Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

HEBOH! Kejagung Terima SPDP dari Bareskrim, Hary Tanoe Sudah Tersangka

WARTAGAS.COM - Kejaksaan Agung menegaskan pendiri MNC Group, Hary Tanoesoedibyo, telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan pesan singkat bernada ancaman. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad, menyebutkan peningkatan status Hary Tanoe diketahui setelah ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Polri.

HEBOH! Kejagung Terima SPDP dari Bareskrim, Hary Tanoe Sudah Tersangka
Pendiri MNC Group, Hary Tanoesoedibyo (HT) - Foto: Google

"Jadi jelas bahwa sejak 15 Juni 2017, ada SPDP (diterima kejaksaan) atas nama HT (Hary Tanoe). Jadi ini sudah clear ya," kata Noor Rachmad, Kamis (22/6) seperti dilansir Antara.

SPDP itu merupakan yang kedua dari polisi. Dalam SPDP pertama, tertanggal 19 Februari 2017, Hary Tanoe masih berstatus sebagai terlapor.

Soal status Hary Tanoe yang sudah menjadi tersangka, juga dikuatkan oleh Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Yulianto. Dia merupakan pelapor dalam kasus pesan singkat bernada ancaman. "Jadi yang disampaikan pak Jaksa Agung itu sudah benar semua," ucapnya.

Ia mengaku sudah melapor kepada Prasetyo soal status HT di Bareskrim Mabes Polri.

"Saya selaku pelapor kasus tersebut, tanggal 15 Juni. Artinya, sebelum pak JA mengeluarkan statement hari Jumat, tanggal 16 Juni 2017, saya memang melaporkan ke beliau bahwa saya sudah mendapatkan SPDP yang di mana dalam SPDP itu sudah ditetapkan HT sebagai tersangka," ujarnya.

Pesan singkat itu disampaikan pada 5 Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan SMS pada 7 Januari dan 9 Januari 2016 melalui aplikasi "chat WhatsApp", dari nomor yang sama.

Saat pesan itu dikirim, Yulianto sedang mengusut kasus dugaan korupsi restitusi pajak Mobile 8. Hary Tanoe beberapa kali menjadi terperiksa di Kejaksaan Agung untuk kasus itu.

Setelah Yulianto yakin pengirim pesan singkat itu adalah Hary Tanoe, dia melapor ke Bareskrim Polri. Pengusaha yang kini menjadi Ketua Umum Partai Perindo diduga melanggar Pasal 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Kumparan)

LIHAT JUGA VIDEO MENARIK DI BAWAH INI
TERUNGKAP! Bos MNC Group HARRY TANOE Sudah Tersangka Kasus SMS 'Ancaman',


loading...

No comments

Powered by Blogger.