Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Kapten Inf Jony Siagian: Kegiatan Pengubinan Agar Pertani Tahu Perkiraan Potensi Hasil Tanaman Padinya

WARTAGAS.COM - Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan oleh petugas pertanian maupun statistic untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian tidak hanya padi sawah. Namun teknik ini paling umum digunakan untuk memperkirakan potensi hasil gabah dalam luasan 1 hamparan (1 ha).


Kapten Inf Jony Siagian: Kegiatan Pengubinan Agar Pertani Tahu Perkiraan Potensi Hasil Tanaman Padinya
Anggota Kelompok Tani "Usaha Tani" Kusumo bersama sama dengan PPL Irwanta yang diketua oleh Roslita yang terlatak di Desa Lau Damak Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Daramil 06/Bahorok Kapten Inf Jony Siagian melaksanakan ubinan pada usia tanam 6 bulan 15 hari dengan hasil yang dicapai dilahan 14 rante sebanyak 4 ton gabah, Kamis (16/02/2017).


Untuk melakukan pengubinan ini ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh siapa saja yang ingin menghitung potensi hasil tanamannya. Prosesnya sangat sederhana, petani pun bisa melakukannya. Proses yang pertama kali harus dilakukan adalah hari yang tepat untuk pengubinan dan diupayakan tanaman padi yang akan diubin sudah benar-benar siap untuk dipanen (fisiologis dan umurnya sudah tepat). Alat ukur pengubinan juga harus disiapkan, alat berupa besi,besi yang dirangkaikan satu sama lain ukuran luasnya 2,5 m2, beserta alat timbangnya. Kemudian buku panduan BPS untuk mencari random kotak ubinan yang akan di ambil sebagai sample perhitungannya.

Kamis (16/02/2017), bertempat di lahan kebun milik anggota Kelompok Tani "Usaha Tani" Kusumo bersama sama dengan PPL Irwanta yang diketua oleh Roslita yang terlatak di Desa Lau Damak Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Daramil 06/Bahorok Kapten Inf Jony Siagian melaksanakan ubinan pada usia tanam 6 bulan 15 hari dengan hasil yang dicapai dilahan 14 rante sebanyak 4 ton gabah.

Daramil 06/Bahorok Kapten Inf Jony Siagian mengungkapkan Fungsi kegiatan pengubinan adalah para petani bisa mengetahui perkiraan potensi hasil dari tanaman padi mereka, hal ini bermanfaat agar petani tidak diperdaya oleh sistem jual ijon yang hanya memperkirakan harga perluasan lahan yang ada.

Contohnya seorang petani memiliki lahan sawah yang telah ditanami padi dan siap penen, lahan tersebut sudah ditawar oleh para pengijon seharga 17,5 juta rupiah untuk hasil gabah yang dipanen 1 ha milik petani tersebut, ternyata setelah menghitung sendiri bahwa potensi panen yang diperkirakan dari hasil ubinan dilokasi petani tersebut diperoleh data 4750 grm untuk luasan 2,5 m x 2,5 m dengan sistem tanam jejer legowo 4:1, maka prediksi hasil panen yang diperoleh adalah : 1 ha / luasan pengubinanan diperoleh angkan 16, kemudian angka faktor ini dikaliakan dengan hasil pengubinan dalam satuan kg, sehingga dari data tersebut dapat di prediksi hasil penen gabah petani tersbeut adalah ( 4,75 kg x 16 = 76 kwintal gabah panen dan jika dijual maka hasilnya adalah = (76 kwintal x Rp. 350.000 = Rp. 26.600.000), ternyata hasil panen bisa mencapai 2 x lipat dari prediksi pedangang ijon.





TL/WG
loading...

No comments

Powered by Blogger.