Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Anggota Babinsa bersama Petani Lakukan Pengecekan Hama Padi di Desa Tanjung Muda

WARTAGAS.COM - Sebelum Babinsa terjun langsung kelapangan Danramil 02/Air Putih Kapten Inf JR. Sinaga mengungkapkan Hama dan Penyakit merupakan masalah yang sering dihadapi oleh petani padi, baik petani padi sawah maupun padi darat. Khususnya padi sawah, hama dan penyakit ini sering kali muncul dan membuat para petani kerepotan. Bagaimana tidak repot, jika hama dan penyakit tidak dibasmi, maka akan membuat mereka gagal panen. Anehnya adalah setiap kali musim tanam padi, hama dan penyakit juga akan muncul, terutama pada musim kemarau.

Anggota Babinsa bersama Petani Lakukan Pengecekan Hama Padi di Desa Tanjung Muda
Anggota Babinsa Koramil 02/Air Putih Serda Hermanto bersama Petani Lakukan Pengecekan Hama Padi di Desa Tanjung Muda Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara.

Banyak para petani padi yang merasa bingung dengan adanya hama dan penyakit pada tanaman padi mereka. Alhasil mereka mencari alternatif dan cara untuk mengatasi hama dan penyakit pada tanaman padi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memberantas hama penyakit pada padi sawah adalah dengan cara menyemprot hama dan penyakit secara rutin.

Jenis hama dan penyakit yang kerap muncul pada musim tanam sangat bervariasi. Pada awal padi mulai ditanam, biasanya hama yang sering menyerang tanaman padi adalah hama keong. Keong ini memiliki karakteristik dan ciri-ciri fisik seperti siput, atau biasa juga disebut sebagai siput air, namun lebih kecil dan bentuk cangkangnya lebih tipis. Kalau kami biasa menyebutnya keong mas, karena warnanya yang agak keemasan. Keong ini akan memakan daun-daun pada tanaman padi atau bibit padi yang mulai ditanam. Maka langkah untuk mengendalikan hama keong pada tanaman padi sawah ini bisa dilakukan dengan cara mengeringkan lahan sawah untuk sementara waktu, atau dengan membuat parit disetiap lahan sawah agar keong tidak menyerang tanaman padi. Selain dengan cara membuat parit disekeliling lahan, anda juga bisa melakukan penyemprotan menggunakan pestisida pembasmi keong, biasanya ditoko pertanian sudah ada yang menjualnya. Jika anda tidak mau menggunakan pestisida, cara lain untuk membasmi keong adalah langsung memungut satu persatu keong yang ada pada lahan sawah anda. Memang cara ini cukup melelahkan dan berlangsung lama.

Pada kesempatan ini Babinsa Koramil 02/Air Putih Serda Hermanto, mendapat laporan dari petani bahwa padinya ada gejala terserang hama Wereng, selanjutnya Babinsa berkoordinasi dengan PPL setempat untuk mencari solusi sebagai upaya pencegahan dini guna memberantas dan membasmi hama Wereng dan hama lainnya pada tanaman padi, yang diperlukan penanganan secara cepat dan tepat, agar tidak berdampak pada kerugian yang lebih besar pada petani. Pembasmian hama Wereng tersebut dilakukan dengan penyemprotan bersama-sama, dengan tujuan agar hama Wereng tersebut tidak berpindah ke sawah lainya, juga sebagai upaya antisipasi dan pengawasan terhadap serangan hama jenis lainnya pada areal pertanian yang lebih luas. Danramil 02/Air Putih mengatakan, bahwa kegiatan penyemprotan tersebut merupakan salah satu bagian dari tugas pendampingan para Babinsa kepada para petani, dan hal seperti itu akan terus dilakukan oleh para prajuritnya.

Kegiatan ini berlangsung bersama sama dengan Gapoktan dan PPL untuk melaksanakan pengecekan hama padi di lahan milik anggota kelompok tani di Desa Tanjung Muda Kecamatan Air Putih Kabupaten Batubara, hama tanaman padi merupakan kendala bagi petani untuk bisa meningkatkan produksi usaha taninya. Bahkan serangan hama tertentu seperti tikus, wereng, keong dan orong-orong bisa mengakibatkan puso atau gagal panen. Sekarang ini sudah banyak hama yang sudah tidak mempan lagi disemprot dengan insektisida yang murah, akhirnya para petanilah yang terkena dampak negatifnya, selain memerlukan biaya usaha tani yang lebih besar juga produktivitas padi menjadi turun.





TL/WG
loading...

No comments

Powered by Blogger.