Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Melihat Kondisi Pajak Parluasan Saat ini, Inilah Tanggapan Anak Siantar di Perantauan

WARTAGAS.COM - Selain Pasar (Pajak) Horas, Kota Pematangsiantar memiliki Pajak Parluasan. Pajak ini masih berstatus Pasar Tradisional. Pasar ini bernama Pasar Dwikora Parluasan, tapi lebih populer dengan sebutan Pajak Parluasan (Parlu). Pasar Parlu ini sudah lama berdiri, dan juga merupakan pusat berbelanja di Kota Pematangsiantar.


Melihat Kondisi Pajak Parluasan Saat ini, Inilah Tanggapan Anak Siantar di Perantauan
Kondisi Pasar Parluasan Saat Ini - Youtube


Sayangnya, Pajak Parlu ini seringkali membuat hati miris bila sudah hujan turun. Banjir, Becek, bahkan mengandung aroma yang tidak sedap. Namun, tetap saja Pajak Parlu ini ramai. Yang menjadi pertanyaannya, kenapa Pemerintah Kota Pematangsiantar membiarkannya. Atau malah tutup mata.

Nemo memposting sebuah Video terkini mengenai kondisi Pajak Parlu di Group Anak Siantar, Media Soaial Anak Siantar Sedunia di Facebook (Jumat, 17/2/2017). Melihat kondisi Pasar Parluasan Kota Pematangsiantar ini, mengundang Anak Siantar yang telah lama tinggal di perantauan memberikan komentar.

Berikut Komentar Anak Siantar diperantauan yang berhasil kami himpun, seimak lebih lanjut.

LIHAT VIDEONYA DIBAWAH INI




Mengerikan Kondisi Pasar Parluasan Saat Ini, Tapi Pemko Pematangsiantar Diam Saja
Bikin malu Anak Siantar dipenjuru dunia melihat kondisi Pajak Parluasan Kota Pematangsiantar saat ini. Becek, Kumuh dan tentu bau. Anehnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar seakan-akan diam saja. Tidak terlihat sama sekali upaya untuk memperbaiki.

"3 hari lalu lae (merekkam video ini, 14 Februari 2017, red), Lagi iseng lewat sana lae" Kata Akun Nemo, saat ditanyakan kapan Video ini direkam.

"Par luasan udh 25 thn aku tingalkan msh seperti ini malu di bilang anak siantar klu lihat ini", kata akun Darwin Saragih

"Perluasan mai Gak berubah taon baru kemaren dari sana. Hmmmm gak berubah...... uda 6 Tahun yg lalu gak dari sana .", kata Tomi Syahputra Situmorang juga.

"Pajak Parluasan,,, magigi au mangida,,,, (Pasar Parluasan, Malas Jijik aku melihatnya, red.)" Kata Halomoan Simanjuntak lebih ekstrim.

Apakah Pasar Parluasan ini akan dibiarkan seperti itu terus? Atau justru malah dibuat demikian. Hmm.... kita tunggu saja apa tindakan dari Pemko Pematangsiantar selanjutnya. Harapan kita, Pasar Parluasaan kebanggaan Anak Siantar ini segera diperhatikan dan dirubah (direvasi) sehingga menjadi lebih baik. Salam Anak Siantar.




WG
loading...

No comments

Powered by Blogger.