Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Jelang Musim Panen, Anggota Koramil 18/BB Dampingi Petani Halau Burung di Desa Lubuk Kertang

WARTAGAS.COM - Danramil 18/BB Kapten Arm Jauhari mengungkapkan, pada perkembangan teknologi dalam kurun waktu singkat telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Teknologi pada dasarnya dibuat dan dikembangkan oleh manusia untuk mempermudah setiap pekerjaan dan urusan. Banyak teknologi telah dikembangkan dan membawa manfaat bagi beberapa aspek kehidupan. Salah satunya dapat diterapkan dalam bidang pertanian, terutama bagi negara-negara yang memiliki potensi besar pada produksi pertanian sawah, ungkapnya.

Jelang Musim Panen, Anggota Koramil 18/BB Dampingi Petani Halau Burung di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat, Selasa (28/02/2017).

Lanjut Kapten Arm Jauhari, salah satu hama yang kerap meresahkan petani adalah hama burung, tak sedikit para petani yang dibuat jengkel dengan terus meningkatnya populasi burung sebagai hama bagi padi. Karena pada saat menjelang panen, padi sudah pasti akan diserang hama burung. Burung menyerang tanaman padi pada fase matang susu sampai pemasakan biji (sebelum panen). Serangan mengakibatkan biji hampa, adanya gejala seperti butir padi mengering dan biji banyak yang hilang. Ini jelas akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi para petani, imbuh Danramil, Selasa (28/02/2017).

Pendampingan oleh Babinsa terhadap petani menerangkan, ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi beras yang selalu tinggi, membuat petani berlomba-lomba untuk menghasilkan produksi panen terbaik. Salah satu upaya petani untuk meningkatkan produksi panen, salah satunya adalah mencegah atau menghalau hama burung yang sering memakan biji-biji padi sebelum di panen. Hal ini disadari sepenuhnya oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 18/BB Serda Ade Wangso jajaran Kodim 0203/Langkat melaksanakan pendampingan terhadap petani pada pelaksanaan penghalawan hama burung dan turun ke sawah mendampingi para petani mengendalikan hama burung pipit yang menyerang padi di lahan persawahan milik anggota Kelompok Tani "Maju 1" Anton yang diketuai oleh Mazda Karo-karo dengan luas lahan 20 rante yang terletak di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat dengan menggunakan jenis padi mikongga untuk usia 90 hari.

Pada kesempatan itu Serda Ade Wangso membantu membuat alat untuk mengusir burung, serta menjelaskan hama burung pipit ini bisa dihalau dengan banyak cara selain dengan teriak dan peralatan sederhana seperti orang-orangan sawah. Sebenarnya banyak metode yang digunakan untuk mengusir hama burung ini. Dengan teriak dan membuat orang-orangan sawah, itu bisa. Namun akan lebih baik jika petani membuat alat sederhana yang bisa digerakkan dan alat itu yang mengeluarkan suara, ungkapnya.




TL/WG
loading...

No comments

Powered by Blogger.