Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Jeritan Anak Korban Kebakaran: "Oh Tuhan Dang Boi Ditolong Ko Apala Sada Pe"

WARTAGAS.COM - Kebakaran yang terjadi di rumah Marpaung jalan Serumput bawah Kompleks Stadion, kelurahan sukadame, kecamatan Utara Pematangsiantar, sekitar Pukul 04:00 Wib Selasa (7/3/2017) dipastikan ada korban meninggalkan dunia.

Jeritan Anak Korban Kebakaran: "Oh Tuhan Dang Boi Ditolong Ko Apala Sada Pe"
Ilustrasi - Foto: lintaspublik.com

"Ada korbannya tadi (meni ggal), inilah masih di evakuasi sama pihak kepolisian," kata seorang petugas pemadam kebakaran di jalan Serumput bawah, dilokasi terjadinya kebakaran.

Menurut informasi yang diterima lintaspublik.com, Marpaung tinggal bersama anak perempuan dan cucunya. Marpaung sendiri sedang sakit. Dan istrinya Boru Butar-butar dikabarkan sedang berada keluar kota mengikuti pesta keluarga. Saat ini pihak pemadam kebakaran Pemko dan pemadam kebakaran PT. STTC sudah berhasil memadamkan api.

"Tiga yang kami lihat meninggal terbakar, tapi masih susah mengeluarkan jenazahnya, semuanya korban meninggal dikamar,"kata petugas laki-laki itu lagi.


Dipastikan 3 Penghuni Rumah Meninggal di Kompleks Stadion, Ini Nama Korban
Kebakaran yang terjadi di kompleks Sangnaualuh (Stadion) tepatnya di Jalan Serumpu Bawah Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara menewaskan 3 penghuni rumah.

Korban tewas itu dipastikan oleh Lurah Sukadame Hendra Simamora,saat ditemui kru media ini.

"Memang benar, 3 penghuni rumah tewas terpanggang," ucap Hendra,Selasa (7/3/2017).

Adapun yang tewas terpanggang,kata Hendra, TP Marpaung Pensiunan Brimob (62), istri Elfrida br butar-butar guru di SDN 122347 (58) di Jalan Bah Tongguran Kelurahan Sigulang-gulang) serta Bersheba br Marpaung pekerjaan wiraswasta (32).

"Ketiga korban sudah di evakuasi ke RSUD Djasamen Saragih," ucapnya.

Demikian juga kematian ketiga keluarga ini sudah dipastikan pihak kerabat terdekat lam. Marpaung.

"kami sudah pastikan bahwa yang meninggal itu lae ku, ito ku dan bereku," kata opung Boas Butar-butar abang Kandung Elfrida Butar-butar, dirumah sakit Djasamen Saragih.


Anak Korban Tewas Kebakaran: "Oh Tuhan Dang Boi Ditolong Ko Apala Sada Pe"
Mengetahui ke dua orang tuanya dan adiknya meninggal dunia,karena terjebak api yang menghanguskan rumah di Kompleks Stadion Sangnaualuh tepatnya di Jalan Serumpun Bawah Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara pada Selasa dini hari tadi (7/3/2017), membuat Babang (anak korban yang mengalami musibah) menjerit histeris.

Babang Marpaung menangis histeris melihat kondisi rumah orang tuanya di jalan Serumput Pematangsiantar, Selasa (7/3/2017)
Babang Marpaung menangis histeris melihat kondisi rumah orang tuanya di jalan Serumput Pematangsiantar, Selasa (7/3/2017) - Foto: lintaspublik.com

Babang yang diketahui, satu-satunya anak lelaki Alm. TP Marpaung/Alm E br Butar-butar, tak kuasa menahan rasa sedih yang menimpa orang tuanya.

"Kenapa bisa begini, mana Bapak, mamak dan adekku. Gak peduli aku sama rumah ini .Mana orangtua ku," jerit Babang yang diketahui bermukim di Medan dan baru sampai di Siantar pukul 09.05 WIB.

"Oh Tuhan, dang boi ditolongko apala sada pe (Oh Tuhan, kenapa satupun nggak bisa Kau tolong satupun)," jerit Babang.

Istri Babang boru Saragih yang sedang hamil tak dapat menahan tangis. Selasa, (7/3/2017) di jalan Serumpun Pematangsiantar.
Istri Babang boru Saragih yang sedang hamil tak dapat menahan tangis. Selasa, (7/3/2017) di jalan Serumpun Pematangsiantar. - Foto: lintaspublik.com

Seketika, jeritan Babang semakin menguat bahkan Babang meronta-ronta hingga membuat warga bersusah payah menenangkan.

