Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Breaking News - Penyidik KPK Novel Baswedan Diteror

WARTAGAS.COM - Kabar mengejutkan datang dari Novel Baswedan. Penyidik KPK yang terkenal berani mengungkap kasus-kasus besar ini disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Breaking News - Penyidik KPK Novel Baswedan Diteror
Penyidik KPK Novel Baswedan Diteror - Foto: ist

Novel Baswedan Disiram Air Keras Usai Salat Subuh di Masjid
Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami teror siraman air keras. Novel disiram usai salat subuh di masjid dekat rumahnya.

Belum diketahui siapa pelaku penyerangan terhadap Novel ini. Ketika dihubungi via telepon, Taufik tengah meluncur ke Kelapa Gading. Rumah Noven Baswedan memang berada di Kelapa Gading.

Novel selama ini menangani kasus-kasus besar yang ada di KPK. Dia merupakan penyidik yang dianggap tidak pandang bulu dalam menangani kasus.

Salah satu kasus besar yang saat ini dia tangani adalah kasus korupsi e-KTP.


Teror Air Keras, Novel Baswedan Dilarikan ke RS Mitra Kelapa Gading
Teror siraman air keras menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. Novel langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading.


Kronologi Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan
Novel Baswedan berjalan kaki menuju rumahnya setelah salat subuh di Masjid Al Ikhsan, seperti biasanya. Namun ada yang berbeda hari ini, dua orang yang berboncengan di satu motor mengikutinya.

Motor itu berjalan pelan saat berada di dekat Novel. Lalu, orang yang di belakang menyiramkan cairan yang belakangan diketahui sebagai air keras.

Cairan itu mengenai wajah Novel. Dia sempat lari menghindar, lalu dua orang yang ada di motor kabur.

Berikut rentetan insiden penyiraman air keras terhadap Novel seperti dituturkan oleh Kapolres Jakarta Kombes Dwiyono:

Waktu salat subuh (Sekitar pukul 04.35 WIB)

Novel salat subuh di masjid Al Ikhsan. Masjid itu berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya.

Pukul 05.10 WIB

Novel berjalan pulang ke rumahnya. Tiba-tiba ada motor dari belakang yang dinaiki dua orang mendekat. Kemudian orang yang ada di motor itu menyiramkan sesuatu ke arah Novel. Sesuatu yang belakangan diketahui sebagai air keras itu mengenai wajah Novel. Dua orang yang ada di atas motor itu lalu kabur.


Cerita Warga yang Tolong Novel Baswedan Usai Disiram Air Keras
Imam Masjid Al-Ihsan Abdur Rahim Hasan mengatakan Novel sempat merintih kesakitan setelah diserang dua orang tak dikenal tersebut.

"Pak Novel tadi ikut wirid, tapi tidak sampai selesai, sekitar pukul 05.10 WIB dia pulang. Pas mau pulang diserang dua orang pakai motor matic," kata Hasan di Masjid Al-Ihsan, Kelurahan Pesanggrahan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).

Hasan mengatakan cerita itu didengarnya dari jemaah masjid. Dia menyebut Novel sempat disiram air wudu dan merintih kesakitan.

"Tadi ikut wirid ada teriakan, 'Pak Novel, Pak Novel'. Pak Novel posisi disiram air wudu di bak mandi merintih kesakitan," tutur Hasan.

Akibat serangan itu, Novel terluka di bagian wajah. Hasan mengatakan Novel kemudian dilarikan ke rumah sakit.

"Luka di wajah dan matanya belum bisa melihat. Setelah itu, kami larikan ke RS," tuturnya.


Novel Disiram Air Keras, Pegawai KPK: Kami Tak akan Mundur!
Wadah Pegawai KPK bereaksi atas serangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Teror terhadap Novel bukanlah yang pertama, tapi pegawai KPK tak takut.

Ketua KPK dan Kapolda Metro Jaya Jenguk Novel Baswedan di RS
Ketua KPK Jenguk Novel Baswedan di RS - Foto: detikcom

Wadah Pegawai KPK, yang dipimpin Novel, membuat pernyataan soal serangan terhadap Novel. Mereka menyatakan serangan terhadap Novel bukanlah yang pertama. Namun rentetan serangan ini tak membuat pegawai KPK takut.

"Peristiwa ini bukanlah peristiwa pertama kali kepada Novel Baswedan, melainkan peristiwa berulang yang pernah dilakukan terhadap beliau, mulai dari intimidasi, tabrak lari, sampai dengan peristiwa hari ini, penyiraman air keras," demikian potongan pernyataan Wadah Pegawai KPK.

Berikut ini pernyataan lengkapnya:

⁠⁠⁠Assalamualaikum Wr Wb
Selamat Pagi

Hari ini, Selasa, 11 April 2017 sekitar pukul 05.10 WIB setelah menunaikan salat Subuh berjamaah di Masjid Al Iksan, rekan, sahabat, senior kami, sekaligus Ketua Wadah Pegawai KPK, Novel Baswedan, mengalami musibah, beliau disiram dengan menggunakan air keras.

