Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Di Mutasi Gara-Gara Lapor Ada Pungli, Staf Puskesmas Tak Terima dan Nginap di Kantor DPRD Medan, Sutrisno Pangaribuan: "SK Mutasi dari Kadis Kesehatan Mandul"

WARTAGAS.COM - Mutasi yang dilakukan Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan terhadap staf puskesmas Simalingkar melanggar UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.

Di Mutasi Gara-Gara Lapor Ada Pungli, Staf Puskesmas Tak Terima dan Nginap di Kantor DPRD Medan, Sutrisno Pangaribuan:  "SK Mutasi dari Kadis Kesehatan Mandul"
Tak terima dimutasi, belasan staf medis ini menggelar aksi menginap di Kantor DPRD Medan - Foto: Sorotdaerah.com

Pasal yang dilanggar yakni pasal 73 Ayat 2 yang menyebut mutasi PNS dalam satu instansi pusat/daerah dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian. Poin ini diperkuat dengan pasal yang sama ayat 7 yang menekankan mutasi PNS dilakukan dengan memperhatikan prinsip larangan konflik kepentingan.

“Sesuai UU itu maka yang berhak memutasi hanya walikota. SK mutasi yang diterbitkan Kepala Dinas itu jelas melanggar UU No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. SK itu batal demi hukum karena tidak memenuhi unsur formil dan materil,” ungkap Sutrisno.

Menurutnya, keluarnya SK ini menunjukkan masalah serius di dinas kesehatan pemko Medan, dan tindakan ini merupakan pelanggaran UU. “Tindakan ini jadi masalah serius di dinas kesehatan Medan.

Diberitakan sebelumnya, Gara-gara melaporkan maraknya pungutan liar (pungli) di puskesmas, belasan staf medis Puskesmas Simalingkar dimutasi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Senin (29/5).

BACA JUGA: GASWAT Bah ! Dirjen Pelayanan Kesehatan Bilang Pungli Itu Boleh

Tak terima dimutasi, belasan staf medis ini menggelar aksi menginap di Kantor DPRD Medan. Mereka yang dimutasi adalah staf pegawai puskesmas karena melaporkan pungli berkedok akreditasi puskesmas. “Kami dimutasi karena pengaduan pungli beberapa waktu lalu,” terang salah satu staf medis, Ester Raflesyia Bellsayda saat ditemui di gedung DPRD Medan.

Bukan hanya Ester, Adalina Bukit juga meyakini SK mutasi yang diterbitkan oleh Kadis merupakan buntut dari laporan pungli. “Kami serius menyatakan kebenaran ini. Kami ingin masalah ini diusut tuntas oleh anggota Dewan,” ujar Ester.

Para pegawai yang dimutasi itu diterima oleh Ketua Komisi B DPRD Medan, Matulitua Tarigan. Saat menerima pegawai tersebut Maruli mengatakan Komisi B telah mengingatkan Kadis Kesehatan supaya tidak ada mutasi. “Kami sudah ingatkan si Usma Polita, namun ia mengangkangi rekomendasi dan anjuran kani dari Komisi B. Kasus mutasi ini juga sudah saya laporkan ke Nanda, Wakil Ketua DPRD Medan. Tapi si Usma bandal,” terang Maruli Tua Tarigan.

Maruli Tua mengaku prihatin atas kasus ini, yang akhirnya memaksa para staf tenaga medis Puskesmas Simalingkar harus menginap di ruang tunggu Lantai 1 Gedung DPRD Medan. “Mereka berjuang untuk hal yang baik, nanti akan kami bahas lagi kasus ini,” tandasnya.

Nama-nama pegawai yang dimutasi yakni drg. Erniwati, dr. Eni Ginting, drg Esther Raflesya, Adalina Bukit, Bungaria Sidabutar, Sarmarita Sitompul, Sontiara Siboro, Helfida Siregar. (Sorotdaerah/WG)


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI
Keunikan GEREJA KATOLIK INKULTURASI DI SAMOSIR (Bangunan Gereja Berbentuk Rumah Adat Batak) - Wisata Danau Toba Yang Mendunia



loading...

No comments

Powered by Blogger.