Tak berapa lama,Babang yang sudah kehabisan tenaga,tiba-tiba lemas dan hampir terjatuh ke tanah.Beruntung,warga yang berada di samping Babang cepat menangkapnya.

"Yang sabar ya Babang, sudah berupaya kami menolong. Cuman, Tuhan berkehendak lain," ujar salah seorang warga memberi penguatan.

Setelah diam sejenak, Babang kembali menjerit histeris, "mana Bereku!!! lae ku dimana!!!," jerit Babang.

Warga yang mendengarnya,mengatakan bahwa laenya dan berenya tidak ikut berada di rumah saat kebakaran terjadi.

"Nggak ada lae dan beremu di situ Babang. Tabah dan ikhlas lah," ujar warga lainnya.

Begitu juga isteri Babang br Saragih, menjerit histeris mengetahui mertua meninggal.

Tak berapa lama, br Saragih yang sedang hamil ini lemas dan dipapah warga untuk duduk.

"Sudahlah boru, lihat kondisi anakmu. Kau kan sedang hamil," ujar seorang perempuan.

Sementara korban yang meninggal dunia Togu P Marpaung (60) pensiunan Polri, Fryda br Butar-butar PNS (58) Guru SDN 122347, Ceba Asima br Marpaung (30) pekerjaan wiraswasta.


Kebakaran Renggut Tiga Nyawa, Ini Kata Wakil Walikota Siantar
Wakil Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah, SE, MM menyatakan Pemko Pematangsiantar turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, atas musibah kebakaran yang merenggut tiga orang korban tak jauh dari Stadion Sang Naualuh. Peristiwa kebakaran tersebut, terjadi di Jalan Serumpun Nomor 7A, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari Selasa (7/3/2017).

Anggota Kepolisian Polres Pematangsiantar, saat mengevakuasi korban Kebakaran di jalan Serumpun kompleks Stadion Pematangsiantar, Selasa (7/3/2017)
Anggota Kepolisian Polres Pematangsiantar, saat mengevakuasi korban Kebakaran di jalan Serumpun kompleks Stadion Pematangsiantar, Selasa (7/3/2017) - Foto: lintaspublik.com

Wakil Walikota yang tengah berada di Medan untuk urusan dinas, langsung memerintahkan instansi terkait di lingkungan Pemko Pematangsiantar, untuk segera mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu, demi untuk membantu meringankanbeban pihak keluarga yang ditinggalkan.

“Saya secara pribadi maupun atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar, mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga Bapak Marpaung.Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima beliau, istri dan putrinya di sisiNya, sesuai amal dan ibadahnya. Kepada pihak keluarga yang lain, baik anak-anak, menantu serta para cucu, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,”katanya melalui Plt.Kabag Humas, Jalatua Hasugian, Selasa pagi (7/3/2017)

Korban yang tewas adalah pemilik rumah: Togu P Marpaung (60) Purnawirawan Polri dan istrinya, Fryda Butarbutar (58) seorang Guru SD Negeri 122347. Juga seorang putrinya, Ceba Asima Rohana Marpaung (30) yang telah berkeluarga dengan marga Sitohang, dan memiliki satu orang anak laki-laki bernama Daniel Sitohang.

Sekitar pukul 04.00 WIB, kobaran api dapat dipadamkan oleh 3 unit armada Pemadam milik Pemko Pematangsiantar dan 2 unit milik PT.STTC Pematangsiantar. Kerugian material, diperkirakan mencapai sekitar Rp.400 juta. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Drs.Daniel Siregar, pihaknya bersama dengan Camat dan Lurah setempat, langsung turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Sementara, asal api masih dalam penyelidikan pihak Polres Pematangsiantar.

“Kita tengah berkoordinasi dengan pihak keluarga selaku ahli waris, untuk membantu berbagai kebutuhan. Hanya saja kita belum mendirikan tempat hunian sementara, karena tidak ada lagi pihak keluarga langsung yang tinggal di sini, yang memang membutuhkannya. Namun begitu, mana kala dibutuhkan, kita sudah siapkan. Yang pasti, kita dari Pemko Pematangsiantar akan memberikan bantuan semaksimal mungkin”ujar Daniel Siregar yang tengah berada di lokasi.





FRANKI/TL/WG/LINTASPUBLIK
loading...

No comments

Powered by Blogger.