak melakukannya.

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar saat mendatangi Lapas Tangerang pada Rabu (25/1/2017) siang.
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar saat mendatangi Lapas Tangerang pada Rabu (25/1/2017) siang. Foto: tribunnews.com

Namun waktu itu, seperti tidak ada jalan lain untuk mengakhiri status beliau kecuali mengajukan grasi.

Beliau sudah dua kali mengajukan PK dan dua-duanya ditolak Mahkamah Agung.

BACA JUGA: Dapat Grasi dari Presiden Jokowi, Antasari Dinyatakan Bebas Murni

Grasi demi hukum dikenal dalam ilmu hukum sebagai tindakan yang dilakukan oleh Presiden, bukan sebuah intervensi kepada badan peradilan, melainkan satu-satunya cara yang dapat ditempuh Presiden untuk membebaskan seseorang dari hukuman, karena menyadari adanya ketidakadilan dalam proses peradilannya.

Grasi yang sekarang diberikan oleh Presiden, nampaknya bukan grasi demi hukum seperti saya katakan, tetapi grasi biasa atas permohonan terpidana.

BACA JUGA: Mahfud MD: Kalau Antasari Ajukan Grasi Berarti Mengakui Bersalah

Kendatipun saya tetap menghargai grasi yang diberikan Presiden kepada Pak Antasari, namun saya menganggap grasi itu terlambat diberikan.

Gedung Mahkamah Agung (MA)
Gedung Mahkamah Agung (MA) - Foto: Tribunnews.com

Pak Antasari sekarang sudah bebas bersyarat setelah menjalani lebih separuh dari pidananya.

Waktu selama itu, telah memberikan penderitaan yang luar biasa kepada beliau.


(Yusril Ihza Mahendra, Pakar Hukum Tata Negara)


Laporan: Tim WartaGAS
Sumber: Tribunnews
loading...

No comments

Powered by Blogger.