Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Tragis, Cerita Sedih Perempuan Yazidi Saat Dijadikan Budak ISIS dan Diperkosa Beramai-ramai

WARTAGAS.COM - Nadia Murad, perempuan Yazidi yang menceritakan kengerian yang dihadapi warga minoritas ini saat ISIS menguasai sebagian wilayah Irak, pulang ke kampung halamannya.

Nadia Murad, perempuan pegiat hak asasi manusia yang juga korban yang selamat dari kekejaman kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS)
Nadia Murad, perempuan pegiat hak asasi manusia yang juga korban yang selamat dari kekejaman kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) - Foto: AP / Tribunnews.com

Dan, di kali pertamanya mengunjungi tempat kelahirannya sejak 2014 itu, Nadia tak kuasa menahan emosi dan tangisnya.

Nadia (24), menangis dalam pelukan kakak laki-lakinya, anggota milisi Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF) yang berhasil membebaskan desa Kojo dari tangan ISIS awal pekan ini.

Di desa itu, Nadia juga mengunjungi rumah lamanya, mengumpulkan pakaian milik ibunya yang tewas dibunuh ISIS karena dianggap terlalu tua untuk dijadikan budak.

"Saya sudah menunggu hari ini selama hampir tiga tahun," kata Nadia kepada fotografer Reuters yang ikut bersama pasukan PMF.

Tragis, Cerita Sedih Perempuan Yazidi Saat Dijadikan Budak ISIS dan Diperkosa Beramai-ramai
Seorang perempuan Yazidi yang harus meninggalkan kediamannya di kota Sinjar, Irak yang diduduki ISIS, menangis saat tiba di sebuah tempat penampungan di wilayah otonomi Kurdi. (SAFIN HAMED / AFP)

Nadia yang kini dikenal sebagai aktivis itu ditangkap pasukan ISIS saat kelompok tersebut menduduki Irak dan Suriah tiga tahun lalu.

Dia kemudian dijual sebagai budak sebelum dibawa ke kota Mosul di mana dia mengalami pelecehan seksual dan penyiksaan fisik selama beberapa bulan sebelum bisa melarikan diri.

Nadia mendapatkan perhatian internasional setelah memberikan kesaksian di PBB pada 2015.

Di sana dia menceritakan nasib desa-desa Yazidi, pembantaian 600 pria termasuk enam saudara laki-lakinya.

"Kami harap kami juga dibunuh ketimbang dijual sebagai budak dan diperkosa orang-orang Suriah, Irak, Tunisia, dan Eropa," ujar Nadia.

Sejak berhasil melarikan diri, Nadia menjadi penasihat etnis Yazidi dan para pengungsi serta aktivis hak-hak perempuan.

Pada 2016, dia dan rekannya sesama perempuan Yazidi, Lamiya Aji Bashar menerima penghargaan Sakharov untuk kebebasan berpikir.

PBB yakin, kejahatan yang dilakukan terhadap etnis minoritas Yazidi diIrak termasuk dalam katagori genosida.

Nadia kini tengah melobi pemerintah Irak dan PBB untuk menggelar investigasi dan dokumentasi resmi terkait ribuan kuburan tanpa identitas yang berserak di kawasan itu.

Di sisi lain, kota basis ISIS terkuat di Irak, Mosul sudah hampir jatuh ke tangan pasukan koalisi Irak.

ISIS juga sudah terusir dari sebagian besar wilayah Sinjar, provinsi yang banyak dihuni etnis Yazidi. (TribunMedan)

LIHAT JUGA VIDEO DIBAWAH INI:
Dari Siantar Sumatera Utara Untuk Indonesia - Lilin Untuk Ahok




loading...

No comments

Powered by Blogger.