Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Wow, Momen Langka, Ada Tawa dan Canda Jokowi bersama Oposisi di Meja Istana Negara

WARTAGAS.COM - Momen langka terjadi di Istana Negara pada Senin (13/3/2017) kemarin. Kepala pemerintah dan sejumlah politisi yang menempatkan diri sebagai oposisi larut dalam hangatnya perbincangan.

Wow, Momen Langka, Ada Tawa dan Canda Jokowi bersama Oposisi di Meja Istana Negara
Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang hangat dengan sejumlah tokoh politik, terutama yang berasal dari oposisi di Istana Negara, Senin (13/3/2017) - Foto: kompas/tribunnews

Tidak hanya Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saja yang larut dalam cairnya suasana itu.

Ada juga tokoh oposisi seperti Fahri Hamzah serta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Keduanya datang dalam kapasitas mereka sebagai wakil ketua DPR.

Tidak ketinggalan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan ikut larut di dalam pertemuan itu. Bahkan, Ibu Negara Iriana Jokowi dan Ibu Wakil Presiden Mufidah Kalla hadir pula di sana.

Usai melantik 17 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh di ruangan utama Istana Negara, Presiden Jokowi mengajak mereka untuk sejenak berbincang di meja panjang yang biasa digunakan untuk jamuan kenegaraan.

Suasana pertemuan yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut sama sekali terlihat tidak tegang. Sebaliknya, pertemuan itu lebih banyak dihiasi tawa. Mirip sebuah reuni. Teh dalam cangkir putih menemani kehangatan mereka.

Meski demikian, jawaban sejumlah tokoh politik lainnya berbeda-beda saat ditanya apa saja yang diperbincangkan bersama Presiden dan Wakil Presiden di meja jamuan kenegaraan itu.

Surya Paloh misalnya. Ia menyebut, tidak ada hal yang substansial di dalam perbincangan yang cair itu. Mereka hanya saling melontarkan lelucon dan candaan.

"Tadi hanya jokes sedikit. Barangkali kalau ada usulan dubes ke depan, mungkin bisa Bang Fahri. Ditanya (Presiden) mau negara mana? Di Vatikan cocok. Gabungkan Vatikan dan Arab Saudi," ucap Surya Paloh, berseloroh.


Fadli Zon menjawab berbeda

Ia mengatakan, yang diperbincangkan bersama Presiden dan Wakil Presiden adalah persoalan korupsi e-KTP dan kelanjutan PT Freeport Indonesia.

"Ya sharing-lah. Kan besok (hari ini) rencananya ada rapat, diundang semua pimpinan lembaga tinggi negara," ujar Fadli.

Sementara Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa topik hangat yang mereka bicarakan adalah soal masa depan Indonesia.
Salah satunya adalah soal Pilkada serentak.

"Kami bicara tentang evaluasi, bagaimana pilkada serentak, apakah ke depan ini betul-betul efektif. Bagaimana pilkada serentak yang seharusnya betul-betul menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan jangan sampai kompetisi jadi mengancam bangsa dan negara," ujar Hasto.

"Jadi banyak hal-hal ringan yang kami bahas. Tapi di situ semua bicara tentang bangsa dan negara, tidak pada ego partai politik masing-masing," lanjut dia.


Kecuali Novanto

Kehangatan itu tidak hanya berlangsung di dalam ruangan. Di luar pun demikian.

Saat melenggang keluar Istana Negara, para tokoh politik itu bergandengan tangan satu sama lain. Senyum lebar dipamerkan di depan kamera pewarta.

Hanya Setya Novanto saja yang tidak ikut dalamnya. Novanto tampak berjalan tergesa-gesa ke arah mobilnya.

Bicaranya irit saat wartawan menanyainya perihal perkara dugaan korupsi dalam pengadaan e-KTP.




WG/kompas/tribunnews
loading...

No comments

Powered by Blogger.