Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Sekolah Wajib Memajukan dan Mengembangkan Perpustakaan di Sekolah

WARTAGAS.COM - Pihak sekolah mulai dari kepala sekolah dan guru berkewajiban memajukan perpustakaan di sekolah, hal ini tertuang dalam Undang-Undang RI No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 54 menjelaskan, peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, meliputi peran serta perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi, pengusaha dan organisasi masyarakat, dimana perpustakaan termasuk salah satu unsur penting terselanggaranya kegiatan pendidikan tersebut.

Sekolah Wajib Memajukan dan Mengembangkan Perpustakaan di Sekolah
Foto: Tagor Leo / Wartagas.com

“Sekolah wajib memiliki perpustakaan, untuk mengembangkannya pihak sekolah harus tetap berkordinasi dengan perpustakaan daerah,”ujar Jojor Sitorus Pane, S.Sos, MSi Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Provsu, Senin (24/7/2017) di Sapadia Hotel jalan Diponegoro Pematangsiantar dalam rangka pelaksanaan kegiatan “ Kordinasi Pengembangan Perpustakaan” di kota Pematangsiantar.

Menurut Jojor Sitorus Pane, pihak sekolah harus tetap belajar mengelolah perpustakaan di sekolahnya, sehingga siswa yang belajar atau membaca diperpustakaan dapat nyaman dan berlama-lama diperpustakaan.

“Bapak ibu jangan malu belajar tentang perpustakaan, intinya harus saling berkordinasi satu dengan yang lainnya. Mana sekolah yang perpustakaan bagus datang saja untuk belajar, sehingga perpustakaan disekolah dapat lebih baik lagi,”ucap Jojor sambil membandingkan perpustakaan di luar negeri dan dalam negeri sangat jauh berbeda.

Sekolah Wajib Memajukan dan Mengembangkan Perpustakaan di Sekolah
Foto: Tagor Leo / Wartagas.com

Jojor Sitorus juga menjelaskan, dalam Undang-undang no.43 tahun 2007 tentang perpustakaan sudah tertuang dalam pasal 23 ayat 6, bahwa sekolah/madrasah dapat mengalokasikan dana paling sedikit 5 % dari angaran belanja sekolah, untuk mengembangkan perpustakaan sekolah.

“Yang menjadi pertanyaan, apakah pihak sekolah sudah tahu undang-undang ini, anggaran perpustakaan harus dialokasikan, saya rasa semua kepala sekolah semua sudah tahu, tapi banyak yang tidak mau,’tutur Jojor Sitorus meminta sekolah-sekolah serius mengelolah perpustakaan untuk mengali siswa cerdas untuk masa depan bangsa.
“Diluar negeri seperti Singapur dan China,perpustakaan sudah seperti Mall, kondisinya nyaman dan serba digital, kita juga harus seperti itu, membuat perpustakaan untuk nyaman dikunjungi,”terangnya.

Lavensius Sihotang salah seorang peserta pengelola perpustakaan sekolah meminta, agar ada sistem yang lebih baik lagi di negara Indonesia.

“Kami harapkan penerapan perpustakaan dari pusat sampai daerah dapat lebih bersinergi lagi, karena kalau aturannya timpang dari daerah ke pusat, maka hasilnya tidak maksimal,”kata Sihotang mengakui sulitnya mengajak masyarakat khusunya murid untuk membudayakan membaca diperpustakaan.

Dra. Neslianita Sinaga Kadis Kearsipan dan Perpustakaan kota Pematangsiantar sebagai penyelengara “ Kordinasi Pengembangan Perpustakaan” yang dihadiri pengelola perpustakaan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) dalam sambutannya mengatakan, sekolah-sekolah harus tetap bersatu dan berkordinasi mengembangkan minat baca dan perpustakaan.

“Mari kita terus berkordinasi mengembangkan perpustakaan di sekolah, sehingga perpustakaan sekolah yang ada di Siantar dapat lebih baik lagi,”kata Neslianita Sinaga.

Neslianita Sinaga kepada wartawan menambahkan, kegiatan Kordinasi Pengembangan Perpustakaan adalah kegiatan pengelolah perpustakaan disekolah-sekolah. Diharapkan dengan kegiatan ini pengelola perpustakaan lebih bersemangat mengelolah perpustakaan dan melayani pelajar disetiap perpustakaan di sekolah.

“Pesertanya sebanyak 130 orang, dari guru, kepala sekolah, dan pengelolah perpustakaan yang ada di sekolah dasar dan SMP,”jelas Kordinasi Pengembangan Perpustakaan.

LIHAT JUGA VIDEO DI BAWAH INI



TL/LP/WG
loading...

No comments

Powered by Blogger.