Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Masukan Untuk Artikel JR Saragih di Koran Analisa Yang Berjudul: "JR Saragih Semakin dekat dengan Rakyat"

Masukan Untuk Artikel JR Saragih di Koran Analisa Yang Berjudul: "JR Saragih Semakin dekat dengan Rakyat"


Oleh: Jannerson Girsang

Membuat pencitraan atas seorang pejabat itu baik, tapi jangan lupakan kewajibannya atas nasib ratusan ribu masyarakat yang seharusnya mendapatkan hak haknya, misalnya menderita karena jalan rusak atau fasilitas lain yang buruk.

Pemimpin yang dekat kepada rakyat adalah mereka yang berhasil mengembalikan hak hak rakyat, katakanlah jalan ke kampungnya lebih bagus dari sebelumnya. Bukan kalau menyumbang sesuatu, berarti makin dekat dengan rakyat.

Pagi ini, membaca artikel berjudul "JR Saragih (maksudnya Bupati Simalungun) Semakin dekat Rakyat" hampir setengah halaman di harian Analisa hari ini, awalnya saya sungguh simpatik.

Artikel berjudul "JR Saragih (maksudnya Bupati Simalungun) Semakin dekat Rakyat" hampir setengah halaman di harian Analisa hari ini,
Artikel berjudul "JR Saragih (maksudnya Bupati Simalungun) Semakin dekat Rakyat" hampir setengah halaman di harian Analisa hari ini (Selasa, 30 Mei 2017)

Tapi, setelah membaca artikel ini, dan saya sebentar termenung, hati saya jadi berontak. Kok begini yah.

Sebenarnya, saya jarang mau mengutak atik kinerja bupati di kampung halaman saya, karena menjadi bupati itu memang tidak mudah.

Di harian Analisa hari ini diceritakan bahwa JR Saragih membantu orang sakit (Duma Sari Saragih) yang sudah lama sakit dan dirujuk ke RS Murni Teguh, anak kurang mampu (Gomos Parulian Manalu) yang masuk ke ITB tapi tidak mampu secara finansial karena orang tuanya hanya tukang roti.

Katanya, semua pembiayaan kedua anak itu ditanggung pribadi JR Saragih. Salut.

Apresiasi untuk kepeduliannya terhadap satu orang yang sakit, dan satu orang anak yang kurang mampu. Pantas mendapat acungin jempol.

Mudah mudahan pembayarannya bukan dari dana Bansos. Karena Bansos bukan uang pribadi.

Sayang seribu kali sayang. Pencitraan seorang Bupati, apalagi gambarnya sudah terpampang di hampir seluruh sudut jalan di provinsi ini, prestasi bupati dua periode di bidang kesehatan dan pendidikan tidak layaklah hanya kisah dua orang anak saja.

Itupun karena sudah menjadi pemberitaan di media. Ada kesan memang menangkap momen untuk populer.

Masukan Untuk Artikel JR Saragih di Koran Analisa Yang Berjudul: "JR Saragih Semakin dekat dengan Rakyat"
LOKASI : Damakitang, Kec. Silou Kahean. Kab.Simalungun. Foto: Ist/

Yang mungkin perlu masukan adalah persoalan lebih mendasar di balik itu. Dari pengamatan saya di lapangan, anggaran pembangunan daerah khususnya pembangunan jalan kabupaten, tampaknya perlu saya ajukan kritik.

Jalan ke kampung saya di Nagasaribu, kalau hujan turun, sudah kayak kubangan kerbau di sekitar Tigaraja, dan selebihnya tak terlihat aspal, tinggal batu berserakan, tapi tidak diperhatikan beberapa tahun belakangan ini.

Setiap saya melintas, saya selalu bertanya, mengapa JR yang begitu hebat diberitakan di media, kok untuk perbaikan jalan ke kampung kakek istrinya saja tidak perduli?

Kalau kampung kakek istrinya yang br Girsang aja tidak perduli, apalagi kampung orang lain?
Selain itu, saya selalu merasa sedih kalau ziarah ke kampung mertua saya di Negeri Dolok.

Rusak parah!

Kiriman foto dari Partitibuluh pagi ini sungguh membuat hati miris.

Berita pagi ini saya kutip dari status Parlin Sipayung, (Partitibuluh) dosen USI putra Negeri Dolok.

"Jalan Arah Nagori Dolok - Tebing Tinggi- Serdang Bedagai Putus Total, transaksi hasil bumi dari Negeri Dolok Untuk Sementara Terhambat, Daerah Tujuan Wisata Ke tinggi Raja Via Marubun Lokkung..untuk pelanggan Bagot ( Tuak) kisaran, serdang Bedagai, tebing tinggi, pelayanan kami terganggu beberapa hari ini.

Masukan Untuk Artikel JR Saragih di Koran Analisa Yang Berjudul: "JR Saragih Semakin dekat dengan Rakyat"

Diberitahukan kepada agen tuak , untuk menjaga langganan, supaya mencari Tuak pengganti demi kenyamanan pelanggan".