Peristiwa ini bukanlah peristiwa pertama kali kepada Novel Baswedan, melainkan peristiwa berulang yang pernah dilakukan terhadap beliau, mulai dari intimidasi, tabrak lari sampai dengan peristiwa hari ini, penyiraman air keras.

Kami mengutuk keras perbuatan biadab tersebut sebagai bentuk dari teror dan bagian dari upaya pelemahan KPK dan perlawanan balik terhadap pemberantasan Korupsi.

Kami tegaskan bahwa selangkahpun kami tidak akan mundur, apapun resikonya, karena kami yakin perjuangan pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti dengan ancaman, intimidasi maupun serangan apapun juga.

Kami mohon doa dari kawan-kawan sekalian untuk mendoakan kawan kita, Novel Baswedan, agar segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali bersama-sama kita.

Novel adalah kami dan kami adalah KPK yang tidak akan pernah berhenti untuk berjuang melawan korupsi.



Novel Baswedan Merasa Sudah Dibuntuti Sejak 2 Pekan Terakhir
Penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal usai salat subuh di Masjid Al Ihsan, Kelapa Gading. Rupanya bukan kali ini saja Novel 'diteror' oleh orang tak dikenal.

"Novel pernah cerita ke saya, 'dua minggu ini saya merasa dibuntuti, tapi saya enggak cerita ke siapa-siapa takut dikira paranoid'," ujar Imam Masjid Al Ihsan Abdur Rahim Hasan di Masjid Al Ihsan, Kelurahan Pesanggrahan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).

Hasan menyebut dia berpesan agar Novel selalu selawat. "Saya jawab banyakin selawat Pak Novel," kata dia.

Hasan mengatakan selama ini banyak orang yang berseliweran di wilayahnya. Dia berharap pelaku peneror Novel segera ditemukan.

"Kita sudah kenyang, banyak orang asing berkeliaran," ujar Hasan.

"Kita warga berharap (pelaku) ketemu karena Mas Novel warga yang dicintai dan berjasa dan bangsa," harapnya.

Sebelumnya diberitakan Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal saat berjalan pulang dari masjid usai salat subuh. Dia kini dirawat intensif di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.


Polisi akan Periksa 4 Saksi Terkait Penyiraman Air Keras ke Novel
Polisi mendalami kasus penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan. Setidaknya ada 4 saksi yang akan diperiksa.

Polisi akan Periksa 4 Saksi Terkait Penyiraman Air Keras ke Novel
Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono - Foto: detikcom

"Ada. Termasuk pihak pelapor kemudian ada saksi yang dimungkinkan mengetahui peristiwa tersebut. Kurang lebih ada 4 saksi," kata Kapolres Jakut Kombes Dwiyono kepada wartawan usai menjenguk Novel di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Selasa (11/4/2017). Kombes Dwiyono menjawab pertanyaan berapa saksi yang diperiksa.

Saat ini polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Keterangan saksi-saksi didalami.

"Masih dalam penyelidikan. Kita baru olah TKP, periksa saksi yang ada. Kita harap dengan cepat bisa kita ungkap," ujar Dwiyono.

Novel diserang subuh tadi sekitar pukul 05.10 WIB saat berjalan kaki menuju rumahnya setelah salat subuh di masjid. Pelakunya dua orang yang berboncengan menaiki satu motor. Novel menderita luka di wajah.

Novel yang kini sedang menangani sejumlah kasus besar dirawat di RS Mitra Keluarga. Polisi masih mendalami kasus ini.


Kapolri Diminta Segera Tangkap Pelaku yang Teror Novel
Para pegiat antikorupsi mengutuk aksi teror tersebut dan meminta Kapolri untuk segera menangkap para pelaku.

Para pegiat antikorupsi yang tergabung dalam Koalisi Pemantan Peradilan (KPP) menanggapi, peristiwa ini adalah ancaman serius bagi keselamatan para penyidik dan pegawai KPK. Jika penyerangan ini tidak diusut hingga tuntas maka upaya pemberantasan korupsi secara umum akan terancam.

"Kami menuntut Presiden Jokowi dan Kapolri untuk mengambil sikap tegas dengan mengusut serta menyeret pelakunya ke proses hukum," kata pegiat KPP Julius Ibrani dalam siaran pers KPP kepada wartawan, Selasa (11/4/2017).

Masyarakat Indonesia perlu tahu siapa dalang di balik aksi teror yang dilakukan kepada Novel Baswedan. Karena ancaman terhadap Novel Baswedan merupakan ancaman terhadap KPK dan agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.

KPP juga meminta Presiden Jokowi dan Kapolri harus meningkatkan upaya untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi siapapun yang bekerja untuk melawan korupsi di Indonesia.

"Serangan terhadap Novel Baswedan diduga kuat berkaitan dengan kasus megakorupsi e-KTP yang ditangani oleh KPK, sehingga teror dilakukan untuk menghentikan pengusutan kasus megakorupsi e-KTP," terangnya




Sumber: detikcom
loading...

No comments

Powered by Blogger.