Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Najwa: Pak Anies Tak Berani Pecat Anak Buah? Jawaban Anies dan Respons Ahok Bikin Heboh

WARTAGAS.COM - Acara debat kandidat calon Gubernur Jakarta yang disiarkan live di Metro TV Senin malam banyak yang jadi viral di media sosial.

Najwa: Pak Anies Tak Berani Pecat Anak Buah? Jawaban Anies dan Respons Ahok Bikin Heboh
Debat final calon Gubernur Jakarta di acara Mata Najwa, Metro TV. (Metro TV)

Salah satu yang viral adalah rekaman jawaban Anies Baswedan ketika disodori pertanyaan Najwa Shihab.

Kata Najwa Shihab, Anies sempat dipersepsikan tidak tegas dan tidak berani pecat anak buah.

Benarkah?

Persisnya begini pertanyaan Najwa Shihab, tuan rumah acara Mata Najwa.

"“Pak Anies, persepsinya tepat tidak (bahwa Anda) tidak tegas, tidak mungkin berani pecat anak buah?” tanya Najwa Shihab.


Jawaban Anies rupanya tak terduga

Kata Anies, jaangankan memecat anak buah, la wong dia saat ini sedang berusaha keras langsung memecat Gubernur Jakarta dari jabatannya.

Maksud Anies, apalagi kalau cuma memecat anak buah.

"“Tidak mungkin berhentikan anak buah? Sekarang aja saya sedang berusaha memberhentikan Pak Basuki dari gubernur. Wah apalagi anak buah!” kata Anies, spontan, disambut ledakan tawa para pendukungnya.

Ahok sendiri cuma senyum-senyum sebelum menjawab.

Lalu respon Ahok pun tak kalah mengejutkan.

Ahok justru bergaya merendah dalam menjawab pernyataan Anies yang mau memecatnya sebagai gubernur.

Kata Ahok, silakan memecat dirinya bukan dalam kapasitas Anies sebagai calon gubernur tapi sebagai warga Jakarta Itu karena dia melihat posisi gubernur sebagai pelayan, sebagai anak buah masyarakat.

“Ya kalau soal mau pecat saya, bukan tergantung Pak Anies, tapi tergantung warga Jakarta sih,” jawab Ahok langsung, juga dapat panen tepuk tangan.

“Ya kontrak saya sampai Oktober 2017 ya,” terus Ahok.

“Dalam hal ini, saya memang anak buahnya Pak Anies karena saya pelayan warga Jakarta, kebetulan Pak Anies warga Jakarta, ya saya anak buahnya,” jawab Ahok.


“Makanya kalau mau memecat saya, bukan sebagai calon gubernur, tapi sebagai warga DKI,” tutup Ahok.

Rupanya jawaban Anies dalam merespon pertanyaan Najwa Shihab kemudian juga direspon spontan Ahok ini jadi obrolan viral di media sosial, baik dari kubu Anies maupun Ahok.

Berikut ini rekamannya seperti TribunStyle.com kutip dari media sosial yang melansir acara Mata Najwa di Metro TV:




Bayangan dan Rencana Ahok Kalau Sudah Tak Jadi Gubernur Jakarta

Dalam beberapa pekan terakhir, calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok enggan mengomentari masalah politik, peralihan dukungan partai politik pengusung pasangan Agus-Sylvi, hingga keunggulan pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam dua hasil survei.

Saat berbicara di depan para pendukungnya di Jalan Talang Nomor 3, Sabtu (25/3/2017), Ahok justru berbicara tentang kemungkinan dirinya tak lagi menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Kita enggak jadi gubernur itu urusan Tuhan, walaupun kita berusaha. Kalau kata orang Islam man jadda wa jadda. Semua urusan Tuhan. Kalau seandainya Tuhan izinkan tidak jadi pun...," kata Ahok tiba-tiba menghentikan pembicaraannya.

Hal itu terjadi saat sebagian peserta acara melontarkan permintaan agar Ahok tidak melontarkan perkataan yang berbau pesimistis.



Namun, Ahok kembali berujar bahwa apapun yang akan terjadi atas hasil putaran kedua Pilkada DKI mendatang, merupakan kehendak Tuhan.

"Bukannya tidak semangat. Kita berusaha. Saya selalu berdoa seperti itu. Kalau Tuhan pengin saya jadi pejabat, saya akan kerjakan semaksimal saya. Kalau Tuhan tidak pilih saya pun, saya bersyukur," ujar Ahok.

Selama tiga pekan pelaksanaan masa kampanye putaran kedua,Ahok melakukan hal yang berbeda dibanding calon gubernur dan wakil gubernur lainnya. Dia lebih banyak blusukan menjenguk warga yang sakit tanpa memberitahu awak media.

Pada putaran pertama, Ahok menggunakan waktu cutinya untuk berkampanye menyosialisasikan programnya di Rumah Lembang, permukiman padat penduduk, serta mencari dana kampanye dengan mengikuti makan berbayar.

Saat menjenguk warga yang sakit, Ahok menanyakan tentang program-program Pemprov DKI Jakarta, seperti layanan "Ketuk Pintu Layani dengan Hati".

Program tersebut dicanangkan Ahok pada medio Mei 2015. Gerakan "Ketok Pintu Layani dengan Hati" itu merupakan upaya preventif yang dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan, kader jumantik (juru pemantau jentik) bersama kader PKK dengan mengetuk pintu rumah warga dan mengetahui permasalahan mereka, terutama kesehatan.

Ahok tak mempermasalahkan jika caranya ini tak mampu meraup suara untuk dirinya bersama Djarot Saiful Hidayat pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Saya kerja ikhlas saja. Saya kan kalau jadi gubernur lagi mau jalankan program kan, menurut saya program ini paling benar," kata Ahok, kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Dalam dua hasil survei terakhir, yaitu dari LSI dan Median, elektabilitas Ahok-Djarot berada di bawah pesaingnya, Anies-Sandiaga.

Saat menanggapi hal itu, Ahok menyatakan, Anies akan menjadi Gubernur DKI Jakarta yang baru jika hasil survei itu sama dengan hasil pemungutan suara pada 19 April 2017.

"Kalau memang hasil survei sesuai dengan tanggal 19 April, ya berarti Oktober 2017 orang Jakarta punya gubernur baru, namanya Anies. Sederhana kan?" kata Ahok.


Jika Ahok Kalah

Ahok mengatakan ia pernah membayangkan jika dirinya tak jadi gubernur lagi. Dia menyatakan akan menjual tanah dan membeli mobil Range Rover jika dirinya tidak terpilih kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Kalau anda pengin gubernur lain, saya puji Tuhan. Ngapain kerja pagi sampai malam urusin orang," kata Ahok, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada 20 Januari 2017.

Pada kesempatan itu, Ahok mengaku sudah ditawari pekerjaan dengan gaji Rp 250 juta per bulan di luar bonus. Ahok menyebut, hal itu tak didapatkannya ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Hanya saja, ketika Ahok mendapat amanah kembali menjadi Gubernur, dia memastikan akan bekerja sebaik-baiknya untuk warga.

"Saya enggak terima suap, hari Sabtu-Minggu saya bawa pulang 2 koper untuk disposisi. Saya orangnya sangat ikhlas. Kalau anda tidak kasih kesempatan saya menuntaskan pekerjaan ini, saya akan bekerja dengan baik sampai Oktober 2017," kata Ahok.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI




Laporan: Tim
Sumber: Tribunnews
loading...

No comments

Powered by Blogger.