Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Jokowi Angkat Suara soal Alumni 212 yang Gugat Perppu Ormas

WARTAGAS.COM - Presiden Joko Widodo mempersilakan pihak-pihak yang tidak menerima penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menyampaikan aspirasinya besok.

Jokowi Angkat Suara soal Alumni 212 yang Gugat Perppu Ormas
Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri

Pernyataan ini disampaikan menyikapi rencana Presidium Alumni 212 menggelar unjuk rasa Aksi 287 sekaligus mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi.

"Negara ini negara hukum. Saya kira dipersilakan," ujar Jokowi di Hotel Sahid, Kamis (27/7).

Jokowi mengatakan, pemerintah menerbitkan Perppu Ormas untuk menjamin keamanan negara sekarang dan jangka panjang. Perppu ini menjadi landasan hukum pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Selama ini, HTI dianggap beraktivitas yang bertentangan dengan Pancasila. Mereka juga mengusung sistem kenegaraan khilafah.

Sementara itu, Jokowi menegaskan, Perppu juga masih akan membahas untuk menyetujui atau tidak kebijakan pemerintah ini. Meski demikian, Perppu langsung berlaku setelah ditandatangani presiden.

"Jadi (Perppu) untuk keutuhan negara. Kalau ada yang tidak setuju silakan jalur hukum," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Aksi 287 akan dipimpin Amien Rais selaku Penasihat Presidium Alumni 212. Selain itu, aksi bakal diikuti ditujuh ormas, salah satunya adalah Front Pembela Islam.

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif sebelumnya mengatakan, keikutsertaan FPI karena mendapat dukungan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

Aksi yang diklaim diikuti masyarakat beragam daerah Indonesia akan dimulai dengan long march dari Masjid Istiqlal menuju patung kuda di Jalan Medan Merdeka Barat. (CNNIndonesia)


LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI


loading...

No comments

Powered by Blogger.