Header Ads

Batak Network - Semua Tentang Batak

NGERI! Jalan Raya Sidamanik Rusak Parah, Pemkab Simalungun Bungkam.

WARTAGAS.COM - Jalan raya sepanjang daerah Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, merupakan jalan alternatif dari Pematang Siantar menuju Berbagai Objek Wisata di Parapat dan Danau Toba rusak.

Parah, Jalan Raya Sidamanik Rusak Parah, Pemkab Simalungun Bungkam.
Foto: newstfi.com

Hampir seluruh jalan raya yang melalui Kecamatan Sidamanik ini, sangat memprihatinkan atau rusak parah. Selain dipergunakan sebagai jalan alternatif untuk menuju berbagai objek wisata, jalan raya ini juga merupakan akses utama Masyarakat Sidamanik menuju ke Kota Pematang Siantar, menuju Parapat, menuju Pelabuhan Tigaras sekitar Danau Toba maupun menuju Seribu Dolok,serta Pematang Raya .

Saat crew media meninjau dan melintas di sepanjang Jalan Besar Sarimatondang, antara Dusun IV dan Dusun V, Kelurahan Sarimatondang, tampak kondisi jalannya sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk dipergunakan.

Masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintas sudah sangat resah atas kondisi jalan yang sangat rusak tersebut, terlebih akibat dari lambannya perhatian dari Pemerintah untuk segera melakukan perbaikan.

Kepala Dusun V Kelurahan Sarimatondang, J. Silalahi menjelaskan, “Usulan untuk perbaikan jalan ini sudah disampaikan ke Pemerintah Pak, kami sampaikan melalui Kelurahan supaya bisa cepat diajukan perbaikan,” jelas Silalahi, seperti yang dilansir oleh newstfi.com.

“Terakhir pada bulan April 2017 yaitu waktu Musrenbang di Kelurahan Sarimatondang ini, permasalahan jalan inipun sudah kami sampaikan juga, supaya bisa diteruskan ke jenjang selanjutnya, tapi sampai sekarang belum ada kami terima, informasi ataupun tanggapan dari yang berwenang tentang kapan realisasi usulan kami itu,” kata Kepala Dusun.

Hal ini ketika dikonfirmasi ke kantor Kelurahan Sarimatondang, Lurah sedang tidak berada ditempat. “Ibu Lurah tidak ada di kantor Pak, Ibu sedang ada kepentingan ke Kantor Bupati Simalungun di Raya,” kata salah seorang Staf Kelurahan.

Ditempat terpisah, Kaliamsah (68) Tokoh Masyarakat setempat menjelaskan, “Jalan Raya ini adalah urat nadi perekonomian, khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar sini, dan jalan ini sudah ada sejak zaman Belanda, seiring dengan adanya Perkebunan Teh mulai zaman Penjajahan dulu,” kata Kaliamsah.

Kaliamsah menambahkan keterangannya, “Yang saya ketahui sumber utama dana pembangunan jalan raya ini, salah satunya adalah dari pajak yang dikutip dari masyarakat dan perusahaan, beredar informasi di masyarakat, ternyata pajak yang disetor perkebunan ke pemerintah itu mencapai sekitar Rp.1 Milyar setiap tahunnya, tapi pastinya silahkan Bapak tanya saja atau kordinasi dengan PTP IV, melalui Manager Perkebunan Teh Kebun Sidamanik,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan Crew Newstfi.com, penyebab hancurnya jalan tersebut adalah banyaknya kendaraan Over Tonase melintas seperti truk dan tronton, kendaraan truk dan tronton ini mengangkut pupuk, cangkang, teh, bahan bangunan, yang hilir mudik setiap harinya.

Disisi lain tampak juga drainase yang berada disepanjang pinggiran jalan, belum dibangun /diperbaiki.

Dampak dari rusak parahnya hampir seluruh jalan raya di Sidamanik ini, mengakibatkan aktivitas masyarakat lokal, maupun pengguna jalan lainnya mengalami kendala, sering macet karena antri jalanan rusak, dan tentu juga menjadi penyebab kerusakan bagi kendaraan masyarakat yang melintas.

Silalahi (45), Putera Perantau asal Sidamanik yang bersamaan melintasi jalan ini menyampaikan, “Saya sedih melihat situasi ini bang, karena semua sudah tau kalau Sidamanik itu sudah menjadi tempat tujuan wisata, seperti Kebun Teh Bah Butong /Sidamanik Manik, Air Terjun Bah Biak, Aek Simatahuting dan Bah Manik Sarimatondang,“ katanya.

