Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Momentum HUT Siantar, Wakil Walikota Ajak Anak Siantar Hilangkan Image Kota Preman

WARTAGAS.COM - Momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Siantar ke-146 tahun 2017 yang acara puncaknya berlangsung 24 April 2017 diharap tidak hanya sekedar serimonial saja. Selain harus mampu menempatkan kearifan lokal agar lebih baik, juga diharap bisa menghilangkan image sebagai kota preman.

Momentum HUT Siantar, Wakil Walikota Ajak Anak Siantar Hilangkan Image Kota Preman
Wakil Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor saat Berfoto Bersama dengN Tim Group Anak Siantar (GAS) Peduli, Sabtu (22/4) - Foto: Wartagas.com

Pernyataan itu disampaikan Friado Damanik Wakil Ketua Ihutan Bolon sebagai pewaris Raja Siantar Sang Naualuh Damanik, Sabtu (22/4) jam 12.00 wib.

Untuk itu, Rado mengharapkan walikota harus bisa menciptakan ciri khas Kota Siantar yang memiliki motto, “Sapangamabei Manoktok Hitei” yang maknanya gotongroyong dan kerjasama satu hati untuk mewujudkan Kota Siantar sebagai Kota Berbudaya.

Terkait dengan pengembangan kearifan lokal, Rado mengatakan belum melihat bagaimana konsepnya. Padahal, budaya lokal merupakan bagian dari budaya nasional yang harus dihormati dan itu sesuai UU No 11/2010.

Dijelaskan, penerapan budaya Simalungun bisa menjadi asset dan menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang dipoles sebagai salah satu sector pariwisata budaya seperti di daerah lain.

“Jangan di Kota Siantar sebagai tanah leluhur Simalungun ini malah didominasai dengan goyang Melayu. Seharusnya, dimana kaki berpijak, disitu langit dijunjung. Artinya Walikota Siantar harus bisa beradaptasi di tempatnya menjadi pemimpin rakyat,” himbau Rado Damanik.

Lihat Videonya di bawah ini



Berbeda dengan keterangan Ketua Majelis Zikir Tazkita H Burhan Saragih. Dalam rangka perayaan HUT Kota Siantar ke 146, para ulama menurutnya harus dilibatkan. Untuk itu, seorang pemimpin menurutnya harus merangkul dan melibatkan para alim ulama di Kota Siantar. Karena, alim ulama memiliki kemampuan yang baik memberikan pandangan atau berbuat sejalan dengan Walikota dalam pengembangan dan menjaga kekondusifan Kota Siantar.

“Kemampuan alim ulama cukup baik mau memberikan masukan kepada Walikota tapi alim ulama nya jangan hanya satu agama saja tapi semua agama,” ujar Burhan yang mengakui bahwa Kota Siantar selama ini memang aman dan kondusif.

Kabag Humasy Pemko Siantar, Jalatua Hasugian mengatakan bahwa perayaan Kota Siantar sudah melibatkan banyak pihak termasuk para tokoh agama dari berbagai agama. Termasuk melibatkan Majelis Ulama (MUI) Siantar seperti saat melakukan Haul di Pamatang Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan.





WG/Metro24Jam
loading...

No comments

Powered by Blogger.