Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Kota Siantar di Usia ke-146 dan Harapan Ke Depan Mewujudkan Kota Pendidikan dan Pariwisata

WARTAGAS.COM - Kota Pematang Siantar merupakan Kota terbesar kedua di Sumatera Utara merupakan daerah perlintasan menuju Danau Toba yang terkenal dengan kulinernya,dengan luas wilayah 79,97 km terkenal dengan kebhinekaannya terdiri dari beragam suku, agama dan budaya yang selalu hidup rukun, akur, aman, solid dan saling menghargai. Kota Siantar pernah mendapat julukan sebagai Kota Pelajar atau pendidikan karena prestasi dimana para lulusannya banyak yang berhasil dan menjadi tokoh di kota-kota besar dan menjadi Wakil Presiden ke-3 Republik Indonesia yaitu H.Adam Malik, sehingga panggilan bagi anak siantar dengan ‘Siantar Man’ telah membahana sampai ke pulau Jawa dan seluruh Indonesia.

Kota Siantar di Usia ke-146 dan Harapan Ke Depan Mewujudkan Kota Pendidikan dan Pariwisata
Semarak HUT Kota Pematangsiantar dimeriahkan oleh Pesta Rakyat Seni Budaya Batak di Lapangan Adam Malik Pematangsiantar, Minggu Malam (23 April 2017) - Foto: Facebook

Kehidupan masyarakat Siantar sangat dinamis dan saling menghargai, saling toleransi dan saling menghormati disemua aspek. Para wisatawan senang datang dan berkunjung ke kota Siantar ini sebagai kota kuliner dengan minum kopi yang nikmat, mie pansit yang sangat berbeda citra rasanya, kue merek ganda yang sangat disenangi, merasakan masakan khas Simalungun Dayok Binatur, Tinuktuk, dan kacang tumbuk yang merupakan oleh-oleh khas Siantar. Selain itu, keunikan transfortasi dengan Becak Siantar yang sampai saat ini masih dipertahankan merupakan ciri khas. Kunjungan pusat wisata ke Museum Simalungun, dan Patung Dewi Kwan In yang sangat megah terdapat sebagai tempat sembahyang agama Budha terbesar di Asia.

Pada hari ini Kota Pematangsiantar telah memasuki usia yang ke 146, suasana kota yang mulai padat dan macet sudah waktunya dipikirkan pengembangannya. Kota Siantar hanya terkenal dengan jalan Sutomo dan Merdeka, karena merupakan pusat perbelanjaan, keramaian, lintasan sehingga membuat kawasan tersebut menjadi macet dan kesadaran berlalulintas yang masih kurang membuat kenyamanan semakin berkurang. Harapan kita ke depan, kiranya Pihak Pemda perlu merencanakan pusat perbelanjaan oleh-oleh pada tempat tersendiri, memperbaiki infrastrukturdengan mengatur atau menata lalulintas untuk menjadikan Kota Siantar menjadi kota pariwisata yang metropolis yang memiliki ciri khas bernuansa budaya sehingga perlu menata pembangunan gedung-gedung pemerintahan dengan wujud motif budaya. Selain itu, pembenahan pendidikan dengan pendirian sekolah unggulan, serta mewujudkan pendirian Universitas Negeri. Semua ini akan bisa terwujud bila pimpinan daerah dan aparat pendukung di Kota Siantar memiliki kemauan dan komitmen yang tinggi untuk melakukan perubahan yang lebih baik dan terbuka mengundang para investor untuk kemajuan kota Siantar yang sebagai kota pendidikan dan pariwisata yang indah, asri, bersih, menyenangkan dan bebas dari narkoba.

Sebagai anak Siantar, kita berharap dan siap bangkit, semangat, bangga, dan mendukung untuk membenahi kota Siantar sebagai lintasan menuju Danau Toba sebagai Kota Pariwisata yang mendunia. Dirgahayu Kota Pematangsiantar Ke-146 (24 April 1871-24 April 2017), Kota Kelahiranku dan tempatku dibesarkan, Kota yang Penuh Pesona dan Harapan.***


LIHAT JUGA VIDEO DIBAWAH INI




Penulis: Sukarman Purba atau Arman Prb
loading...

No comments

Powered by Blogger.