Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Bersama Babinsa Koramil 10/Sei Kepayang, Petani ini Lakukan Pengecekan Padi dari Serangan Hama

WARTAGAS.COM - Babinsa yang bertugas sebagai mitra petani memberikan masukan diantaranya mengajak para petani untuk selalu memonitoring lahan sawah minimal 1 minggu sekali bahkan kalau bisa 2 kali dalam seminggu. Hal ini bertujuan agar kita bisa sedini mungkin mengetahui gejala serangan hama dan sedini mungkin mengambil tindakan pencegahan atau pengendalian sehingga petani tidak mengalami gagal panen, Ungkap Danramil 10/Sei Kepayang Kapten Inf Sangkot Purba, Rabu (08/03/2017).

Bersama Babinsa Koramil 10/Sei Kepayang, Petani ini Lakukan Pengecekan Padi dari Serangan Hama
Bersama Babinsa Koramil 10/Sei Kepayang, Petani ini Lakukan Pengecekan Padi dari Serangan Hama yang terletak di Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang dengan jenis padi Farietas umur 97 hari untuk luas lahan 1 hektare, Rabu (08/03/2017).

Hama tanaman padi merupakan kendala bagi petani untuk bisa meningkatkan produksi usaha taninya. Bahkan serangan hama tertentu seperti tikus, wereng, keong dan orong-orong bisa mengakibatkan puso atau gagal panen. Babinsa Koramil 10/Sei Kepayang Serda M. Simanjuntak jajaran Kodim 0208/Asahan bersama dengan Gapoktan A. Tamba dan PPL M. Rsyid melaksanakan pengecekan hama wereng dan keong mas pada tanaman padi di lahan milik anggota Kelompok Tani "Semangat" Mida Br Tamba yang terletak di Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang dengan jenis padi Farietas umur 97 hari untuk luas lahan 1 hektare.

Serda M. Simanjuntak berharap dan sekaligus mengajak para petani untuk secara bijak mengendalikan serangan hama tanaman padi. Karena kalau kita sembarangan dalam mengendalikan hama terutama dalam penggunaan insektisida justru kita sendiri yang akan dirugikan. Banyak kasus serangan hama secara tiba-tiba yang telah menggagalkan panen seperti contohnya serangan hama wereng pada tahun lalu.

Sekarang ini sudah banyak hama yang sudah tidak mempan lagi disemprot dengan insektisida yang murah, akhirnya para petanilah yang terkena dampak negatifnya, selain memerlukan biaya usaha tani yang lebih besar juga produktivitas padi menjadi turun.




TL/WG
loading...

No comments

Powered by Blogger.