Silalahi juga mengatakan, “Sebagai tempat tujuan wisata, tentunya Sidamanik ini telah banyak dikunjungi penduduk dari luar daerah Sidamanik, luar daerah Simalungun, maupun dari luar propinsi, kalau sarana jalannya sangat buruk begini, pastilah akan menjadi image negatif pada bisnis pariwisata bagi Pemerintahan Simalungun, dan bisa juga merusak Citra Pariwisata Indonesia yang sedang giat-giatnya dicanangkan oleh Presiden Jokowi saat berkunjung ke Danau Toba beberapa waktu lalu,” katanya.

Silalahi menambahkan, ”Malu juga kita bah sebagai orang Sidamanik jika dikomentari tentang jeleknya sarana jalan ini, apalagi semua kita sekarang menjelang Perayaan HUT RI ke 72, bakalan banyak orang berwisata, baik yang tujuannya ke Sidamanik, maupun sengaja melintas menuju tempat Perayaan HUT RI, yang diadakan Bupati Simalungun di Pantai Bebas Parapat,” ungkapnya.

Silalahi juga menyampaikan, “Mohonlah Bapak Bupati JR Saragih, lihatlah kondisi jalan raya ini, mana hati nuranimu? Ini sudah periode kedua bapak menjadi orang Nomor Satu di Simalungun ini, bahkan periode yang pertama saat Wakil Bupati Ibu Br. Damanik yang juga Orang Sidamanik, jalan raya ini tetap tidak mendapatkan perhatian untuk diperbaiki. Jelas ini bukti nyata, kalau Sidamanik belum mendapat penanganan yang serius dari Pemkab. Simalungun, Kapan lagi ini dikerjakan,” tanya Silalahi.

Silalahi juga menambahkan, “Situasi dan bukti Jalan Raya Sidamanik ini adalah fakta yang bertolak belakang dari berbagai pemberitaan yang ada, bahwa Bupati Simalungun memberikan perhatian serius kepada dunia pariwisata, ternyata dalam prakteknya dilapangan tidak demikian, lihatlah jalan di Sidamanik ini, tolonglah perhatian yang sunguh-sungguh dari Bupati JR Saragih,” tambahnya.

“Bangkitlah Putera daerah seperti Bapak Bungaran Saragih, dimana saat Beliau menjadi Pejabat di Kementerian, tak ada jalan raya yang pernah rusak separah ini. Semoga makin banyak lagilah Putera Daerah yang terpanggil memberikan perhatian dan tindakan untuk Pembangunan daerah kita ini," harap Silalahi.

Ditempat terpisah Camat Sidamanik mengatakan, Memang kondisi Jalan Raya Sidamanik ini sudah rusak parah pak, kami juga yang melintasi setiap hari turut merasakannya, kami sudah menyampaikan permasalahan ini ke jenjang selanjutnya, apalagi kami ketahui bahwa di Media Sosial /Medsos, sudah ramai pemberitaan tentang jalan ini, begitu juga dikalangan masyarakat, terutama dikalangan anak perantauan,” kata Camat.

“Harapan kita bersama, Jalan ini akan dapat segera diperbaiki, tolonglah bersabar dan kita doakan bersama supaya segera terkabul, sesuai dengan informasi yang diterima, bahwa akan diadakan perbaikan jalan raya secara serentak, yang akan memakan biaya Milyaran Rupiah, itu sesuai informasi yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum, setidaknya sudah akan terlaksana paling lambat Januari 2018 ini, kata Camat.

Marilah kita bersama mengawal informasi ini sebagai bentuk pembuktian kebenarannya, apakah ini kabar yang benar atau hanya sebatas kabar angin surga yang tak tampak wujudnya, dan Dinas Perhubungan Simalungun juga hendaknya dapat lebih intensif memperhatikan volume dan standardt tonase kenderaan yang melintas di seluruh jalan raya yang ada di Simalungun, khususnya di Jalan Raya Sidamanik ini. Semua kendaraan harus melintasi jalan yang sesuai dengan tonase peruntukkannya.

Bupati Simalungun juga seharusnya cepat tanggap dalam menerima dan mensikapi keluhan masyarakatnya, termasuk keluhan rusak parahnya sarana infrastuktur jalan raya di Sidamanik ini, yang sudah berlarut-larut tidak mendapatkan perhatian dari Pemkab. Simalungun, tentunya anggaran daerah untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan pastilah telah diakomodasi dalam RAPBD Kabupaten Simalungun setiap tahunnya.

Fungsi DPRD Kabupaten Simalungun juga hendaknya dapat lebih ditingkatkan lagi dalam upaya mencari solusi percepatan penyelesaian jalan raya di Sidamanik ini, yang diduga ada indikasi pembiaran oleh Pemkab. Simalungun.


LIHAT JUGA VIDEO MENARIK DI BAWAH INI
Nagojor Jawamaraja Kebanjiran dan Air Mengenagi Jalan Rusak, Kemana Pemkab Simalungun?





Sumber: newstfi.com
loading...

No comments

Powered by Blogger.