Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

Berita Duka, Raja Parhata Terjatuh lalu Meninggal saat Memandu Acara Penyerahan Tittin Marakkup

WARTAGAS.COM - Suasana pesta pernikahan yang dirangkai acara adat di Nagori Muara Mulia Kecamatan Tanah Jawa mendadak geger. Pasalnya, Maruhum Simanjuntak, Raja Parhata, mendadak jatuh dan meninggal dunia di lokasi pesta.

Bah Fuang! Raja Parhata Terjatuh lalu Meninggal saat Memandu Acara Penyerahan Tittin Marakkup
Ilustrasi Pesta Pernikahan Adat Batak - Foto: WordPress.com

Melansir dari Metrosiantar, Maruhum Simanjuntak (48) warga Dusun II Panambean Dolok Nagori Panambean Marjanji Kecamatan Tanah Jawa, meninggal saat memandu acara penyerahan Tittin Marakkup, Jumat (25/8) sekira Pukul 16.00 WIB. Maruhum menjadi Raja Parhata pada pernikahan Saut MartuaTambunan dan Dina br Simanjuntak.

Kepada awak media, Sabtu (26/8), Ramli Simanjuntak, rekan pengganti almarhum yang melanjutkan acara tersebut, saat ditemui di kediamannya Huta Ujung Majawa Nagori Muara Mulia mengatakan, mereka tiba di lokasi pesta sekira pukul 08.30 WIB.

Kemudian, mereka minum kopi di salah satu kedai dekat lokasi. Saat itu Tittin Marakkup sudah diterima Tulangni Hela marga Sihombing dan juga telah mengucapkan kata terima kasih.

Penyerahan Tittin Marakkup, merupakan acara adat penghormatan pihak pengantin perempuan kepada Paman kandung pengantin pria. Microfon pun kembali diserahkan kepada Raja Parhata. Namun, beberapa saat setelah Raja Parhata St Maruhum Simanjuntak menyampaikan kata, tiba tiba ia terjatuh telungkup.

Spontan suasana menjadi geger. Acara Tittin Marakkup menjadi tertunda sementara. Perhatian seluruh para tamu undangan tersedot kepada raja parhata yang tiba tiba terjatuh.

Korban secepatnya dibawa ke rumah pemilik pesta. Beberapa warga dan petugas medis mencoba memberi pertolongan, namun korban sudah keburu meninggal.

Setelah dipastikan bahwa korban sudah tidak bernyawa lagi, akhirnya disepakati saat itu juga jenazah korban dibawa ke rumah duka di Panambean Dolok, Nagori Panambean Marjanji. Posisi Raja Parhata pun digantikan Ramli. Acara pesta pernikahan pun kembali dilanjutkan .

Menurut Ramli, sejak pagi dirinya tidak ada melihat kelainan pada wajah korban ataupun pada tutur katanya. Semuanya baik-baik seperti biasa. Apalagi mereka sudah lama bergabung sebagai Raja Parhata. Pada acara sarapan pagi yang disediakan oleh penyelenggara pesta, mereka makan bersama, bahkan korban juga sempat berucap lezat, menilai rasa masakan sarapan pagi.

Ramli Simanjuntak dan almarhum berpisah saat pasangan pengantin dan rombongan menuju gereja HKBP Bosar Galugur yang jaraknya 2 kilometer. Korban mengendarai sepeda motor sementara Ramli Simanjuntak memilih berjalan kaki bersama rombongan.

Sekembalinya dari gereja HKBP Bosar Galugur, dan saat tiba acara makan siang mereka berdua tidak lagi makan bersama. Sempat dicari tapi tidak kelihatan. Namun saat acara Tittin Marakkup, saat itu pula korban terjatuh dan meninggal.

Sementara itu, dari pantauan METROSIANTAR di rumah duka menjelang acara pengebumian, Minggu (27/8) siang , cukup banyak rekan dan sahabat korban yang datang melayat. Mereka merasa kehilangan dengan meninggalnya korban. Almarhum yang juga Sintua gereja HKI dikenal cukup ramah dan pandai bergaul. Bahkan digelarnya acara Paskah dengan berjalan kaki dari Huta II Panambean Dolok, merupakan gagasan korban.

Terpisah, Pangulu Panambean Marjanji Henry Siahaan SE saat diwawancarai di kediamannya Minggu (27/8) malam mengharapkan, agar warga Nagori Panambean Marjanji bisa menjaga ketenangan dan kententraman. Warga, khususnya para remaja, tidak sembarangan memostingkan suasana di Huta II Panambean Dolok lewat media sosial.

“Kalau tidak paham akan suasana yang sebenarnya, jangan buat komentar negatif yang mengarah ke mistis. Apalagi saat ini sudah banyak yang menjadi terpidana gara-gara mengunggah komentar di Medsos yang tak ada kebenarannya dan tak bisa dibuktian. Mari kita jaga suasana kondusif di Nagori Panambean Marjanji, khususnya di Huta II Panambean Dolok,” kata Henry Siahaan.

Sementara, suasana mencekam di Huta II Panambean Dolok, pasca meninggalnya meninggalnya Elpius Sinaga (51) alias Opu Royen, Minggu (20/8) dan Maruhum Simanjuntak, Jumat (25/8). Keduanya merupakan Raja Parhata yang cukup dikenal di kampung tersebut. Keduanya juga masih terhitung bertetangga. Tampak raut kecemasan di wajah warga, seolah-lah ada yang aneh dengan kematian keduanya.

Sementara beberapa warga yang sering menjadi rekan Maruhum minum kopi, Almarhum Maruhum Simanjuntak sering mengeluh sakit di bagian dada. Bahkan sambil minum teh manis atau kopi di kedai, almarhum sering mengurut bagian dadanya.

“Mungkin rasa sakit yang dirasakan korban di dadanya, penyebab meninggalnya Alamarhum,” sebut beberapa pengunjung kedai kopi di sekitar rumah Almarhum.


LIHAT JUGA VIDEO DIBAWAH INI




Laporan: TIM
Sumber: Metrosiantar.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.