"Sudahkah Pak Bupati meninjau dan menganggarkan perbaikan lokasi ini?". Semoga bantuan segera cair, karena kalau tidak diperbaiki, maka kerugian masyarakat akan bengkak!

Sebagaimana diberitakan media dan saya sendiri sudah mengunjungi Haranggaol beberapa waktu lalu, jalannya sangat buruk.

Kalau hujan turun, air sudah menggenangi jalan raya, dan kalau turun hujan lebat, melintasi jalan seperti melintasi sungai.

Jalan berlobang lobang, menganga. Haranggaol adalah daerah wisata.

Kita memang tidak menutup mata. Banyak kok sudah berubah sejak kepemimpinan JR.

Kita apresiasi jalan perbatasan Karo ke Pematangsiantar yang sudah mulus, kota Pematangraya yang sudah dipoles. Jalan Tigarunggu-Prapat yang nyaman dilintasi.

Kita apresiasi pembangunan Bandara di Pematangraya, walau hanya sekali didarati pesawat dan kini jadi semak penggembalaan sapi! Miliaran rupiah tertanam. Sebenarnya sih dengan uang sebanyak itu, bapak bisa buat banyak hal.

Mari, rakyat jangan buta atas janji kampanye JR! Rakyat jangan buta!

Saya mencatat dari pengamatan di lapangan, kepedulian JR Saragih, bupati dua periode itu untuk jalan kabupaten, beliau masih perlu banyak berkaca!

Pencitraan memang perlu, tapi jangan lupakan kepentingan rakyat desa, khususnya jalan raya.

Pak JR, atau staf di kantor Bupati, silakan kunjungi tiga lokasi yang saya sebut di atas.

Belum lagi saya cerita tentang jalan ke desa Silau Marawan, Situri turi, bekas Tiga Sardolok yang sudah diratakan beberapa tahun lalu, tetapi hingga sebulan lalu masih jadi tanah lapang. Mudah mudahan tadi malam sudah dibangun.

Masih banyak lagi lokasi lain yang tidak muat kalau saya ceritakan semuanya. Belum lagi laporan teman teman dari daerah Simalungun bagian bawah.

Semoga rakyat jeli melihat pencitraan yang dilakukan pejabat pejabat kita.

Di satu sisi, JR Saragih memang hebat.

Tapi sebelum mencalon jadi gubernur, saya dan mungkin seluruh masyarakat Simalungun berharap agar JR Saragih turun ke bawah.

Jalanlah dengan mobil ke Nagasaribu, Negeri Dolok, jangan naik helikopter, bapak tidak akan merasakan jalan yang rusak!

Katanya, "JR Saragih Makin dekat dengan Rakyat". Rakyat yang mana?

Kita senang slogan ini, tapi buktikan di lapangan. Perbaiki jalan rusak, kepentingan ratusan ribu rakyat yang sudah memilih JR dua periode, dan kabarnya akan digadang gadang maju jadi orang nomor 1 Sumut!

Itu salah satu janji kampanye bapak lho! Memang tidak gampang jadi bupati. Apalagi jadi gubernur. Rakyat tetap menuntut janji.

Kami sayang JR. Banyak yang sudah diperbuat, tapi banyak lagi janji yang belum dipenuhi.

Kami mengingatkan, jangan umbar janji lagi nanti untuk menjadi orang no 1 Sumut. Janji JR di Simalungun akan banyak dituntut. Begitulah kalau mau menjadi orang besar

Saya akan sekuat tenaga mendukung bapak, kalau perhatian bapak benar benar untuk ratusan ribu masyarakat Simalungun, bukan hanya memoles ibukota kabupaten, Kota Pematangraya, jalan provinsi yang sudah mulus. Publikasi tentang JR di bidang kesehatan dan pendidikan bukan hanya membantu satu orang yang sakit, dan satu orang yang mendapat beasiswa. Lebih dari itu.

Ratusan ribu penderita, orang susah ada di Simalungun karena jalan yang buruk. Gunakan APBD dengan baik seperti A Hok! Gak usah pakai uang pribadi Pak Bupati.

Semoga Pak JR tetap semangat dan penuhilah janjinya!

Partuha Maujana, Himapsi, Imas, HMSI suaranya kayaknya diperlukan deh! Bersatulah.

Kita jangan mendiamkan, menutup mata keadaan di bawah, di kampung kita. Pemimpin yang dekat kepada rakyat adalah kalau dia berhasil mengembalikan hak hak rakyat dan mewujudkan janji kampanye. Jalan yang bagus, fasilitas umum lainnya bagus, rakyat makin cerdas dan makmur.


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI:
Butuh Perhatian Pemkab Simalungun - Jalan Rusak, Bila Hujan Turun Menyebabkan Banjir di Nagori Jawamaraja (NAGOJOR) Kec Jawamarja Bah Jambi




Sumber: Akun Facebook Jannerson Girsang
loading...

No comments

Powered by Blogger.